alexametrics
20.1 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Karena Sering Dilewati Jenazah Covid-19, Warga Blokade Jalan

Mobile_AP_Rectangle 1

GEBANG, RADARJEMBER.ID – Sudah sekitar dua minggu belakangan, warga Karang Klatak, Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang, menolak pemakaman jenazah Covid-19. Bahkan, warga sampai menutup akses jalan menuju pemakanan yang berada di kawasan Gebang Tengah. Masyarakat setempat menyebut pemakaman itu dengan Pemakaman Glintongan.

Dari depan, lokasi pemakaman ini berada di depan Jalan Kaca Piring, Kelurahan Patrang. Namun, dibagian belakang,kuburan itu dapat diakses melalui jalan yang masuk ke dalam kawasan Perumahan Griya Gebang Permai. Akses dari belakang inilah yang saat ini ditutup oleh masyarakat. Hanya ada satu rumah yang beradadi dalam pagar pembatas tersebut.

Rumah tersebut milik seorang perempuan paruh baya bernama Wahyu. Wahyu menuturkan, penutupan akses menuju pemakaman itu dilakukan berdasarkan kesepakatan pemilik tanah dan warga setempat. Wahyu mengklaim, penutupan jalan menuju makam itu bukan berarti pelarangan untuk melewati jalan tersebut. Namun, menurutnya, karena jalan yang digunakan tidaklah sesuai. “Bukannya tidak boleh. Karena memang jalannya tidak sesuai,” ungkapnya, kemarin (12/8).

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain itu, warga setempat menyatakan pemakaman yang dilakukan itu terkesan sembunyi-sembunyi. Sebab,  biasanya dilakukan pada pukul 22.00 hingga dini hari. Intensitas pemakaman yang dilakukan juga cukup sering. Dalam satu hari kadang bisa mencapai lebih dari dua jenazah.Ditambah lagi, banyak jenazah yang dimakamkan domisilinya bukan wilayah Patrang. “Kemarin yang dimakamkan orang yang rumahnya di belakang Matahari (mall, Red). Itu kan bukan daerah atau warga yang domisilinya disini,” ungkap salah satu warga yang rumahnya berada di depan pagar penutup jalan.

Kerapnya pemakaman itu oleh warga dianggap tidak wajar sehingga membuat mereka khawatir. Kekhawatiran itu tidak hanya sifatnya psikologis, tapi juga ketersediaan lahan makam untuk masyarakat setempat. “Kannakutin kalau pemakamannya kayak gitu.Kayaksembunyi-sembunyi. Bahkan rumah pojok yang terletak di barat sampek mau pindah,” tutur warga tersebut.

- Advertisement -

GEBANG, RADARJEMBER.ID – Sudah sekitar dua minggu belakangan, warga Karang Klatak, Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang, menolak pemakaman jenazah Covid-19. Bahkan, warga sampai menutup akses jalan menuju pemakanan yang berada di kawasan Gebang Tengah. Masyarakat setempat menyebut pemakaman itu dengan Pemakaman Glintongan.

Dari depan, lokasi pemakaman ini berada di depan Jalan Kaca Piring, Kelurahan Patrang. Namun, dibagian belakang,kuburan itu dapat diakses melalui jalan yang masuk ke dalam kawasan Perumahan Griya Gebang Permai. Akses dari belakang inilah yang saat ini ditutup oleh masyarakat. Hanya ada satu rumah yang beradadi dalam pagar pembatas tersebut.

Rumah tersebut milik seorang perempuan paruh baya bernama Wahyu. Wahyu menuturkan, penutupan akses menuju pemakaman itu dilakukan berdasarkan kesepakatan pemilik tanah dan warga setempat. Wahyu mengklaim, penutupan jalan menuju makam itu bukan berarti pelarangan untuk melewati jalan tersebut. Namun, menurutnya, karena jalan yang digunakan tidaklah sesuai. “Bukannya tidak boleh. Karena memang jalannya tidak sesuai,” ungkapnya, kemarin (12/8).

Selain itu, warga setempat menyatakan pemakaman yang dilakukan itu terkesan sembunyi-sembunyi. Sebab,  biasanya dilakukan pada pukul 22.00 hingga dini hari. Intensitas pemakaman yang dilakukan juga cukup sering. Dalam satu hari kadang bisa mencapai lebih dari dua jenazah.Ditambah lagi, banyak jenazah yang dimakamkan domisilinya bukan wilayah Patrang. “Kemarin yang dimakamkan orang yang rumahnya di belakang Matahari (mall, Red). Itu kan bukan daerah atau warga yang domisilinya disini,” ungkap salah satu warga yang rumahnya berada di depan pagar penutup jalan.

Kerapnya pemakaman itu oleh warga dianggap tidak wajar sehingga membuat mereka khawatir. Kekhawatiran itu tidak hanya sifatnya psikologis, tapi juga ketersediaan lahan makam untuk masyarakat setempat. “Kannakutin kalau pemakamannya kayak gitu.Kayaksembunyi-sembunyi. Bahkan rumah pojok yang terletak di barat sampek mau pindah,” tutur warga tersebut.

GEBANG, RADARJEMBER.ID – Sudah sekitar dua minggu belakangan, warga Karang Klatak, Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang, menolak pemakaman jenazah Covid-19. Bahkan, warga sampai menutup akses jalan menuju pemakanan yang berada di kawasan Gebang Tengah. Masyarakat setempat menyebut pemakaman itu dengan Pemakaman Glintongan.

Dari depan, lokasi pemakaman ini berada di depan Jalan Kaca Piring, Kelurahan Patrang. Namun, dibagian belakang,kuburan itu dapat diakses melalui jalan yang masuk ke dalam kawasan Perumahan Griya Gebang Permai. Akses dari belakang inilah yang saat ini ditutup oleh masyarakat. Hanya ada satu rumah yang beradadi dalam pagar pembatas tersebut.

Rumah tersebut milik seorang perempuan paruh baya bernama Wahyu. Wahyu menuturkan, penutupan akses menuju pemakaman itu dilakukan berdasarkan kesepakatan pemilik tanah dan warga setempat. Wahyu mengklaim, penutupan jalan menuju makam itu bukan berarti pelarangan untuk melewati jalan tersebut. Namun, menurutnya, karena jalan yang digunakan tidaklah sesuai. “Bukannya tidak boleh. Karena memang jalannya tidak sesuai,” ungkapnya, kemarin (12/8).

Selain itu, warga setempat menyatakan pemakaman yang dilakukan itu terkesan sembunyi-sembunyi. Sebab,  biasanya dilakukan pada pukul 22.00 hingga dini hari. Intensitas pemakaman yang dilakukan juga cukup sering. Dalam satu hari kadang bisa mencapai lebih dari dua jenazah.Ditambah lagi, banyak jenazah yang dimakamkan domisilinya bukan wilayah Patrang. “Kemarin yang dimakamkan orang yang rumahnya di belakang Matahari (mall, Red). Itu kan bukan daerah atau warga yang domisilinya disini,” ungkap salah satu warga yang rumahnya berada di depan pagar penutup jalan.

Kerapnya pemakaman itu oleh warga dianggap tidak wajar sehingga membuat mereka khawatir. Kekhawatiran itu tidak hanya sifatnya psikologis, tapi juga ketersediaan lahan makam untuk masyarakat setempat. “Kannakutin kalau pemakamannya kayak gitu.Kayaksembunyi-sembunyi. Bahkan rumah pojok yang terletak di barat sampek mau pindah,” tutur warga tersebut.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/