alexametrics
30.9 C
Jember
Monday, 16 May 2022

TPK Malah Jadi Tempat Nongkrong

Petugas Gabungan Bubarkan Puluhan Muda-mudi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Arahan pemerintah untuk menerapkan physical distancing memang sudah ditegaskan sejak awal tahun ini. Namun, rupanya masih banyak yang enggan melakukannya. Seperti yang tampak di tempat penimbunan kayu (TPK) milik Perhutani di Dusun Pasar Alas, Desa Garahan, Kecamatan Silo, kemarin siang (12/4).

Tempat ini sebenarnya tidak terbuka untuk umum. Namun entah bagaimana, sekelompok anak muda berhasil masuk dan nongkrong di sana. Mereka rata-rata berpasangan dan duduknya juga bergerombol. Kedatangan pasangan anak muda mengendarai sepeda motor masuk ke TPK sejak pukul 09.00.

Petugas gabungan yang sedang melakukan pengecekan pengendara dan penumpang bus dari Banyuwangi dan Bali akhirnya mengobrak-abrik sekelompok anak muda tersebut. Beberapa petugas langsung mendatangi lokasi dengan membawa pengeras suara. Awalnya, beberapa pasangan sempat kabur lebih dulu sebelum petugas datang. Namun, mereka terjebak jalan buntu, dan akhirnya digiring oleh petugas untuk diberi arahan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Bripka Dani Anton Wahyudi, salah satu Bhabinkamtibmas Desa Garahan, Kecamatan Silo, langsung memberi imbauan kepada para remaja ini. “Kalian ini tidak diperbolehkan masuk ke dalam kawasan tempat penimbunan kayu ini. Ini bukan tempat umum. Lokasi ini harus steril dari orang umum, karena ini tempat penimbunan kayu dan sangat berbahaya,” tegasnya.

Padahal, kata dia, selama ini petugas sudah hampir dua pekan melakukan pengecekan masyarakat 24 jam demi mengurangi penyebaran wabah Covid-19. Namun, yang dilakukan anak-anak muda ini benar-benar membuatnya geregetan. “Kalian malah enak-enak kumpul kumpul di suatu tempat yang dilarang masuk lagi,” tambahnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Arahan pemerintah untuk menerapkan physical distancing memang sudah ditegaskan sejak awal tahun ini. Namun, rupanya masih banyak yang enggan melakukannya. Seperti yang tampak di tempat penimbunan kayu (TPK) milik Perhutani di Dusun Pasar Alas, Desa Garahan, Kecamatan Silo, kemarin siang (12/4).

Tempat ini sebenarnya tidak terbuka untuk umum. Namun entah bagaimana, sekelompok anak muda berhasil masuk dan nongkrong di sana. Mereka rata-rata berpasangan dan duduknya juga bergerombol. Kedatangan pasangan anak muda mengendarai sepeda motor masuk ke TPK sejak pukul 09.00.

Petugas gabungan yang sedang melakukan pengecekan pengendara dan penumpang bus dari Banyuwangi dan Bali akhirnya mengobrak-abrik sekelompok anak muda tersebut. Beberapa petugas langsung mendatangi lokasi dengan membawa pengeras suara. Awalnya, beberapa pasangan sempat kabur lebih dulu sebelum petugas datang. Namun, mereka terjebak jalan buntu, dan akhirnya digiring oleh petugas untuk diberi arahan.

Bripka Dani Anton Wahyudi, salah satu Bhabinkamtibmas Desa Garahan, Kecamatan Silo, langsung memberi imbauan kepada para remaja ini. “Kalian ini tidak diperbolehkan masuk ke dalam kawasan tempat penimbunan kayu ini. Ini bukan tempat umum. Lokasi ini harus steril dari orang umum, karena ini tempat penimbunan kayu dan sangat berbahaya,” tegasnya.

Padahal, kata dia, selama ini petugas sudah hampir dua pekan melakukan pengecekan masyarakat 24 jam demi mengurangi penyebaran wabah Covid-19. Namun, yang dilakukan anak-anak muda ini benar-benar membuatnya geregetan. “Kalian malah enak-enak kumpul kumpul di suatu tempat yang dilarang masuk lagi,” tambahnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Arahan pemerintah untuk menerapkan physical distancing memang sudah ditegaskan sejak awal tahun ini. Namun, rupanya masih banyak yang enggan melakukannya. Seperti yang tampak di tempat penimbunan kayu (TPK) milik Perhutani di Dusun Pasar Alas, Desa Garahan, Kecamatan Silo, kemarin siang (12/4).

Tempat ini sebenarnya tidak terbuka untuk umum. Namun entah bagaimana, sekelompok anak muda berhasil masuk dan nongkrong di sana. Mereka rata-rata berpasangan dan duduknya juga bergerombol. Kedatangan pasangan anak muda mengendarai sepeda motor masuk ke TPK sejak pukul 09.00.

Petugas gabungan yang sedang melakukan pengecekan pengendara dan penumpang bus dari Banyuwangi dan Bali akhirnya mengobrak-abrik sekelompok anak muda tersebut. Beberapa petugas langsung mendatangi lokasi dengan membawa pengeras suara. Awalnya, beberapa pasangan sempat kabur lebih dulu sebelum petugas datang. Namun, mereka terjebak jalan buntu, dan akhirnya digiring oleh petugas untuk diberi arahan.

Bripka Dani Anton Wahyudi, salah satu Bhabinkamtibmas Desa Garahan, Kecamatan Silo, langsung memberi imbauan kepada para remaja ini. “Kalian ini tidak diperbolehkan masuk ke dalam kawasan tempat penimbunan kayu ini. Ini bukan tempat umum. Lokasi ini harus steril dari orang umum, karena ini tempat penimbunan kayu dan sangat berbahaya,” tegasnya.

Padahal, kata dia, selama ini petugas sudah hampir dua pekan melakukan pengecekan masyarakat 24 jam demi mengurangi penyebaran wabah Covid-19. Namun, yang dilakukan anak-anak muda ini benar-benar membuatnya geregetan. “Kalian malah enak-enak kumpul kumpul di suatu tempat yang dilarang masuk lagi,” tambahnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/