alexametrics
27.6 C
Jember
Monday, 4 July 2022

Hanya Jual kepada Yang Kenal

Polisi Bekuk Pengedar Okerbaya di Gudang

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga. Istilah ini menjadi gambaran yang tepat bagi Yanto, pengedar obat keras berbahaya (okerbaya) di Kecamatan Wuluhan. Meski dirinya menjual barang haramnya kepada kalangan tertentu dan tersembunyi, tapi akhirnya tertangkap jua.

Warga Dusun Purwojati, Desa Dukuhdempok, Wuluhan, ini dibekuk setelah melakukan transaksi dengan pembeli di gudang pengeringan tembakau dekat rumahnya, Minggu (10/01) sekitar pukul 20.00. Selain menangkap pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya Trihexyphenidyl alias Trex berlogo Y sebanyak 221 butir, satu bendel klip kosong, dan uang tunai yang diduga hasil penjualan sebesar Rp 60 ribu.

Kepada petugas, Yanto mengaku bahwa bisnis haramnya itu baru dijalani beberapa bulan saja. Dia beralasan melakukan itu karena tuntutan ekonomi. “Ya untuk pemasukan saja, jadi saya jualan obat,” kata tersangka. Saat ditanya asal okerbaya itu, tersangka mengaku mendapat dari seseorang yang tidak dikenal.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga. Istilah ini menjadi gambaran yang tepat bagi Yanto, pengedar obat keras berbahaya (okerbaya) di Kecamatan Wuluhan. Meski dirinya menjual barang haramnya kepada kalangan tertentu dan tersembunyi, tapi akhirnya tertangkap jua.

Warga Dusun Purwojati, Desa Dukuhdempok, Wuluhan, ini dibekuk setelah melakukan transaksi dengan pembeli di gudang pengeringan tembakau dekat rumahnya, Minggu (10/01) sekitar pukul 20.00. Selain menangkap pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya Trihexyphenidyl alias Trex berlogo Y sebanyak 221 butir, satu bendel klip kosong, dan uang tunai yang diduga hasil penjualan sebesar Rp 60 ribu.

Kepada petugas, Yanto mengaku bahwa bisnis haramnya itu baru dijalani beberapa bulan saja. Dia beralasan melakukan itu karena tuntutan ekonomi. “Ya untuk pemasukan saja, jadi saya jualan obat,” kata tersangka. Saat ditanya asal okerbaya itu, tersangka mengaku mendapat dari seseorang yang tidak dikenal.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga. Istilah ini menjadi gambaran yang tepat bagi Yanto, pengedar obat keras berbahaya (okerbaya) di Kecamatan Wuluhan. Meski dirinya menjual barang haramnya kepada kalangan tertentu dan tersembunyi, tapi akhirnya tertangkap jua.

Warga Dusun Purwojati, Desa Dukuhdempok, Wuluhan, ini dibekuk setelah melakukan transaksi dengan pembeli di gudang pengeringan tembakau dekat rumahnya, Minggu (10/01) sekitar pukul 20.00. Selain menangkap pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya Trihexyphenidyl alias Trex berlogo Y sebanyak 221 butir, satu bendel klip kosong, dan uang tunai yang diduga hasil penjualan sebesar Rp 60 ribu.

Kepada petugas, Yanto mengaku bahwa bisnis haramnya itu baru dijalani beberapa bulan saja. Dia beralasan melakukan itu karena tuntutan ekonomi. “Ya untuk pemasukan saja, jadi saya jualan obat,” kata tersangka. Saat ditanya asal okerbaya itu, tersangka mengaku mendapat dari seseorang yang tidak dikenal.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/