alexametrics
23.3 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Dinas Menutup Diri, FR Bersembunyi?

Patgulipat PL Proyek Rehab Kecamatan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus ambruknya bangunan di Kantor Kecamatan Jenggawah semakin menarik ditelusuri. Sebab, di balik proyek itu, diduga ada perbuatan korupsi, kolusi, dan nepotisme. Dugaan tindak pidana itu mengarah pada proses penunjukan langsung sejumlah paket pekerjaan oleh kuasa pengguna anggaran kepada pria berinisial FR.

Penunjukan langsung atau dikenal dengan sebutan PL dalam dunia kontraktor dinilai sejumlah pihak sudah abnormal. Apalagi, nama FR yang mendapatkan paket hanya sebatas meminjam bendera kepada para kontraktor. Puluhan paket yang jatuh ke FR pun terus menjadi perbincangan hangat. Baik di kalangan politisi maupun kontraktor. Namun hingga kini, nama FR tersebut masih misterius.

Ketua Komisi A DPRD Jember Tabroni mengatakan, pemberian paket pekerjaan oleh kuasa pengguna anggaran kepada FR patut ditelusuri. Sebab, ada dugaan FR ditunjuk langsung untuk menjadi konsultan perencana pada puluhan pembangunan kantor kecamatan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tak hanya itu, lanjut Tabroni, FR juga diduga menjadi konsultan perencana pada puluhan proyek pembangunan konstruksi di beberapa dinas. Hanya saja, Tabroni belum mau menyebut apa saja proyek perencanaan yang didapatkan oleh FR dengan cara pinjam-meminjam bendera tersebut.

“Dugaan puluhan paket (proyek, Red) jatuh ke FR tersebut sangat tidak normal. Ini harus diusut tuntas oleh kepolisian atau kejaksaan,” kata Tabroni, Ketua Komisi A DPRD Jember. Politisi moncong putih ini mengungkapkan, bila puluhan paket perencanaan itu benar-benar diberikan kepada FR, maka secara akal, FR tak mungkin mampu membuat perencanaan yang baik ke semua proyek. Salah satu tolok ukurnya adalah insiden ambruknya proyek pembangunan pendapa kecamatan di Jenggawah.

Selain menjadi konsultan perencanaan di proyek pembangunan kecamatan-kecamatan, informasi yang diperoleh Tabroni, FR ini juga menjadi konsultan perencana di banyak proyek lain. Meski nama dinasnya belum bisa dia sebut, tapi menurutnya hal itu sangat tak masuk akal bila FR yang hanya pinjam bendera dipasrahi menjadi perencanaan puluhan bangunan konstruksi. “Jelas tidak akan mampu mengerjakan. Kalau hanya mengerjakan satu atau dua proyek, saya kira masih lumrah,” ungkapnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus ambruknya bangunan di Kantor Kecamatan Jenggawah semakin menarik ditelusuri. Sebab, di balik proyek itu, diduga ada perbuatan korupsi, kolusi, dan nepotisme. Dugaan tindak pidana itu mengarah pada proses penunjukan langsung sejumlah paket pekerjaan oleh kuasa pengguna anggaran kepada pria berinisial FR.

Penunjukan langsung atau dikenal dengan sebutan PL dalam dunia kontraktor dinilai sejumlah pihak sudah abnormal. Apalagi, nama FR yang mendapatkan paket hanya sebatas meminjam bendera kepada para kontraktor. Puluhan paket yang jatuh ke FR pun terus menjadi perbincangan hangat. Baik di kalangan politisi maupun kontraktor. Namun hingga kini, nama FR tersebut masih misterius.

Ketua Komisi A DPRD Jember Tabroni mengatakan, pemberian paket pekerjaan oleh kuasa pengguna anggaran kepada FR patut ditelusuri. Sebab, ada dugaan FR ditunjuk langsung untuk menjadi konsultan perencana pada puluhan pembangunan kantor kecamatan.

Tak hanya itu, lanjut Tabroni, FR juga diduga menjadi konsultan perencana pada puluhan proyek pembangunan konstruksi di beberapa dinas. Hanya saja, Tabroni belum mau menyebut apa saja proyek perencanaan yang didapatkan oleh FR dengan cara pinjam-meminjam bendera tersebut.

“Dugaan puluhan paket (proyek, Red) jatuh ke FR tersebut sangat tidak normal. Ini harus diusut tuntas oleh kepolisian atau kejaksaan,” kata Tabroni, Ketua Komisi A DPRD Jember. Politisi moncong putih ini mengungkapkan, bila puluhan paket perencanaan itu benar-benar diberikan kepada FR, maka secara akal, FR tak mungkin mampu membuat perencanaan yang baik ke semua proyek. Salah satu tolok ukurnya adalah insiden ambruknya proyek pembangunan pendapa kecamatan di Jenggawah.

Selain menjadi konsultan perencanaan di proyek pembangunan kecamatan-kecamatan, informasi yang diperoleh Tabroni, FR ini juga menjadi konsultan perencana di banyak proyek lain. Meski nama dinasnya belum bisa dia sebut, tapi menurutnya hal itu sangat tak masuk akal bila FR yang hanya pinjam bendera dipasrahi menjadi perencanaan puluhan bangunan konstruksi. “Jelas tidak akan mampu mengerjakan. Kalau hanya mengerjakan satu atau dua proyek, saya kira masih lumrah,” ungkapnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus ambruknya bangunan di Kantor Kecamatan Jenggawah semakin menarik ditelusuri. Sebab, di balik proyek itu, diduga ada perbuatan korupsi, kolusi, dan nepotisme. Dugaan tindak pidana itu mengarah pada proses penunjukan langsung sejumlah paket pekerjaan oleh kuasa pengguna anggaran kepada pria berinisial FR.

Penunjukan langsung atau dikenal dengan sebutan PL dalam dunia kontraktor dinilai sejumlah pihak sudah abnormal. Apalagi, nama FR yang mendapatkan paket hanya sebatas meminjam bendera kepada para kontraktor. Puluhan paket yang jatuh ke FR pun terus menjadi perbincangan hangat. Baik di kalangan politisi maupun kontraktor. Namun hingga kini, nama FR tersebut masih misterius.

Ketua Komisi A DPRD Jember Tabroni mengatakan, pemberian paket pekerjaan oleh kuasa pengguna anggaran kepada FR patut ditelusuri. Sebab, ada dugaan FR ditunjuk langsung untuk menjadi konsultan perencana pada puluhan pembangunan kantor kecamatan.

Tak hanya itu, lanjut Tabroni, FR juga diduga menjadi konsultan perencana pada puluhan proyek pembangunan konstruksi di beberapa dinas. Hanya saja, Tabroni belum mau menyebut apa saja proyek perencanaan yang didapatkan oleh FR dengan cara pinjam-meminjam bendera tersebut.

“Dugaan puluhan paket (proyek, Red) jatuh ke FR tersebut sangat tidak normal. Ini harus diusut tuntas oleh kepolisian atau kejaksaan,” kata Tabroni, Ketua Komisi A DPRD Jember. Politisi moncong putih ini mengungkapkan, bila puluhan paket perencanaan itu benar-benar diberikan kepada FR, maka secara akal, FR tak mungkin mampu membuat perencanaan yang baik ke semua proyek. Salah satu tolok ukurnya adalah insiden ambruknya proyek pembangunan pendapa kecamatan di Jenggawah.

Selain menjadi konsultan perencanaan di proyek pembangunan kecamatan-kecamatan, informasi yang diperoleh Tabroni, FR ini juga menjadi konsultan perencana di banyak proyek lain. Meski nama dinasnya belum bisa dia sebut, tapi menurutnya hal itu sangat tak masuk akal bila FR yang hanya pinjam bendera dipasrahi menjadi perencanaan puluhan bangunan konstruksi. “Jelas tidak akan mampu mengerjakan. Kalau hanya mengerjakan satu atau dua proyek, saya kira masih lumrah,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/