alexametrics
24 C
Jember
Monday, 8 August 2022

Sepanjang Pilkada, 2.617 Orang Terinfeksi Korona 

Mobile_AP_Rectangle 1

Catatan Satgas Covid-19, penyebaran wabah korona sejak masuk ke Jember atau tercatat antara 20 Maret sampai 27 September, terdapat 797 orang yang positif korona. Sementara, pada masa Pilkada Jember atau dicatat satgas sejak 28 September sampai 10 Desember, terkonfirmasi sebanyak 2.617 orang positif. Dengan demikian, dari seluruh kasus di Jember, lebih dari 75 persen terjadi pada masa Pilkada Jember.

Pemerintah Kabupaten Jember melalui Jubir Satgas Covid-19 Gatot Triyono terus mengingatkan agar seluruh masyarakat ikut mencegah penyebaran Covid-19. Yakni tetap dengan melakukan protokol kesehatan. “Seperti memakai masker, menjaga jarak, dan kerap mencuci tangan dengan sabun,” kata Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pemkab Jember tersebut.

Gatot menjelaskan, sebenarnya peningkatan kasus positif korona ini tak hanya dipengaruhi penyelenggaraan pilkada. Tapi, juga ada faktor lain. Di antaranya klaster perkantoran, yakni hasil tracing kepada keluarga atau mereka yang melakukan kontak erat dengan pasien positif sebelumnya, juga klaster kampus Universitas Jember. “Juga ada tambahan klaster keluarga dan pondok pesantren,” paparnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara itu, khusus klaster pilkada, Gatot menambahkan, ditemukan ada 19 kasus. Mereka adalah pengawas TPS yang pada rapid test diketahui reaktif. Selanjutnya, setelah ditindaklanjuti dengan tes swab, 19 pengawas TPS itu dinyatakan positif. “Pengawas yang diketahui positif tersebut tidak bertugas saat pilkada kemarin,” pungkasnya.

- Advertisement -

Catatan Satgas Covid-19, penyebaran wabah korona sejak masuk ke Jember atau tercatat antara 20 Maret sampai 27 September, terdapat 797 orang yang positif korona. Sementara, pada masa Pilkada Jember atau dicatat satgas sejak 28 September sampai 10 Desember, terkonfirmasi sebanyak 2.617 orang positif. Dengan demikian, dari seluruh kasus di Jember, lebih dari 75 persen terjadi pada masa Pilkada Jember.

Pemerintah Kabupaten Jember melalui Jubir Satgas Covid-19 Gatot Triyono terus mengingatkan agar seluruh masyarakat ikut mencegah penyebaran Covid-19. Yakni tetap dengan melakukan protokol kesehatan. “Seperti memakai masker, menjaga jarak, dan kerap mencuci tangan dengan sabun,” kata Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pemkab Jember tersebut.

Gatot menjelaskan, sebenarnya peningkatan kasus positif korona ini tak hanya dipengaruhi penyelenggaraan pilkada. Tapi, juga ada faktor lain. Di antaranya klaster perkantoran, yakni hasil tracing kepada keluarga atau mereka yang melakukan kontak erat dengan pasien positif sebelumnya, juga klaster kampus Universitas Jember. “Juga ada tambahan klaster keluarga dan pondok pesantren,” paparnya.

Sementara itu, khusus klaster pilkada, Gatot menambahkan, ditemukan ada 19 kasus. Mereka adalah pengawas TPS yang pada rapid test diketahui reaktif. Selanjutnya, setelah ditindaklanjuti dengan tes swab, 19 pengawas TPS itu dinyatakan positif. “Pengawas yang diketahui positif tersebut tidak bertugas saat pilkada kemarin,” pungkasnya.

Catatan Satgas Covid-19, penyebaran wabah korona sejak masuk ke Jember atau tercatat antara 20 Maret sampai 27 September, terdapat 797 orang yang positif korona. Sementara, pada masa Pilkada Jember atau dicatat satgas sejak 28 September sampai 10 Desember, terkonfirmasi sebanyak 2.617 orang positif. Dengan demikian, dari seluruh kasus di Jember, lebih dari 75 persen terjadi pada masa Pilkada Jember.

Pemerintah Kabupaten Jember melalui Jubir Satgas Covid-19 Gatot Triyono terus mengingatkan agar seluruh masyarakat ikut mencegah penyebaran Covid-19. Yakni tetap dengan melakukan protokol kesehatan. “Seperti memakai masker, menjaga jarak, dan kerap mencuci tangan dengan sabun,” kata Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pemkab Jember tersebut.

Gatot menjelaskan, sebenarnya peningkatan kasus positif korona ini tak hanya dipengaruhi penyelenggaraan pilkada. Tapi, juga ada faktor lain. Di antaranya klaster perkantoran, yakni hasil tracing kepada keluarga atau mereka yang melakukan kontak erat dengan pasien positif sebelumnya, juga klaster kampus Universitas Jember. “Juga ada tambahan klaster keluarga dan pondok pesantren,” paparnya.

Sementara itu, khusus klaster pilkada, Gatot menambahkan, ditemukan ada 19 kasus. Mereka adalah pengawas TPS yang pada rapid test diketahui reaktif. Selanjutnya, setelah ditindaklanjuti dengan tes swab, 19 pengawas TPS itu dinyatakan positif. “Pengawas yang diketahui positif tersebut tidak bertugas saat pilkada kemarin,” pungkasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/