alexametrics
21.8 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Insentif Guru TK dan PAUD Sudah Cair, Tapi Kok..

Cair tapi Tak Sesuai NPHD Insentif Guru TK dan PAUD Dikeluhkan

Mobile_AP_Rectangle 1

Mengenai pencairan insentif yang tidak genap setahun, Rofiq memaparkan, hal tersebut sesuai kebijakan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jember. Yakni 10 bulan masa kerja. Sebelumnya, pihaknya telah mengajukan pencairan 11 bulan. Sehingga untuk bulan Desember insentif akan cair mengikuti anggaran tahun berikutnya. “Kenapa 10 bulan? Karena non-PNS harus bekerja dulu baru digaji. Kalau 11 bulan nunggu akhir. Akhirnya, kami memilih dicairkan 10 bulan masa kerja yang cair di bulan ke-11,” bebernya.

Bagaimana soal ketentuan LPJ? Rofiq membantahnya. Ia menuturkan, dalam NPHD tidak diterangkan mengenai pembuatan LPJ insentif. “Itu haknya mereka. Terserah mau digunakan apa. Ya sudah, diterima,” tuturnya.

Sebagian besar guru PAUD menyambut baik pencairan insentif yang sempat tertunda lama. Namun, ada juga yang menggerutu atas pencairan ini. Sebab, perhitungannya tidak genap satu tahun. Rofiq mengungkapkan, ke depan pencairan insentif akan kembali normal, yaitu tiga bulan sekali. Ia juga mengupayakan adanya kenaikan nominal insentif untuk para guru PAUD tersebut. “Paling tidak, ada tambahan untuk tahun depan. Misalnya Rp 600 ribu (per bulan, Red),” pungkasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Reporter : Dian Cahyani

Fotografer : Dian Cahyani

Editor : Mahrus Sholih

- Advertisement -

Mengenai pencairan insentif yang tidak genap setahun, Rofiq memaparkan, hal tersebut sesuai kebijakan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jember. Yakni 10 bulan masa kerja. Sebelumnya, pihaknya telah mengajukan pencairan 11 bulan. Sehingga untuk bulan Desember insentif akan cair mengikuti anggaran tahun berikutnya. “Kenapa 10 bulan? Karena non-PNS harus bekerja dulu baru digaji. Kalau 11 bulan nunggu akhir. Akhirnya, kami memilih dicairkan 10 bulan masa kerja yang cair di bulan ke-11,” bebernya.

Bagaimana soal ketentuan LPJ? Rofiq membantahnya. Ia menuturkan, dalam NPHD tidak diterangkan mengenai pembuatan LPJ insentif. “Itu haknya mereka. Terserah mau digunakan apa. Ya sudah, diterima,” tuturnya.

Sebagian besar guru PAUD menyambut baik pencairan insentif yang sempat tertunda lama. Namun, ada juga yang menggerutu atas pencairan ini. Sebab, perhitungannya tidak genap satu tahun. Rofiq mengungkapkan, ke depan pencairan insentif akan kembali normal, yaitu tiga bulan sekali. Ia juga mengupayakan adanya kenaikan nominal insentif untuk para guru PAUD tersebut. “Paling tidak, ada tambahan untuk tahun depan. Misalnya Rp 600 ribu (per bulan, Red),” pungkasnya.

Reporter : Dian Cahyani

Fotografer : Dian Cahyani

Editor : Mahrus Sholih

Mengenai pencairan insentif yang tidak genap setahun, Rofiq memaparkan, hal tersebut sesuai kebijakan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jember. Yakni 10 bulan masa kerja. Sebelumnya, pihaknya telah mengajukan pencairan 11 bulan. Sehingga untuk bulan Desember insentif akan cair mengikuti anggaran tahun berikutnya. “Kenapa 10 bulan? Karena non-PNS harus bekerja dulu baru digaji. Kalau 11 bulan nunggu akhir. Akhirnya, kami memilih dicairkan 10 bulan masa kerja yang cair di bulan ke-11,” bebernya.

Bagaimana soal ketentuan LPJ? Rofiq membantahnya. Ia menuturkan, dalam NPHD tidak diterangkan mengenai pembuatan LPJ insentif. “Itu haknya mereka. Terserah mau digunakan apa. Ya sudah, diterima,” tuturnya.

Sebagian besar guru PAUD menyambut baik pencairan insentif yang sempat tertunda lama. Namun, ada juga yang menggerutu atas pencairan ini. Sebab, perhitungannya tidak genap satu tahun. Rofiq mengungkapkan, ke depan pencairan insentif akan kembali normal, yaitu tiga bulan sekali. Ia juga mengupayakan adanya kenaikan nominal insentif untuk para guru PAUD tersebut. “Paling tidak, ada tambahan untuk tahun depan. Misalnya Rp 600 ribu (per bulan, Red),” pungkasnya.

Reporter : Dian Cahyani

Fotografer : Dian Cahyani

Editor : Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/