alexametrics
24.1 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Khawatir Daya Serap Kian Melemah

Dampak Rencana Kenaikan Tarif Cukai Rokok

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kekhawatiran para petani tembakau seusai harga tembakau yang terjun bebas pada medio Juli, Agustus, hingga September lalu, sepertinya belum berhenti. Kini, di tengah upaya bangkit dari keterpurukan itu, petani harus kembali dihadapkan pada kenyataan pahit, yaitu rencana kenaikan cukai tembakau yang bakal diberlakukan pemerintah melalui Menteri Keuangan.

Sebagaimana dilansir sejumlah media, rencana kenaikan tarif cukai rokok oleh Kementerian Keuangan itu berlaku untuk 2021 mendatang. Kenaikan yang mencapai 12,5 persen itu untuk semua jenis sigaret kretek mesin. Sementara sigaret kretek tangan tetap, tanpa kenaikan. “Seperti apa pun bentuk kebijakan terkait cukai rokok itu, yang paling merasakan dampaknya jelas petani di bawah,” jelas Hafidz, petani tembakau asal Arjasa.

Sebagai petani, ia merasa paling dirugikan. Meskipun pabrikan atau perusahaan rokok merasa keberatan adanya kenaikan itu, namun imbasnya tetap ke petani. Sebab, kata dia, tak menutup kemungkinan, peristiwa seperti beberapa bulan lalu yang membuat harga daun emas itu anjlok bakal kembali terjadi. Bahkan diprediksi lebih parah. Saat itu, harganya dibanderol pada kisaran Rp20-30 ribu per kilogram.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kekhawatiran para petani tembakau seusai harga tembakau yang terjun bebas pada medio Juli, Agustus, hingga September lalu, sepertinya belum berhenti. Kini, di tengah upaya bangkit dari keterpurukan itu, petani harus kembali dihadapkan pada kenyataan pahit, yaitu rencana kenaikan cukai tembakau yang bakal diberlakukan pemerintah melalui Menteri Keuangan.

Sebagaimana dilansir sejumlah media, rencana kenaikan tarif cukai rokok oleh Kementerian Keuangan itu berlaku untuk 2021 mendatang. Kenaikan yang mencapai 12,5 persen itu untuk semua jenis sigaret kretek mesin. Sementara sigaret kretek tangan tetap, tanpa kenaikan. “Seperti apa pun bentuk kebijakan terkait cukai rokok itu, yang paling merasakan dampaknya jelas petani di bawah,” jelas Hafidz, petani tembakau asal Arjasa.

Sebagai petani, ia merasa paling dirugikan. Meskipun pabrikan atau perusahaan rokok merasa keberatan adanya kenaikan itu, namun imbasnya tetap ke petani. Sebab, kata dia, tak menutup kemungkinan, peristiwa seperti beberapa bulan lalu yang membuat harga daun emas itu anjlok bakal kembali terjadi. Bahkan diprediksi lebih parah. Saat itu, harganya dibanderol pada kisaran Rp20-30 ribu per kilogram.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kekhawatiran para petani tembakau seusai harga tembakau yang terjun bebas pada medio Juli, Agustus, hingga September lalu, sepertinya belum berhenti. Kini, di tengah upaya bangkit dari keterpurukan itu, petani harus kembali dihadapkan pada kenyataan pahit, yaitu rencana kenaikan cukai tembakau yang bakal diberlakukan pemerintah melalui Menteri Keuangan.

Sebagaimana dilansir sejumlah media, rencana kenaikan tarif cukai rokok oleh Kementerian Keuangan itu berlaku untuk 2021 mendatang. Kenaikan yang mencapai 12,5 persen itu untuk semua jenis sigaret kretek mesin. Sementara sigaret kretek tangan tetap, tanpa kenaikan. “Seperti apa pun bentuk kebijakan terkait cukai rokok itu, yang paling merasakan dampaknya jelas petani di bawah,” jelas Hafidz, petani tembakau asal Arjasa.

Sebagai petani, ia merasa paling dirugikan. Meskipun pabrikan atau perusahaan rokok merasa keberatan adanya kenaikan itu, namun imbasnya tetap ke petani. Sebab, kata dia, tak menutup kemungkinan, peristiwa seperti beberapa bulan lalu yang membuat harga daun emas itu anjlok bakal kembali terjadi. Bahkan diprediksi lebih parah. Saat itu, harganya dibanderol pada kisaran Rp20-30 ribu per kilogram.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/