alexametrics
23 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

ASI Cegah Bayi Ringkih

Cakupan Busui Eksklusif Tak Sampai 100 Persen

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pada 1-7 Agustus menjadi peringatan Hari Air Susu Ibu (ASI) sedunia atau disebut dengan World Breastfeeding Week. Selama sepekan, momen peringatan Hari ASI tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ASI untuk tumbuh kembang buah hati.

Walau secara alamiah naluri ibu ingin memberikan terbaik buah hatinya dengan ASI, tapi tidak sedikit ASI menjadi problem ibu setelah melahirkan. Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dari profil Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember menunjukkan, pemberian asi eksklusif usia 0-6 bulan, tidak seratus persen ibu memberikannya.

Diketahui, cakupan bayi mendapatkan ASI eksklusif sebesar 84,56 persen pada 2018, sementara pada tahun sebelumnya 2017 sedikit lebih tinggi yaitu 84,96 persen. Angka tersebut telah melebih target yang ditetapkan yakni 80 persen.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim menunjukan, rata-rata pemberian ASI pada anak di bawah usia 2 tahun atau 0-23 bulan di Jember pada 2017 sebesar 10,23 bulan. Sedangkan di tingkat Jatim, rata-rata pemberian ASI sedikit lebih tinggi dari Jember yaitu 10,42 bulan pada tahun yang sama.

dr Ali Shodikin Sp A mengatakan, tantangan ibu memberikan ASI kepada buah hati begitu beragam tidak seperti dulu. Di mana ibu sekarang juga banyak yang memilih bekerja atau wanita karir. Walau ada solusinya, yaitu dengan memakai pompa, tapi ada persepsi di masyarakat kualitas ASI pompa itu sangat jauh berbeda dengan memberikan ASI langsung lewat puting.

Terkait perihal tersebut, dokter spesialis anak ini menjelaskan, ASI pompa dengan ASI langsung tidak ada bedanya. Asalkan disimpan dengan tepat dan kualitasnya sama saja. Hal yang paling membedakan, tambah dia, kurangnya sisi emosional dan kasih sayang saat memberikan ASI langsung. “Rasa emosional dan kasih sayang itu tidak didapat dalam ASI pompa yang diberikan melalui botol,” tuturnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pada 1-7 Agustus menjadi peringatan Hari Air Susu Ibu (ASI) sedunia atau disebut dengan World Breastfeeding Week. Selama sepekan, momen peringatan Hari ASI tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ASI untuk tumbuh kembang buah hati.

Walau secara alamiah naluri ibu ingin memberikan terbaik buah hatinya dengan ASI, tapi tidak sedikit ASI menjadi problem ibu setelah melahirkan. Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dari profil Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember menunjukkan, pemberian asi eksklusif usia 0-6 bulan, tidak seratus persen ibu memberikannya.

Diketahui, cakupan bayi mendapatkan ASI eksklusif sebesar 84,56 persen pada 2018, sementara pada tahun sebelumnya 2017 sedikit lebih tinggi yaitu 84,96 persen. Angka tersebut telah melebih target yang ditetapkan yakni 80 persen.

Sementara itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim menunjukan, rata-rata pemberian ASI pada anak di bawah usia 2 tahun atau 0-23 bulan di Jember pada 2017 sebesar 10,23 bulan. Sedangkan di tingkat Jatim, rata-rata pemberian ASI sedikit lebih tinggi dari Jember yaitu 10,42 bulan pada tahun yang sama.

dr Ali Shodikin Sp A mengatakan, tantangan ibu memberikan ASI kepada buah hati begitu beragam tidak seperti dulu. Di mana ibu sekarang juga banyak yang memilih bekerja atau wanita karir. Walau ada solusinya, yaitu dengan memakai pompa, tapi ada persepsi di masyarakat kualitas ASI pompa itu sangat jauh berbeda dengan memberikan ASI langsung lewat puting.

Terkait perihal tersebut, dokter spesialis anak ini menjelaskan, ASI pompa dengan ASI langsung tidak ada bedanya. Asalkan disimpan dengan tepat dan kualitasnya sama saja. Hal yang paling membedakan, tambah dia, kurangnya sisi emosional dan kasih sayang saat memberikan ASI langsung. “Rasa emosional dan kasih sayang itu tidak didapat dalam ASI pompa yang diberikan melalui botol,” tuturnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pada 1-7 Agustus menjadi peringatan Hari Air Susu Ibu (ASI) sedunia atau disebut dengan World Breastfeeding Week. Selama sepekan, momen peringatan Hari ASI tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ASI untuk tumbuh kembang buah hati.

Walau secara alamiah naluri ibu ingin memberikan terbaik buah hatinya dengan ASI, tapi tidak sedikit ASI menjadi problem ibu setelah melahirkan. Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dari profil Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember menunjukkan, pemberian asi eksklusif usia 0-6 bulan, tidak seratus persen ibu memberikannya.

Diketahui, cakupan bayi mendapatkan ASI eksklusif sebesar 84,56 persen pada 2018, sementara pada tahun sebelumnya 2017 sedikit lebih tinggi yaitu 84,96 persen. Angka tersebut telah melebih target yang ditetapkan yakni 80 persen.

Sementara itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim menunjukan, rata-rata pemberian ASI pada anak di bawah usia 2 tahun atau 0-23 bulan di Jember pada 2017 sebesar 10,23 bulan. Sedangkan di tingkat Jatim, rata-rata pemberian ASI sedikit lebih tinggi dari Jember yaitu 10,42 bulan pada tahun yang sama.

dr Ali Shodikin Sp A mengatakan, tantangan ibu memberikan ASI kepada buah hati begitu beragam tidak seperti dulu. Di mana ibu sekarang juga banyak yang memilih bekerja atau wanita karir. Walau ada solusinya, yaitu dengan memakai pompa, tapi ada persepsi di masyarakat kualitas ASI pompa itu sangat jauh berbeda dengan memberikan ASI langsung lewat puting.

Terkait perihal tersebut, dokter spesialis anak ini menjelaskan, ASI pompa dengan ASI langsung tidak ada bedanya. Asalkan disimpan dengan tepat dan kualitasnya sama saja. Hal yang paling membedakan, tambah dia, kurangnya sisi emosional dan kasih sayang saat memberikan ASI langsung. “Rasa emosional dan kasih sayang itu tidak didapat dalam ASI pompa yang diberikan melalui botol,” tuturnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/