alexametrics
24.9 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Saat Bupati Jajal Nasi Keselan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bagi warga yang biasa pergi ke hutan, nasi keselan menjadi salah satu makanan yang kerap dibawa. Sebab, kuliner ini bisa bertahan dua hingga tiga hari. Karena penasaran, Bupati Jember Hendy Siswanto pun mencicipinya ketika berkunjung ke Dusun Mandilis, Desa Sanenrejo, Kecamatan Tempurejo.

Nasi keselan dimasak dengan cukup unik. Proses memasaknya, beras dibungkus dengan daun lalu dimasukkan ke dalam batang bambu, kemudian dibakar. Makanan ini dibuat jika ada warga yang hendak bekerja di dalam hutan dalam waktu yang cukup lama. Apalagi porsinya pun cukup besar. Satu porsi bisa dikonsumsi hingga tiga orang.

Hendy mengaku cukup terkesan dengan kreativitas warganya. Selain untuk makanan pekerja hutan, dia ingin nasi ini menjadi salah satu menu khas yang bisa disajikan jika ada tamu yang berkunjung ke Bendungan Dam Rejo (BDR).

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bagi warga yang biasa pergi ke hutan, nasi keselan menjadi salah satu makanan yang kerap dibawa. Sebab, kuliner ini bisa bertahan dua hingga tiga hari. Karena penasaran, Bupati Jember Hendy Siswanto pun mencicipinya ketika berkunjung ke Dusun Mandilis, Desa Sanenrejo, Kecamatan Tempurejo.

Nasi keselan dimasak dengan cukup unik. Proses memasaknya, beras dibungkus dengan daun lalu dimasukkan ke dalam batang bambu, kemudian dibakar. Makanan ini dibuat jika ada warga yang hendak bekerja di dalam hutan dalam waktu yang cukup lama. Apalagi porsinya pun cukup besar. Satu porsi bisa dikonsumsi hingga tiga orang.

Hendy mengaku cukup terkesan dengan kreativitas warganya. Selain untuk makanan pekerja hutan, dia ingin nasi ini menjadi salah satu menu khas yang bisa disajikan jika ada tamu yang berkunjung ke Bendungan Dam Rejo (BDR).

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bagi warga yang biasa pergi ke hutan, nasi keselan menjadi salah satu makanan yang kerap dibawa. Sebab, kuliner ini bisa bertahan dua hingga tiga hari. Karena penasaran, Bupati Jember Hendy Siswanto pun mencicipinya ketika berkunjung ke Dusun Mandilis, Desa Sanenrejo, Kecamatan Tempurejo.

Nasi keselan dimasak dengan cukup unik. Proses memasaknya, beras dibungkus dengan daun lalu dimasukkan ke dalam batang bambu, kemudian dibakar. Makanan ini dibuat jika ada warga yang hendak bekerja di dalam hutan dalam waktu yang cukup lama. Apalagi porsinya pun cukup besar. Satu porsi bisa dikonsumsi hingga tiga orang.

Hendy mengaku cukup terkesan dengan kreativitas warganya. Selain untuk makanan pekerja hutan, dia ingin nasi ini menjadi salah satu menu khas yang bisa disajikan jika ada tamu yang berkunjung ke Bendungan Dam Rejo (BDR).

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/