alexametrics
23 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Ketar-ketir Honor Guru di Jember Molor

SK GTT Berakhir, Gaji Kapan Cair?

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Guru honorer penerima surat keputusan (SK) bupati Jember mulai ketar-ketir akan nasib mereka. Sebab, sejak akhir Desember lalu, masa berlaku SK yang menjadi dasar bagi pemerintah membayarkan honor tersebut telah berakhir. Kini, para guru tidak tetap (GTT) itu berharap bupati menerbitkan SK kembali, sehingga mereka bisa menerima honor sama seperti tahun sebelumnya.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Jember, SK tersebut dikeluarkan oleh bupati Jember pada April 2021 lalu. SK itu berisi tentang penyesuaian gaji pada guru honorer di Jember. Mereka yang sebelumnya mendapat honor di kisaran Rp 300 ribu per bulan, naik empat kali lipat menjadi Rp 1,2 juta lebih. Namun, setelah berakhirnya masa SK itu, para guru honorer di Jember cemas dengan keberlangsungan gajinya tersebut.

Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember Ismail mengatakan, SK anyar bakal turun pada guru honorer setelah pendataan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tahap dua selesai. Sebab, ada guru honorer yang lolos seleksi PPPK tahap dua tersebut. Karena itu, perlu ada pendataan ulang berapa jumlah guru honorer di Jember yang tidak masuk PPPK dan layak menerima SK bupati.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sejauh ini, pihaknya juga masih akan memilah guru honorer mana saja yang lolos PPPK. Bagi mereka yang lolos, tentu saja tidak akan mendapat SK lagi. Sebab, jika mendapat SK baru, mereka akan memperoleh gaji ganda. Terlebih, SK untuk PPPK tahap satu dan dua juga belum turun. “GTT kerja dulu baru digaji. Nunggu PPPK tahap dua dulu,” kata Ismail, kemarin (12/1).

Setidaknya ada sekitar 6.000 guru honorer yang ada di Jember. Pada pemberian SK 2021 lalu, masih ada golongan dari mereka yang belum menerima. Salah satunya adalah guru honorer inklusi. Mereka yang masih belum menerima dan tidak terjaring dalam seleksi PPPK inilah yang bisa menerima SK baru pada tahun ini. Namun, di awal tahun ini belum ada sinyal tentang penerimaan SK untuk para guru honorer tersebut.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Guru honorer penerima surat keputusan (SK) bupati Jember mulai ketar-ketir akan nasib mereka. Sebab, sejak akhir Desember lalu, masa berlaku SK yang menjadi dasar bagi pemerintah membayarkan honor tersebut telah berakhir. Kini, para guru tidak tetap (GTT) itu berharap bupati menerbitkan SK kembali, sehingga mereka bisa menerima honor sama seperti tahun sebelumnya.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Jember, SK tersebut dikeluarkan oleh bupati Jember pada April 2021 lalu. SK itu berisi tentang penyesuaian gaji pada guru honorer di Jember. Mereka yang sebelumnya mendapat honor di kisaran Rp 300 ribu per bulan, naik empat kali lipat menjadi Rp 1,2 juta lebih. Namun, setelah berakhirnya masa SK itu, para guru honorer di Jember cemas dengan keberlangsungan gajinya tersebut.

Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember Ismail mengatakan, SK anyar bakal turun pada guru honorer setelah pendataan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tahap dua selesai. Sebab, ada guru honorer yang lolos seleksi PPPK tahap dua tersebut. Karena itu, perlu ada pendataan ulang berapa jumlah guru honorer di Jember yang tidak masuk PPPK dan layak menerima SK bupati.

Sejauh ini, pihaknya juga masih akan memilah guru honorer mana saja yang lolos PPPK. Bagi mereka yang lolos, tentu saja tidak akan mendapat SK lagi. Sebab, jika mendapat SK baru, mereka akan memperoleh gaji ganda. Terlebih, SK untuk PPPK tahap satu dan dua juga belum turun. “GTT kerja dulu baru digaji. Nunggu PPPK tahap dua dulu,” kata Ismail, kemarin (12/1).

Setidaknya ada sekitar 6.000 guru honorer yang ada di Jember. Pada pemberian SK 2021 lalu, masih ada golongan dari mereka yang belum menerima. Salah satunya adalah guru honorer inklusi. Mereka yang masih belum menerima dan tidak terjaring dalam seleksi PPPK inilah yang bisa menerima SK baru pada tahun ini. Namun, di awal tahun ini belum ada sinyal tentang penerimaan SK untuk para guru honorer tersebut.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Guru honorer penerima surat keputusan (SK) bupati Jember mulai ketar-ketir akan nasib mereka. Sebab, sejak akhir Desember lalu, masa berlaku SK yang menjadi dasar bagi pemerintah membayarkan honor tersebut telah berakhir. Kini, para guru tidak tetap (GTT) itu berharap bupati menerbitkan SK kembali, sehingga mereka bisa menerima honor sama seperti tahun sebelumnya.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Jember, SK tersebut dikeluarkan oleh bupati Jember pada April 2021 lalu. SK itu berisi tentang penyesuaian gaji pada guru honorer di Jember. Mereka yang sebelumnya mendapat honor di kisaran Rp 300 ribu per bulan, naik empat kali lipat menjadi Rp 1,2 juta lebih. Namun, setelah berakhirnya masa SK itu, para guru honorer di Jember cemas dengan keberlangsungan gajinya tersebut.

Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember Ismail mengatakan, SK anyar bakal turun pada guru honorer setelah pendataan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tahap dua selesai. Sebab, ada guru honorer yang lolos seleksi PPPK tahap dua tersebut. Karena itu, perlu ada pendataan ulang berapa jumlah guru honorer di Jember yang tidak masuk PPPK dan layak menerima SK bupati.

Sejauh ini, pihaknya juga masih akan memilah guru honorer mana saja yang lolos PPPK. Bagi mereka yang lolos, tentu saja tidak akan mendapat SK lagi. Sebab, jika mendapat SK baru, mereka akan memperoleh gaji ganda. Terlebih, SK untuk PPPK tahap satu dan dua juga belum turun. “GTT kerja dulu baru digaji. Nunggu PPPK tahap dua dulu,” kata Ismail, kemarin (12/1).

Setidaknya ada sekitar 6.000 guru honorer yang ada di Jember. Pada pemberian SK 2021 lalu, masih ada golongan dari mereka yang belum menerima. Salah satunya adalah guru honorer inklusi. Mereka yang masih belum menerima dan tidak terjaring dalam seleksi PPPK inilah yang bisa menerima SK baru pada tahun ini. Namun, di awal tahun ini belum ada sinyal tentang penerimaan SK untuk para guru honorer tersebut.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/