alexametrics
30.3 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Dua Kubu Adu Kekuatan

KONI vs Cabor Pengusung Musorkablub

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Isu Musyawarah Cabang Olahraga Luar Biasa (Musorkablub) di tubuh KONI kian menghangat. KONI Jember mendadak menggelar rapat kerja verifikasi cabor di Gedung Serbaguna Sekretariat KONI Jember, kemarin (12/4) siang. Di waktu bersamaan, cabor yang inginkan Musorkablub dengan nakhoda Tim Sembilan juga melakukan pertemuan di salah satu rumah makan daerah Sukorambi. Siapa yang lebih kuat, KONI atau cabor?

Ketua Tim Sembilan Djatmiko mengatakan, rapat ini adalah pertemuan kedua yang telah dilakukan cabor, yang menginginkan Musorkablub setelah berkirim surat ke KONI Jatim. “Kami kirim surat mosi tidak percaya dan inginkan Musorkablub ke KONI Jatim pada 31 Maret kemarin,” jelasnya.

Walau ada 29 cabor yang ingin Musorkablub, namun Djatmiko dan Tim Sembilan lain yang berasal dari berbagai cabor, memahami aturan main dalam menggelar Musorkablub. Dalam AD/ART KONI dijelaskan, 2/3 dari jumlah cabor setuju, maka berhak mengajukan Musorkablub. Walau cabor sudah mosi tidak percaya ke KONI Jember, bukan berarti cabor seenaknya sendiri menggelar Musorkablub. “Karena kami ini orang berpendidikan dan organisasi, maka kami paham aturan main organisasi, yaitu adanya AD/ART,” paparnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Bila KONI Jember tidak mau menggelar Musorkablub, maka dalam waktu 30 hari anggota pengusul atau cabor pengusul tersebut dapat menggelar Musorkablub. “Kurang 18 hari lagi (19 hari, Red). Bila KONI Jember tidak melaksanakan Musorkablub, maka cabor pengusul akan menggelarnya,” paparnya.

Kekecewaan cabor ini karena merosotnya prestasi ontingen Jember di Pekan Olahraga Provinsi (Poprov) 2019 lalu. Dan mereka tidak ingin preseden itu kembali terjadi pada Porprov 2022 mendatang. Mengingat, Jember sebagai tuan rumah. Selain itu, selama tiga tahun berturut-turut, KONI Jember juga tidak menggelar rapat kerja kabupaten (rakerkab) yang lebih familier disebut rapat kerja anggota tahunan.

Sementara itu, Ketua Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti) Jember, yang juga anggota Tim Sembilan, Soetriono menilai, yang berhak melakukan verifikasi keabsahan cabor, termasuk pimpinannya, bukanlah KONI. Melainkan induk organisasinya yang lebih tinggi. “Verifikasi cabor dari KONI itu kurang tepat. Karena kami cabor ada garis vertikalnya ke atas, yaitu pemprov ataupun di pengurus pusat. KONI itu hanya koordinator cabor saja,” ujarnya.

Oleh karena itu, menurut dia, bila KONI melakukan verifikasi cabor sendiri, juga perlu dipertanyakan keabsahannya.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember pada pertemuan di Sukorambi tersebut, ada 24 cabor yang hadir dari 29 cabor yang mengusung Musorkablub. Cabor yang hadir di antaranya Ketua PAMI (atletik master), pelatih PASI (atletik), sekum cabor futsal, Ketua POBSI (biliar), Ketua Perbakin (menembak), Sekum Forki (karate), Ketua PSSI (sepak bola), dan Ketua Percasi (catur).

Tak hanya itu, juga hadir Ketua PSTI (sepak takraw), Wakil Ketua PBSI (bulu tangkis), Ketua MI (muay thai), Ketua FOPI (pentaque), Ketua Perkemi (kempo), Ketua IPSI (silat), Ketua FPTI (panjat tebing), Ketua KBI (kick boxing), Ketua Harian Gabsi (brigde), Pelatih PBVSI (voli), Ketua Pertina (tinju), Ketua FAJI (arung jeram), Ketua Persani (senam), Ketua PGSI (gulat), serta pengurus PRSI (renang).

Sementara itu, cabor yang dikonfirmasi izin tidak hadir, di antaranya adalah Kodrat (tarung derajat), Perbasi (basket), dan PGI (golf). “Kalau basket, ketuanya izin karena orang tuanya sedang sakit di Surabaya,” ucap Rendra Wirawan, Ketua Perkemi Jember, yang juga rekan dekat Ketua Perbasi Jember, yaitu Rizal.

Sekretaris Umum KONI Jember Ardhianto Oky Wijaya yang mendukung agenda Musorkablub itu menuturkan, untuk Ketua Kodrat menginformasi izin karena masih ada perkuliahan.

Sekretaris Umum Forki Jember Siswandi mengatakan, ia datang ke rapat yang digelar Tim Sembilan karena telah mendapatkan mandat Ketua Forki Jember. Pihaknya memilih tidak hadir dalam rapat yang dilaksanakan KONI Jember. Baginya, cabor sudah menyatakan mosi tidak percaya kepada KONI, sehingga hanya ingin datang bila KONI Jember menggelar Musorkablub, selebihnya tidak.

 

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Isu Musyawarah Cabang Olahraga Luar Biasa (Musorkablub) di tubuh KONI kian menghangat. KONI Jember mendadak menggelar rapat kerja verifikasi cabor di Gedung Serbaguna Sekretariat KONI Jember, kemarin (12/4) siang. Di waktu bersamaan, cabor yang inginkan Musorkablub dengan nakhoda Tim Sembilan juga melakukan pertemuan di salah satu rumah makan daerah Sukorambi. Siapa yang lebih kuat, KONI atau cabor?

Ketua Tim Sembilan Djatmiko mengatakan, rapat ini adalah pertemuan kedua yang telah dilakukan cabor, yang menginginkan Musorkablub setelah berkirim surat ke KONI Jatim. “Kami kirim surat mosi tidak percaya dan inginkan Musorkablub ke KONI Jatim pada 31 Maret kemarin,” jelasnya.

Walau ada 29 cabor yang ingin Musorkablub, namun Djatmiko dan Tim Sembilan lain yang berasal dari berbagai cabor, memahami aturan main dalam menggelar Musorkablub. Dalam AD/ART KONI dijelaskan, 2/3 dari jumlah cabor setuju, maka berhak mengajukan Musorkablub. Walau cabor sudah mosi tidak percaya ke KONI Jember, bukan berarti cabor seenaknya sendiri menggelar Musorkablub. “Karena kami ini orang berpendidikan dan organisasi, maka kami paham aturan main organisasi, yaitu adanya AD/ART,” paparnya.

Bila KONI Jember tidak mau menggelar Musorkablub, maka dalam waktu 30 hari anggota pengusul atau cabor pengusul tersebut dapat menggelar Musorkablub. “Kurang 18 hari lagi (19 hari, Red). Bila KONI Jember tidak melaksanakan Musorkablub, maka cabor pengusul akan menggelarnya,” paparnya.

Kekecewaan cabor ini karena merosotnya prestasi ontingen Jember di Pekan Olahraga Provinsi (Poprov) 2019 lalu. Dan mereka tidak ingin preseden itu kembali terjadi pada Porprov 2022 mendatang. Mengingat, Jember sebagai tuan rumah. Selain itu, selama tiga tahun berturut-turut, KONI Jember juga tidak menggelar rapat kerja kabupaten (rakerkab) yang lebih familier disebut rapat kerja anggota tahunan.

Sementara itu, Ketua Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti) Jember, yang juga anggota Tim Sembilan, Soetriono menilai, yang berhak melakukan verifikasi keabsahan cabor, termasuk pimpinannya, bukanlah KONI. Melainkan induk organisasinya yang lebih tinggi. “Verifikasi cabor dari KONI itu kurang tepat. Karena kami cabor ada garis vertikalnya ke atas, yaitu pemprov ataupun di pengurus pusat. KONI itu hanya koordinator cabor saja,” ujarnya.

Oleh karena itu, menurut dia, bila KONI melakukan verifikasi cabor sendiri, juga perlu dipertanyakan keabsahannya.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember pada pertemuan di Sukorambi tersebut, ada 24 cabor yang hadir dari 29 cabor yang mengusung Musorkablub. Cabor yang hadir di antaranya Ketua PAMI (atletik master), pelatih PASI (atletik), sekum cabor futsal, Ketua POBSI (biliar), Ketua Perbakin (menembak), Sekum Forki (karate), Ketua PSSI (sepak bola), dan Ketua Percasi (catur).

Tak hanya itu, juga hadir Ketua PSTI (sepak takraw), Wakil Ketua PBSI (bulu tangkis), Ketua MI (muay thai), Ketua FOPI (pentaque), Ketua Perkemi (kempo), Ketua IPSI (silat), Ketua FPTI (panjat tebing), Ketua KBI (kick boxing), Ketua Harian Gabsi (brigde), Pelatih PBVSI (voli), Ketua Pertina (tinju), Ketua FAJI (arung jeram), Ketua Persani (senam), Ketua PGSI (gulat), serta pengurus PRSI (renang).

Sementara itu, cabor yang dikonfirmasi izin tidak hadir, di antaranya adalah Kodrat (tarung derajat), Perbasi (basket), dan PGI (golf). “Kalau basket, ketuanya izin karena orang tuanya sedang sakit di Surabaya,” ucap Rendra Wirawan, Ketua Perkemi Jember, yang juga rekan dekat Ketua Perbasi Jember, yaitu Rizal.

Sekretaris Umum KONI Jember Ardhianto Oky Wijaya yang mendukung agenda Musorkablub itu menuturkan, untuk Ketua Kodrat menginformasi izin karena masih ada perkuliahan.

Sekretaris Umum Forki Jember Siswandi mengatakan, ia datang ke rapat yang digelar Tim Sembilan karena telah mendapatkan mandat Ketua Forki Jember. Pihaknya memilih tidak hadir dalam rapat yang dilaksanakan KONI Jember. Baginya, cabor sudah menyatakan mosi tidak percaya kepada KONI, sehingga hanya ingin datang bila KONI Jember menggelar Musorkablub, selebihnya tidak.

 

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Isu Musyawarah Cabang Olahraga Luar Biasa (Musorkablub) di tubuh KONI kian menghangat. KONI Jember mendadak menggelar rapat kerja verifikasi cabor di Gedung Serbaguna Sekretariat KONI Jember, kemarin (12/4) siang. Di waktu bersamaan, cabor yang inginkan Musorkablub dengan nakhoda Tim Sembilan juga melakukan pertemuan di salah satu rumah makan daerah Sukorambi. Siapa yang lebih kuat, KONI atau cabor?

Ketua Tim Sembilan Djatmiko mengatakan, rapat ini adalah pertemuan kedua yang telah dilakukan cabor, yang menginginkan Musorkablub setelah berkirim surat ke KONI Jatim. “Kami kirim surat mosi tidak percaya dan inginkan Musorkablub ke KONI Jatim pada 31 Maret kemarin,” jelasnya.

Walau ada 29 cabor yang ingin Musorkablub, namun Djatmiko dan Tim Sembilan lain yang berasal dari berbagai cabor, memahami aturan main dalam menggelar Musorkablub. Dalam AD/ART KONI dijelaskan, 2/3 dari jumlah cabor setuju, maka berhak mengajukan Musorkablub. Walau cabor sudah mosi tidak percaya ke KONI Jember, bukan berarti cabor seenaknya sendiri menggelar Musorkablub. “Karena kami ini orang berpendidikan dan organisasi, maka kami paham aturan main organisasi, yaitu adanya AD/ART,” paparnya.

Bila KONI Jember tidak mau menggelar Musorkablub, maka dalam waktu 30 hari anggota pengusul atau cabor pengusul tersebut dapat menggelar Musorkablub. “Kurang 18 hari lagi (19 hari, Red). Bila KONI Jember tidak melaksanakan Musorkablub, maka cabor pengusul akan menggelarnya,” paparnya.

Kekecewaan cabor ini karena merosotnya prestasi ontingen Jember di Pekan Olahraga Provinsi (Poprov) 2019 lalu. Dan mereka tidak ingin preseden itu kembali terjadi pada Porprov 2022 mendatang. Mengingat, Jember sebagai tuan rumah. Selain itu, selama tiga tahun berturut-turut, KONI Jember juga tidak menggelar rapat kerja kabupaten (rakerkab) yang lebih familier disebut rapat kerja anggota tahunan.

Sementara itu, Ketua Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti) Jember, yang juga anggota Tim Sembilan, Soetriono menilai, yang berhak melakukan verifikasi keabsahan cabor, termasuk pimpinannya, bukanlah KONI. Melainkan induk organisasinya yang lebih tinggi. “Verifikasi cabor dari KONI itu kurang tepat. Karena kami cabor ada garis vertikalnya ke atas, yaitu pemprov ataupun di pengurus pusat. KONI itu hanya koordinator cabor saja,” ujarnya.

Oleh karena itu, menurut dia, bila KONI melakukan verifikasi cabor sendiri, juga perlu dipertanyakan keabsahannya.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember pada pertemuan di Sukorambi tersebut, ada 24 cabor yang hadir dari 29 cabor yang mengusung Musorkablub. Cabor yang hadir di antaranya Ketua PAMI (atletik master), pelatih PASI (atletik), sekum cabor futsal, Ketua POBSI (biliar), Ketua Perbakin (menembak), Sekum Forki (karate), Ketua PSSI (sepak bola), dan Ketua Percasi (catur).

Tak hanya itu, juga hadir Ketua PSTI (sepak takraw), Wakil Ketua PBSI (bulu tangkis), Ketua MI (muay thai), Ketua FOPI (pentaque), Ketua Perkemi (kempo), Ketua IPSI (silat), Ketua FPTI (panjat tebing), Ketua KBI (kick boxing), Ketua Harian Gabsi (brigde), Pelatih PBVSI (voli), Ketua Pertina (tinju), Ketua FAJI (arung jeram), Ketua Persani (senam), Ketua PGSI (gulat), serta pengurus PRSI (renang).

Sementara itu, cabor yang dikonfirmasi izin tidak hadir, di antaranya adalah Kodrat (tarung derajat), Perbasi (basket), dan PGI (golf). “Kalau basket, ketuanya izin karena orang tuanya sedang sakit di Surabaya,” ucap Rendra Wirawan, Ketua Perkemi Jember, yang juga rekan dekat Ketua Perbasi Jember, yaitu Rizal.

Sekretaris Umum KONI Jember Ardhianto Oky Wijaya yang mendukung agenda Musorkablub itu menuturkan, untuk Ketua Kodrat menginformasi izin karena masih ada perkuliahan.

Sekretaris Umum Forki Jember Siswandi mengatakan, ia datang ke rapat yang digelar Tim Sembilan karena telah mendapatkan mandat Ketua Forki Jember. Pihaknya memilih tidak hadir dalam rapat yang dilaksanakan KONI Jember. Baginya, cabor sudah menyatakan mosi tidak percaya kepada KONI, sehingga hanya ingin datang bila KONI Jember menggelar Musorkablub, selebihnya tidak.

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/