alexametrics
31.9 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Cuaca Ekstrem Hujan di Jember Diprediksi Berlanjut hingga Lusa

Utamanya di Kecamatan Sumberbaru berpotensi hujan sedang–lebat yang disertai petir dan angin kencang. Selebihnya juga di beberapa kecamatan di kabupaten Tapal Kuda.” Mamuri - Kepala BMKG Stasiun Geofisika Malang.

Mobile_AP_Rectangle 1

HUJAN yang terus mengguyur Jember sejak beberapa hari belakangan mengakibatkan sejumlah daerah tergenang air. Kondisi itu terus terpantau oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Malang Mamuri menjelaskan, hujan yang turun mengguyur kawasan Jember sebenarnya juga sama terjadi di beberapa kabupaten lain di Jawa Timur. “Setelah banjir yang menerjang Kota Batu, berikutnya hujan tinggi juga terjadi di beberapa daerah,” terangnya, saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jember, kemarin (11/11).

Berdasarkan pantauan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas 1 Juanda Surabaya, Kamis (11/11), kata Mamuri, Kabupaten Jember masuk sebagai daerah yang terpantau dalam sistem peringatan dini cuaca ekstrem dengan status bisa meluas. “Utamanya di Kecamatan Sumberbaru berpotensi hujan sedang–lebat yang disertai petir dan angin kencang. Selebihnya juga di beberapa kecamatan di kabupaten Tapal Kuda,” tambahnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain itu, Kabupaten Jember juga masuk sebagai daerah yang berpotensi terjadinya banjir dengan level waspada hingga beberapa hari ke depan. Bahkan tidak menutup kemungkinan, setelah tiga kecamatan kemarin, Semboro, Tanggul, dan Sumberbaru, diterjang banjir, di kecamatan lain juga masih berpotensi terjadi banjir serupa.

- Advertisement -

HUJAN yang terus mengguyur Jember sejak beberapa hari belakangan mengakibatkan sejumlah daerah tergenang air. Kondisi itu terus terpantau oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Malang Mamuri menjelaskan, hujan yang turun mengguyur kawasan Jember sebenarnya juga sama terjadi di beberapa kabupaten lain di Jawa Timur. “Setelah banjir yang menerjang Kota Batu, berikutnya hujan tinggi juga terjadi di beberapa daerah,” terangnya, saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jember, kemarin (11/11).

Berdasarkan pantauan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas 1 Juanda Surabaya, Kamis (11/11), kata Mamuri, Kabupaten Jember masuk sebagai daerah yang terpantau dalam sistem peringatan dini cuaca ekstrem dengan status bisa meluas. “Utamanya di Kecamatan Sumberbaru berpotensi hujan sedang–lebat yang disertai petir dan angin kencang. Selebihnya juga di beberapa kecamatan di kabupaten Tapal Kuda,” tambahnya.

Selain itu, Kabupaten Jember juga masuk sebagai daerah yang berpotensi terjadinya banjir dengan level waspada hingga beberapa hari ke depan. Bahkan tidak menutup kemungkinan, setelah tiga kecamatan kemarin, Semboro, Tanggul, dan Sumberbaru, diterjang banjir, di kecamatan lain juga masih berpotensi terjadi banjir serupa.

HUJAN yang terus mengguyur Jember sejak beberapa hari belakangan mengakibatkan sejumlah daerah tergenang air. Kondisi itu terus terpantau oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Malang Mamuri menjelaskan, hujan yang turun mengguyur kawasan Jember sebenarnya juga sama terjadi di beberapa kabupaten lain di Jawa Timur. “Setelah banjir yang menerjang Kota Batu, berikutnya hujan tinggi juga terjadi di beberapa daerah,” terangnya, saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jember, kemarin (11/11).

Berdasarkan pantauan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas 1 Juanda Surabaya, Kamis (11/11), kata Mamuri, Kabupaten Jember masuk sebagai daerah yang terpantau dalam sistem peringatan dini cuaca ekstrem dengan status bisa meluas. “Utamanya di Kecamatan Sumberbaru berpotensi hujan sedang–lebat yang disertai petir dan angin kencang. Selebihnya juga di beberapa kecamatan di kabupaten Tapal Kuda,” tambahnya.

Selain itu, Kabupaten Jember juga masuk sebagai daerah yang berpotensi terjadinya banjir dengan level waspada hingga beberapa hari ke depan. Bahkan tidak menutup kemungkinan, setelah tiga kecamatan kemarin, Semboro, Tanggul, dan Sumberbaru, diterjang banjir, di kecamatan lain juga masih berpotensi terjadi banjir serupa.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/