alexametrics
28.4 C
Jember
Monday, 27 June 2022

Wabup Imbau Warga Gunakan Jalur Legal untuk Bekerja di Luar Negeri

Mobile_AP_Rectangle 1

Wabup mengungkapkan, kendala dalam pemulangan jenazah Sumhadi adalah soal administrasi. Sebab, Sumhadi menjadi TKI secara ilegal.

Seperti juga dialami M Ilham. Jenazah pria yang juga asal Kecamatan Sumberbaru ini sudah setengah bulan lebih ada di Malaysia.

“Sampai saat ini masih dalam proses administrasi untuk kepulangannya,” ungkap wabup.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pemerintah Kabupaten Jember juga masih menyelesaikan biaya rumah sakit yang cukup besar, denda dari Pemerintah Malaysia terkait status ilegal M Ilham.

“Pemkab Jember secepatnya akan memproses kepulangan jenazahnya,” tutur pria yang menjadi pengasuh Pondok Pesantren AL Falah Silo ini kepada wartawan.

Sementara Hasim mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang ikut memulangkan jenazah keponakannya, Sumhadi.

“Terimakasih banyak untuk Pemerintah Kabupaten Jember, utamanya Bupati dan Wabup, juga semua yang ikut membantu kepulangan jenazah Matjuri,” ucapnya kepada wartawan.

Ia mengakui apabila Pemkab Jember tidak mengurusi administrasi kepulangan Matjuri, niscaya jenazah keponakannya itu bisa pulang ke tanah air. “Tanpa dukungan beliau, tidak mungkin jenazah Matjuri sampai ke tanah air,” pungkasnya.

- Advertisement -

Wabup mengungkapkan, kendala dalam pemulangan jenazah Sumhadi adalah soal administrasi. Sebab, Sumhadi menjadi TKI secara ilegal.

Seperti juga dialami M Ilham. Jenazah pria yang juga asal Kecamatan Sumberbaru ini sudah setengah bulan lebih ada di Malaysia.

“Sampai saat ini masih dalam proses administrasi untuk kepulangannya,” ungkap wabup.

Pemerintah Kabupaten Jember juga masih menyelesaikan biaya rumah sakit yang cukup besar, denda dari Pemerintah Malaysia terkait status ilegal M Ilham.

“Pemkab Jember secepatnya akan memproses kepulangan jenazahnya,” tutur pria yang menjadi pengasuh Pondok Pesantren AL Falah Silo ini kepada wartawan.

Sementara Hasim mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang ikut memulangkan jenazah keponakannya, Sumhadi.

“Terimakasih banyak untuk Pemerintah Kabupaten Jember, utamanya Bupati dan Wabup, juga semua yang ikut membantu kepulangan jenazah Matjuri,” ucapnya kepada wartawan.

Ia mengakui apabila Pemkab Jember tidak mengurusi administrasi kepulangan Matjuri, niscaya jenazah keponakannya itu bisa pulang ke tanah air. “Tanpa dukungan beliau, tidak mungkin jenazah Matjuri sampai ke tanah air,” pungkasnya.

Wabup mengungkapkan, kendala dalam pemulangan jenazah Sumhadi adalah soal administrasi. Sebab, Sumhadi menjadi TKI secara ilegal.

Seperti juga dialami M Ilham. Jenazah pria yang juga asal Kecamatan Sumberbaru ini sudah setengah bulan lebih ada di Malaysia.

“Sampai saat ini masih dalam proses administrasi untuk kepulangannya,” ungkap wabup.

Pemerintah Kabupaten Jember juga masih menyelesaikan biaya rumah sakit yang cukup besar, denda dari Pemerintah Malaysia terkait status ilegal M Ilham.

“Pemkab Jember secepatnya akan memproses kepulangan jenazahnya,” tutur pria yang menjadi pengasuh Pondok Pesantren AL Falah Silo ini kepada wartawan.

Sementara Hasim mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang ikut memulangkan jenazah keponakannya, Sumhadi.

“Terimakasih banyak untuk Pemerintah Kabupaten Jember, utamanya Bupati dan Wabup, juga semua yang ikut membantu kepulangan jenazah Matjuri,” ucapnya kepada wartawan.

Ia mengakui apabila Pemkab Jember tidak mengurusi administrasi kepulangan Matjuri, niscaya jenazah keponakannya itu bisa pulang ke tanah air. “Tanpa dukungan beliau, tidak mungkin jenazah Matjuri sampai ke tanah air,” pungkasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/