alexametrics
23.4 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Malam Layani Pesanan via WhatsApp, Pagi Antarkan ke Pelanggan

Wabah coronavirus disease 2019 (Covid-19) berdampak pada sektor perdagangan. Termasuk pedagang sayur keliling atau melijo. Mau tidak mau, mereka harus mengikuti perubahan cara belanja konsumen. Salah satunya dengan menerima pesanan via WhatsApp.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tak seperti biasanya, pagi itu suasana di Jalan Batu Raden, Kelurahan Tegal Gede, Kecamatan Sumbersari, tampak sepi. Ibu-ibu rumah tangga yang biasanya bergerombol membeli sayur dan bahan-bahan dapur di pedagang keliling, hanya terlihat beberapa saja. Kondisi ini telah berlangsung beberapa pekan terakhir. Sejak wabah korona mulai masuk ke Jember.

“Memang tidak seperti sebelumnya. Biasanya selalu kumpul, ada banyak. Sekarang setelah membeli, mereka langsung pulang,” ujar Jumiati, pedagang sayur keliling asli Tegal Gede.

Sebelumnya, kata Jumiati, ketika dirinya datang, ibu-ibu di kawasan itu berkumpul. Mereka saling bercengkerama dan bercerita. Bahkan terkadang juga menggosipkan sesuatu. Namun, sejak wabah Covid-19 ini, mereka menerapkan anjuran pemerintah tentang physical distancing atau menjaga jarak dengan orang lain.

Mobile_AP_Rectangle 2

Awalnya, kondisi ini berdampak terhadap Jumiati. Sebab, dagangannya tak selaris dulu, sehingga dia juga harus menyesuaikan dengan keadaan. Yakni melayani pembeli melalui aplikasi percakapan WhatsApp. Para pelanggannya bisa memesan sayuran atau keperluan dapur lain, malam hari sebelumnya. “Jadi, ketika pagi, saya tinggal mengantarkan sesuai barang yang dipesan,” ujarnya.

Kini, Jumiati mengaku, dirinya lebih banyak melayani pembeli yang memesan melalui WhatsApp atau langsung via telepon. “Sekarang kalau pesan WA dulu. Kadang malam harinya juga telepon dulu, apa saja yang mau dipesan. Baru paginya saya langsung antar pesanan itu,” ungkap perempuan 37 tahun ini.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tak seperti biasanya, pagi itu suasana di Jalan Batu Raden, Kelurahan Tegal Gede, Kecamatan Sumbersari, tampak sepi. Ibu-ibu rumah tangga yang biasanya bergerombol membeli sayur dan bahan-bahan dapur di pedagang keliling, hanya terlihat beberapa saja. Kondisi ini telah berlangsung beberapa pekan terakhir. Sejak wabah korona mulai masuk ke Jember.

“Memang tidak seperti sebelumnya. Biasanya selalu kumpul, ada banyak. Sekarang setelah membeli, mereka langsung pulang,” ujar Jumiati, pedagang sayur keliling asli Tegal Gede.

Sebelumnya, kata Jumiati, ketika dirinya datang, ibu-ibu di kawasan itu berkumpul. Mereka saling bercengkerama dan bercerita. Bahkan terkadang juga menggosipkan sesuatu. Namun, sejak wabah Covid-19 ini, mereka menerapkan anjuran pemerintah tentang physical distancing atau menjaga jarak dengan orang lain.

Awalnya, kondisi ini berdampak terhadap Jumiati. Sebab, dagangannya tak selaris dulu, sehingga dia juga harus menyesuaikan dengan keadaan. Yakni melayani pembeli melalui aplikasi percakapan WhatsApp. Para pelanggannya bisa memesan sayuran atau keperluan dapur lain, malam hari sebelumnya. “Jadi, ketika pagi, saya tinggal mengantarkan sesuai barang yang dipesan,” ujarnya.

Kini, Jumiati mengaku, dirinya lebih banyak melayani pembeli yang memesan melalui WhatsApp atau langsung via telepon. “Sekarang kalau pesan WA dulu. Kadang malam harinya juga telepon dulu, apa saja yang mau dipesan. Baru paginya saya langsung antar pesanan itu,” ungkap perempuan 37 tahun ini.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tak seperti biasanya, pagi itu suasana di Jalan Batu Raden, Kelurahan Tegal Gede, Kecamatan Sumbersari, tampak sepi. Ibu-ibu rumah tangga yang biasanya bergerombol membeli sayur dan bahan-bahan dapur di pedagang keliling, hanya terlihat beberapa saja. Kondisi ini telah berlangsung beberapa pekan terakhir. Sejak wabah korona mulai masuk ke Jember.

“Memang tidak seperti sebelumnya. Biasanya selalu kumpul, ada banyak. Sekarang setelah membeli, mereka langsung pulang,” ujar Jumiati, pedagang sayur keliling asli Tegal Gede.

Sebelumnya, kata Jumiati, ketika dirinya datang, ibu-ibu di kawasan itu berkumpul. Mereka saling bercengkerama dan bercerita. Bahkan terkadang juga menggosipkan sesuatu. Namun, sejak wabah Covid-19 ini, mereka menerapkan anjuran pemerintah tentang physical distancing atau menjaga jarak dengan orang lain.

Awalnya, kondisi ini berdampak terhadap Jumiati. Sebab, dagangannya tak selaris dulu, sehingga dia juga harus menyesuaikan dengan keadaan. Yakni melayani pembeli melalui aplikasi percakapan WhatsApp. Para pelanggannya bisa memesan sayuran atau keperluan dapur lain, malam hari sebelumnya. “Jadi, ketika pagi, saya tinggal mengantarkan sesuai barang yang dipesan,” ujarnya.

Kini, Jumiati mengaku, dirinya lebih banyak melayani pembeli yang memesan melalui WhatsApp atau langsung via telepon. “Sekarang kalau pesan WA dulu. Kadang malam harinya juga telepon dulu, apa saja yang mau dipesan. Baru paginya saya langsung antar pesanan itu,” ungkap perempuan 37 tahun ini.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/