alexametrics
22.9 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Kondisi Jalan di Jember Penuh Lumpur dan Rusak Berat

Mobile_AP_Rectangle 1

MANGLI, Radar Jember – Hari keempat setelah terjadinya banjir bandang di Perumahan Bumi Mangli Permai (BMP), proses penyelamatan barang-barang warga terus dilakukan. Sejumlah kendaraan juga mulai dievakuasi, setelah sebelumnya ikut terandam air bah bahkan sampai terseret.

Salah satunya pikap milik Zaenul Arifin yang sempat terseret hingga puluhan meter. Serta mobil boks milik Safrianto Sebua, warga setempat, yang terendam banjir bersama barang-barang muatannya. Dia menjelaskan, mobil miliknya bermuatan alat tulis serta sejumlah peralatan elektronik yang sedianya hendak dikirim ke toko-toko di wilayah Jember.

Ketika air bah datang, pria berusia 37 tahun itu tak sempat menyelamatkan isinya. Tak ayal, barang-barang tersebut ikut rusak terendam banjir. “Saya tidak mengira kalau hujan deras hingga banjir, karena setiap hujan tidak pernah sampai banjir seperti sekarang ini,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dari keterangannya, air dengan cepat meninggi karena rumahnya berada di ujung perumahan yang lokasinya relatif lebih rendah. Dia juga sempat kesulitan karena akses dari dan menuju rumahnya tertutup lumpur setelah banjir surut, dan baru bisa keluar setelah relawan membersihkannya. “Baru hari keempat pascabanjir saya bisa bersih-bersih,” akunya.

- Advertisement -

MANGLI, Radar Jember – Hari keempat setelah terjadinya banjir bandang di Perumahan Bumi Mangli Permai (BMP), proses penyelamatan barang-barang warga terus dilakukan. Sejumlah kendaraan juga mulai dievakuasi, setelah sebelumnya ikut terandam air bah bahkan sampai terseret.

Salah satunya pikap milik Zaenul Arifin yang sempat terseret hingga puluhan meter. Serta mobil boks milik Safrianto Sebua, warga setempat, yang terendam banjir bersama barang-barang muatannya. Dia menjelaskan, mobil miliknya bermuatan alat tulis serta sejumlah peralatan elektronik yang sedianya hendak dikirim ke toko-toko di wilayah Jember.

Ketika air bah datang, pria berusia 37 tahun itu tak sempat menyelamatkan isinya. Tak ayal, barang-barang tersebut ikut rusak terendam banjir. “Saya tidak mengira kalau hujan deras hingga banjir, karena setiap hujan tidak pernah sampai banjir seperti sekarang ini,” katanya.

Dari keterangannya, air dengan cepat meninggi karena rumahnya berada di ujung perumahan yang lokasinya relatif lebih rendah. Dia juga sempat kesulitan karena akses dari dan menuju rumahnya tertutup lumpur setelah banjir surut, dan baru bisa keluar setelah relawan membersihkannya. “Baru hari keempat pascabanjir saya bisa bersih-bersih,” akunya.

MANGLI, Radar Jember – Hari keempat setelah terjadinya banjir bandang di Perumahan Bumi Mangli Permai (BMP), proses penyelamatan barang-barang warga terus dilakukan. Sejumlah kendaraan juga mulai dievakuasi, setelah sebelumnya ikut terandam air bah bahkan sampai terseret.

Salah satunya pikap milik Zaenul Arifin yang sempat terseret hingga puluhan meter. Serta mobil boks milik Safrianto Sebua, warga setempat, yang terendam banjir bersama barang-barang muatannya. Dia menjelaskan, mobil miliknya bermuatan alat tulis serta sejumlah peralatan elektronik yang sedianya hendak dikirim ke toko-toko di wilayah Jember.

Ketika air bah datang, pria berusia 37 tahun itu tak sempat menyelamatkan isinya. Tak ayal, barang-barang tersebut ikut rusak terendam banjir. “Saya tidak mengira kalau hujan deras hingga banjir, karena setiap hujan tidak pernah sampai banjir seperti sekarang ini,” katanya.

Dari keterangannya, air dengan cepat meninggi karena rumahnya berada di ujung perumahan yang lokasinya relatif lebih rendah. Dia juga sempat kesulitan karena akses dari dan menuju rumahnya tertutup lumpur setelah banjir surut, dan baru bisa keluar setelah relawan membersihkannya. “Baru hari keempat pascabanjir saya bisa bersih-bersih,” akunya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/