alexametrics
24.1 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Ambil Batu Sendiri untuk Mengecor Rumah

Mobile_AP_Rectangle 1

RADAR JEMBER.ID – Siyanto, warga lingkungan Bengawan Solo, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari, nekat mencari batu di Sungai Bedadung. Batu berukuran mini atau dikenal dengan sebutan krakal itu sengaja dipungut untuk dijadikan bahan pengecoran pada rumah tempat tinggalnya.

Pria 50 tahun ini mengaku sengaja memungut batu di sungai karena volume pengecoran yang akan dibangun hanya sedikit. “Hanya butuh dua sak. Daripada beli, saya ambil saja di sini,” ucapnya sambil memasukkan batu ke dalam sak yang telah disiapkan.

Selama ini, kata dia, di Sungai Bedadung, tepatnya di bawah Jembatan Semanggi, tidak ada penambangan batu pasir yang dilakukan seseorang secara masif. Hanya saja, apabila ada pesanan, biasanya warga memungutnya menggunakan sak. “Kalau ambil banyak, selama ini belum ada, hanya pakai sak,” pungkasnya. (*)

- Advertisement -

RADAR JEMBER.ID – Siyanto, warga lingkungan Bengawan Solo, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari, nekat mencari batu di Sungai Bedadung. Batu berukuran mini atau dikenal dengan sebutan krakal itu sengaja dipungut untuk dijadikan bahan pengecoran pada rumah tempat tinggalnya.

Pria 50 tahun ini mengaku sengaja memungut batu di sungai karena volume pengecoran yang akan dibangun hanya sedikit. “Hanya butuh dua sak. Daripada beli, saya ambil saja di sini,” ucapnya sambil memasukkan batu ke dalam sak yang telah disiapkan.

Selama ini, kata dia, di Sungai Bedadung, tepatnya di bawah Jembatan Semanggi, tidak ada penambangan batu pasir yang dilakukan seseorang secara masif. Hanya saja, apabila ada pesanan, biasanya warga memungutnya menggunakan sak. “Kalau ambil banyak, selama ini belum ada, hanya pakai sak,” pungkasnya. (*)

RADAR JEMBER.ID – Siyanto, warga lingkungan Bengawan Solo, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari, nekat mencari batu di Sungai Bedadung. Batu berukuran mini atau dikenal dengan sebutan krakal itu sengaja dipungut untuk dijadikan bahan pengecoran pada rumah tempat tinggalnya.

Pria 50 tahun ini mengaku sengaja memungut batu di sungai karena volume pengecoran yang akan dibangun hanya sedikit. “Hanya butuh dua sak. Daripada beli, saya ambil saja di sini,” ucapnya sambil memasukkan batu ke dalam sak yang telah disiapkan.

Selama ini, kata dia, di Sungai Bedadung, tepatnya di bawah Jembatan Semanggi, tidak ada penambangan batu pasir yang dilakukan seseorang secara masif. Hanya saja, apabila ada pesanan, biasanya warga memungutnya menggunakan sak. “Kalau ambil banyak, selama ini belum ada, hanya pakai sak,” pungkasnya. (*)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/