alexametrics
31.2 C
Jember
Monday, 4 July 2022

Manten “Anyar” Jadi Relawan Pemakaman Covid-19, Jadi Bekal Akhirat

Istri dan Keluarga Merestui, Katanya untuk Bekal di Akhirat Nanti

Mobile_AP_Rectangle 1

KARANGREJO, RADARJEMBER.ID – SIANG itu, petugas pemakaman jenazah Covid-19 dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tengah duduk di antara batu nisan. Di pemakaman Lingkungan Pelindu, Kelurahan Karangrejo, Sumbersari, tersebut mereka sedang beristirahat dengan menikmati teh botol dan biskuit.

Dari delapan petugas pemakaman tersebut, hanya satu orang yang telah memakai kaus. Lainnya ote-ote atau hanya memakai celana pendek. “Panas,Mas,” ucap Gufron, salah satu diantara petugas pemakaman tersebut.

Mereka baru saja selesai memakamkan jenazah korona dengan memakai alat pelindung diri (APD) lengkap. Setelah tugas utama selesai, APD pun dibakar. Menurut Gufron, bila memakai APD, maka harus menanggalkan kaus. “Gak pakai dalaman kaus kalau APD, tambah panas,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurutnya, cuaca siang tersebut tidak begitu menyengat. “Paling susah itu kalau siang hari. Kalau sekarang masih lumayan, karena sedikit mendung. Tapi, ya, tetap bercucuran keringat,” katanya.

Kala berbincang dengan Tio, salah satu petugas pemakaman yang lain, dia menjelaskan, tidak semua petugas pemakaman jenazah Covid-19 adalah pegawai BPBD. “Kalau dulu awal-awal korona, semuanya dari Pusdalops (Pusat Pengendalian dan Operasi Penanggulangan Bencana, Red) BPBD. Tapi sekarang telah dibantu oleh relawan,”ujarnya.

Tio menyebut, relawan tersebut adalah relawan mandiri pemakaman Covid-19. Tugasnya membantu proses pemakaman. “Dalam satu pemakaman itu butuh tujuh sampai delapan orang. Gufron, Ali, Ma’ruf ,Ronal, dan Danang adalah relawan mandiri,” terangnya.

Sembari bercanda, Tio juga menunjuk Danang yang baru saja menikah. “Ini manten anyar,” kelakarnya. Danang, 22, asal Kalisat ini, mengatakan, bertugas jadi relawan bukan hal yang baru baginya. “Saya itu aktif di relawan bencana. Makanya saat butuh relawan seperti pemakaman, daftar saja,” imbuhnya.

- Advertisement -

KARANGREJO, RADARJEMBER.ID – SIANG itu, petugas pemakaman jenazah Covid-19 dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tengah duduk di antara batu nisan. Di pemakaman Lingkungan Pelindu, Kelurahan Karangrejo, Sumbersari, tersebut mereka sedang beristirahat dengan menikmati teh botol dan biskuit.

Dari delapan petugas pemakaman tersebut, hanya satu orang yang telah memakai kaus. Lainnya ote-ote atau hanya memakai celana pendek. “Panas,Mas,” ucap Gufron, salah satu diantara petugas pemakaman tersebut.

Mereka baru saja selesai memakamkan jenazah korona dengan memakai alat pelindung diri (APD) lengkap. Setelah tugas utama selesai, APD pun dibakar. Menurut Gufron, bila memakai APD, maka harus menanggalkan kaus. “Gak pakai dalaman kaus kalau APD, tambah panas,” ungkapnya.

Menurutnya, cuaca siang tersebut tidak begitu menyengat. “Paling susah itu kalau siang hari. Kalau sekarang masih lumayan, karena sedikit mendung. Tapi, ya, tetap bercucuran keringat,” katanya.

Kala berbincang dengan Tio, salah satu petugas pemakaman yang lain, dia menjelaskan, tidak semua petugas pemakaman jenazah Covid-19 adalah pegawai BPBD. “Kalau dulu awal-awal korona, semuanya dari Pusdalops (Pusat Pengendalian dan Operasi Penanggulangan Bencana, Red) BPBD. Tapi sekarang telah dibantu oleh relawan,”ujarnya.

Tio menyebut, relawan tersebut adalah relawan mandiri pemakaman Covid-19. Tugasnya membantu proses pemakaman. “Dalam satu pemakaman itu butuh tujuh sampai delapan orang. Gufron, Ali, Ma’ruf ,Ronal, dan Danang adalah relawan mandiri,” terangnya.

Sembari bercanda, Tio juga menunjuk Danang yang baru saja menikah. “Ini manten anyar,” kelakarnya. Danang, 22, asal Kalisat ini, mengatakan, bertugas jadi relawan bukan hal yang baru baginya. “Saya itu aktif di relawan bencana. Makanya saat butuh relawan seperti pemakaman, daftar saja,” imbuhnya.

KARANGREJO, RADARJEMBER.ID – SIANG itu, petugas pemakaman jenazah Covid-19 dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tengah duduk di antara batu nisan. Di pemakaman Lingkungan Pelindu, Kelurahan Karangrejo, Sumbersari, tersebut mereka sedang beristirahat dengan menikmati teh botol dan biskuit.

Dari delapan petugas pemakaman tersebut, hanya satu orang yang telah memakai kaus. Lainnya ote-ote atau hanya memakai celana pendek. “Panas,Mas,” ucap Gufron, salah satu diantara petugas pemakaman tersebut.

Mereka baru saja selesai memakamkan jenazah korona dengan memakai alat pelindung diri (APD) lengkap. Setelah tugas utama selesai, APD pun dibakar. Menurut Gufron, bila memakai APD, maka harus menanggalkan kaus. “Gak pakai dalaman kaus kalau APD, tambah panas,” ungkapnya.

Menurutnya, cuaca siang tersebut tidak begitu menyengat. “Paling susah itu kalau siang hari. Kalau sekarang masih lumayan, karena sedikit mendung. Tapi, ya, tetap bercucuran keringat,” katanya.

Kala berbincang dengan Tio, salah satu petugas pemakaman yang lain, dia menjelaskan, tidak semua petugas pemakaman jenazah Covid-19 adalah pegawai BPBD. “Kalau dulu awal-awal korona, semuanya dari Pusdalops (Pusat Pengendalian dan Operasi Penanggulangan Bencana, Red) BPBD. Tapi sekarang telah dibantu oleh relawan,”ujarnya.

Tio menyebut, relawan tersebut adalah relawan mandiri pemakaman Covid-19. Tugasnya membantu proses pemakaman. “Dalam satu pemakaman itu butuh tujuh sampai delapan orang. Gufron, Ali, Ma’ruf ,Ronal, dan Danang adalah relawan mandiri,” terangnya.

Sembari bercanda, Tio juga menunjuk Danang yang baru saja menikah. “Ini manten anyar,” kelakarnya. Danang, 22, asal Kalisat ini, mengatakan, bertugas jadi relawan bukan hal yang baru baginya. “Saya itu aktif di relawan bencana. Makanya saat butuh relawan seperti pemakaman, daftar saja,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/