alexametrics
23.6 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Manis dan Gurihnya Nasi Goreng Manis ala Magelangan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Umumnya sajian nasi goreng yang dicampur dengan mi dikenal dengan sebutan nasi goreng mawut. Namun, masyarakat Jawa Tengah menyebut menu ini dengan istilah nasi goreng Magelangan. Sebab, di Magelang, menu nasi goreng disajikan dengan campuran mi, kubis, telur goreng, dan suwiran daging ayam. Maka dari itu, nasi goreng khas Jawa Tengah ini akrab dengan sebutan nasi goreng Magelangan.

Nasi goreng Magelangan punya komposisi yang berbeda dengan nasi goreng mawut. Mi yang digunakan bukan mi kemasan toko, melainkan bahan untuk bakmi atau mi ayam. Dalam seporsi, bagian mi lebih banyak ketimbang bagian nasi. Lalu, dicampur dengan irisan ayam kampung dan orak-arik telur. Paling otentik, dalam seporsi itu tidak ada sayur sawi yang tercampur. “Kalau Jawa Tengah tidak bisa lepas dari kubis. Kalau mawut di sini (Jember, Red) sawinya yang banyak. Kami pakai kubis, bukan sawi,” kata Yayuk, juru masak Bakmi Jowo.

Cita rasa nasi goreng Magelangan ini identik dengan rasa manis. Rasa gurihnya tidak dominan oleh bawang. Namun, lebih mirip dengan gurihnya bumbu kaldu. Tak hanya itu, nasi goreng Magelangan juga memiliki aroma seledri yang kuat. Wanita yang akrab disapa Puri ini mengatakan, istilah nasi goreng Magelangan masih belum familier di masyarakat Jember. Hingga kini, banyak konsumen yang masih bertanya mengenai menu tersebut.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Umumnya sajian nasi goreng yang dicampur dengan mi dikenal dengan sebutan nasi goreng mawut. Namun, masyarakat Jawa Tengah menyebut menu ini dengan istilah nasi goreng Magelangan. Sebab, di Magelang, menu nasi goreng disajikan dengan campuran mi, kubis, telur goreng, dan suwiran daging ayam. Maka dari itu, nasi goreng khas Jawa Tengah ini akrab dengan sebutan nasi goreng Magelangan.

Nasi goreng Magelangan punya komposisi yang berbeda dengan nasi goreng mawut. Mi yang digunakan bukan mi kemasan toko, melainkan bahan untuk bakmi atau mi ayam. Dalam seporsi, bagian mi lebih banyak ketimbang bagian nasi. Lalu, dicampur dengan irisan ayam kampung dan orak-arik telur. Paling otentik, dalam seporsi itu tidak ada sayur sawi yang tercampur. “Kalau Jawa Tengah tidak bisa lepas dari kubis. Kalau mawut di sini (Jember, Red) sawinya yang banyak. Kami pakai kubis, bukan sawi,” kata Yayuk, juru masak Bakmi Jowo.

Cita rasa nasi goreng Magelangan ini identik dengan rasa manis. Rasa gurihnya tidak dominan oleh bawang. Namun, lebih mirip dengan gurihnya bumbu kaldu. Tak hanya itu, nasi goreng Magelangan juga memiliki aroma seledri yang kuat. Wanita yang akrab disapa Puri ini mengatakan, istilah nasi goreng Magelangan masih belum familier di masyarakat Jember. Hingga kini, banyak konsumen yang masih bertanya mengenai menu tersebut.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Umumnya sajian nasi goreng yang dicampur dengan mi dikenal dengan sebutan nasi goreng mawut. Namun, masyarakat Jawa Tengah menyebut menu ini dengan istilah nasi goreng Magelangan. Sebab, di Magelang, menu nasi goreng disajikan dengan campuran mi, kubis, telur goreng, dan suwiran daging ayam. Maka dari itu, nasi goreng khas Jawa Tengah ini akrab dengan sebutan nasi goreng Magelangan.

Nasi goreng Magelangan punya komposisi yang berbeda dengan nasi goreng mawut. Mi yang digunakan bukan mi kemasan toko, melainkan bahan untuk bakmi atau mi ayam. Dalam seporsi, bagian mi lebih banyak ketimbang bagian nasi. Lalu, dicampur dengan irisan ayam kampung dan orak-arik telur. Paling otentik, dalam seporsi itu tidak ada sayur sawi yang tercampur. “Kalau Jawa Tengah tidak bisa lepas dari kubis. Kalau mawut di sini (Jember, Red) sawinya yang banyak. Kami pakai kubis, bukan sawi,” kata Yayuk, juru masak Bakmi Jowo.

Cita rasa nasi goreng Magelangan ini identik dengan rasa manis. Rasa gurihnya tidak dominan oleh bawang. Namun, lebih mirip dengan gurihnya bumbu kaldu. Tak hanya itu, nasi goreng Magelangan juga memiliki aroma seledri yang kuat. Wanita yang akrab disapa Puri ini mengatakan, istilah nasi goreng Magelangan masih belum familier di masyarakat Jember. Hingga kini, banyak konsumen yang masih bertanya mengenai menu tersebut.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/