alexametrics
27.8 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

Harus Kontrol Makanan Pembuka Puasa

Mobile_AP_Rectangle 1

Baru sisanya, 1/3 dari kebutuhan kalori dalam satu hari bisa dipenuhi saat waktu sahur. Ahli Gizi lulusan Diploma 4 Poltekes Malang itu meruntutkan pembagian waktu makan yang bisa dilakukan saat puasa. “Terbagi setelah shalat Magrib, Isya, dan waktu sahur,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Yang terpenting dalam hal ini juga kecakapan dalam mengatur komposisi makanan serta cara pengolahannya. Asupan yang diperbanyak seharusnya serat dan protein. Sumber lemak bisa dipilih dari bahan makanan yang sehat atau lemak tidak jenuh. Seperti ikan laut dan daging merah. “Lemak tidak melebihi 1/3 dari total kebutuhan kalori,” tambah Farida.

Guna mengantisipasi adanya lemak jenuh dalam tubuh, dia mengatakan, agar tidak terlalu banyak makan gorengan. Jika ingin menggoreng, bisa disiasati pada salah satu menu makanan saja. “Yang lain bisa dikukus atau dibakar. Hal ini untuk mengurangi timbunan lemak dalam tubuh,” pungkasnya. (Mg8/c2/bud)

Mobile_AP_Rectangle 2

 

- Advertisement -

Baru sisanya, 1/3 dari kebutuhan kalori dalam satu hari bisa dipenuhi saat waktu sahur. Ahli Gizi lulusan Diploma 4 Poltekes Malang itu meruntutkan pembagian waktu makan yang bisa dilakukan saat puasa. “Terbagi setelah shalat Magrib, Isya, dan waktu sahur,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Yang terpenting dalam hal ini juga kecakapan dalam mengatur komposisi makanan serta cara pengolahannya. Asupan yang diperbanyak seharusnya serat dan protein. Sumber lemak bisa dipilih dari bahan makanan yang sehat atau lemak tidak jenuh. Seperti ikan laut dan daging merah. “Lemak tidak melebihi 1/3 dari total kebutuhan kalori,” tambah Farida.

Guna mengantisipasi adanya lemak jenuh dalam tubuh, dia mengatakan, agar tidak terlalu banyak makan gorengan. Jika ingin menggoreng, bisa disiasati pada salah satu menu makanan saja. “Yang lain bisa dikukus atau dibakar. Hal ini untuk mengurangi timbunan lemak dalam tubuh,” pungkasnya. (Mg8/c2/bud)

 

Baru sisanya, 1/3 dari kebutuhan kalori dalam satu hari bisa dipenuhi saat waktu sahur. Ahli Gizi lulusan Diploma 4 Poltekes Malang itu meruntutkan pembagian waktu makan yang bisa dilakukan saat puasa. “Terbagi setelah shalat Magrib, Isya, dan waktu sahur,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Yang terpenting dalam hal ini juga kecakapan dalam mengatur komposisi makanan serta cara pengolahannya. Asupan yang diperbanyak seharusnya serat dan protein. Sumber lemak bisa dipilih dari bahan makanan yang sehat atau lemak tidak jenuh. Seperti ikan laut dan daging merah. “Lemak tidak melebihi 1/3 dari total kebutuhan kalori,” tambah Farida.

Guna mengantisipasi adanya lemak jenuh dalam tubuh, dia mengatakan, agar tidak terlalu banyak makan gorengan. Jika ingin menggoreng, bisa disiasati pada salah satu menu makanan saja. “Yang lain bisa dikukus atau dibakar. Hal ini untuk mengurangi timbunan lemak dalam tubuh,” pungkasnya. (Mg8/c2/bud)

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/