alexametrics
29.3 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Menata Birokrasi Tanpa Menabrak Regulasi

Sambut Bupati Baru: Terobosan Apa yang Akan Dilakukan? (2)

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bupati dan wakil bupati terpilih Hendy Siswanto dan Muhammad Balya Firjaun Barlaman telah mencanangkan konsep ‘kerja bersama’ guna mengatasi segala persoalan di Jember. Hal ini tentunya perlu dukungan semua pihak, terutama di internal Pemkab Jember.

Seperti diketahui, sejak mosi tidak percaya sejumlah aparatur sipil negara (ASN) meledak lantaran tidak setuju terhadap kebijakan Bupati Faida, ASN yang pecah kongsi juga diketahui belum selesai hingga hari ini. PR inilah yang nantinya menjadi tantangan tersendiri di awal kepemimpinan H Hendy dan Gus Firjaun. Apa kira-kira yang akan dilakukan kedua pemimpin ini setelah dilantik 17 Februari nanti?

Kepada Jawa Pos Radar Jember, bupati terpilih Hendy Siswanto mengungkapkan, apa yang telah terjadi di tubuh Pemkab Jember sangat disayangkan. Apalagi, sampai muncul gerakan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan bupati. Sebagai pensiunan aparatur sipil negara (ASN) di Kementerian Perhubungan, Hendy menyebut, ada regulasi yang melekat pada ASN, sehingga seluruh ASN harus tetap bekerja sesuai dengan peraturan yang ada.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia menegaskan, semua pihak, termasuk ASN, harus belajar regulasi. Dengan demikian, mereka akan memahami mekanisme dan aturan main di internal ASN. “Bagi saya, tidak ada pecah kongsi, yang ada adalah ASN. Nanti akan saya kembalikan sesuai peraturan yang ada,” kata Hendy, yang kemudian menyebut penempatan para pejabat pun ke depannya akan dilakukan berdasar aturan main yang mengikat para ASN.

Ditanya mengenai adanya karir, pengabdian, serta potensi-potensi di tubuh ASN, Hendy menyatakan, pengangkatan pejabat serta penempatannya tidak akan dilakukan dengan menabrak peraturan. Tak hanya itu, Hendy juga menuturkan, pihaknya tidak akan melakukan pengangkatan terhadap ASN secepat kilat untuk penempatan ASN pada jabatan-jabatan strategis. “Kalau ada ASN yang kerjanya bisa memberi dampak luas dan menyejahterakan masyarakat luas, pasti dipertimbangkan. Tetapi, kalau standar-standar saja, maka pengangkatannya sesuai aturan, karena ASN juga sudah diatur,” bebernya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bupati dan wakil bupati terpilih Hendy Siswanto dan Muhammad Balya Firjaun Barlaman telah mencanangkan konsep ‘kerja bersama’ guna mengatasi segala persoalan di Jember. Hal ini tentunya perlu dukungan semua pihak, terutama di internal Pemkab Jember.

Seperti diketahui, sejak mosi tidak percaya sejumlah aparatur sipil negara (ASN) meledak lantaran tidak setuju terhadap kebijakan Bupati Faida, ASN yang pecah kongsi juga diketahui belum selesai hingga hari ini. PR inilah yang nantinya menjadi tantangan tersendiri di awal kepemimpinan H Hendy dan Gus Firjaun. Apa kira-kira yang akan dilakukan kedua pemimpin ini setelah dilantik 17 Februari nanti?

Kepada Jawa Pos Radar Jember, bupati terpilih Hendy Siswanto mengungkapkan, apa yang telah terjadi di tubuh Pemkab Jember sangat disayangkan. Apalagi, sampai muncul gerakan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan bupati. Sebagai pensiunan aparatur sipil negara (ASN) di Kementerian Perhubungan, Hendy menyebut, ada regulasi yang melekat pada ASN, sehingga seluruh ASN harus tetap bekerja sesuai dengan peraturan yang ada.

Dia menegaskan, semua pihak, termasuk ASN, harus belajar regulasi. Dengan demikian, mereka akan memahami mekanisme dan aturan main di internal ASN. “Bagi saya, tidak ada pecah kongsi, yang ada adalah ASN. Nanti akan saya kembalikan sesuai peraturan yang ada,” kata Hendy, yang kemudian menyebut penempatan para pejabat pun ke depannya akan dilakukan berdasar aturan main yang mengikat para ASN.

Ditanya mengenai adanya karir, pengabdian, serta potensi-potensi di tubuh ASN, Hendy menyatakan, pengangkatan pejabat serta penempatannya tidak akan dilakukan dengan menabrak peraturan. Tak hanya itu, Hendy juga menuturkan, pihaknya tidak akan melakukan pengangkatan terhadap ASN secepat kilat untuk penempatan ASN pada jabatan-jabatan strategis. “Kalau ada ASN yang kerjanya bisa memberi dampak luas dan menyejahterakan masyarakat luas, pasti dipertimbangkan. Tetapi, kalau standar-standar saja, maka pengangkatannya sesuai aturan, karena ASN juga sudah diatur,” bebernya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bupati dan wakil bupati terpilih Hendy Siswanto dan Muhammad Balya Firjaun Barlaman telah mencanangkan konsep ‘kerja bersama’ guna mengatasi segala persoalan di Jember. Hal ini tentunya perlu dukungan semua pihak, terutama di internal Pemkab Jember.

Seperti diketahui, sejak mosi tidak percaya sejumlah aparatur sipil negara (ASN) meledak lantaran tidak setuju terhadap kebijakan Bupati Faida, ASN yang pecah kongsi juga diketahui belum selesai hingga hari ini. PR inilah yang nantinya menjadi tantangan tersendiri di awal kepemimpinan H Hendy dan Gus Firjaun. Apa kira-kira yang akan dilakukan kedua pemimpin ini setelah dilantik 17 Februari nanti?

Kepada Jawa Pos Radar Jember, bupati terpilih Hendy Siswanto mengungkapkan, apa yang telah terjadi di tubuh Pemkab Jember sangat disayangkan. Apalagi, sampai muncul gerakan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan bupati. Sebagai pensiunan aparatur sipil negara (ASN) di Kementerian Perhubungan, Hendy menyebut, ada regulasi yang melekat pada ASN, sehingga seluruh ASN harus tetap bekerja sesuai dengan peraturan yang ada.

Dia menegaskan, semua pihak, termasuk ASN, harus belajar regulasi. Dengan demikian, mereka akan memahami mekanisme dan aturan main di internal ASN. “Bagi saya, tidak ada pecah kongsi, yang ada adalah ASN. Nanti akan saya kembalikan sesuai peraturan yang ada,” kata Hendy, yang kemudian menyebut penempatan para pejabat pun ke depannya akan dilakukan berdasar aturan main yang mengikat para ASN.

Ditanya mengenai adanya karir, pengabdian, serta potensi-potensi di tubuh ASN, Hendy menyatakan, pengangkatan pejabat serta penempatannya tidak akan dilakukan dengan menabrak peraturan. Tak hanya itu, Hendy juga menuturkan, pihaknya tidak akan melakukan pengangkatan terhadap ASN secepat kilat untuk penempatan ASN pada jabatan-jabatan strategis. “Kalau ada ASN yang kerjanya bisa memberi dampak luas dan menyejahterakan masyarakat luas, pasti dipertimbangkan. Tetapi, kalau standar-standar saja, maka pengangkatannya sesuai aturan, karena ASN juga sudah diatur,” bebernya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/