alexametrics
24.1 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Separuh Warga Lapas Tak Punya KTP

Mobile_AP_Rectangle 1

Terpisah, Komisioner KPU Jember Ahmad Hanafi membenarkan adanya undangan dari Lapas Jember terkait perekaman KTP yang dilakukan Dispendukcapil itu. Menurutnya, inisiatif Lapas Jember sangat membantu. “Dengan begitu, data warga di lapas akan menjadi jelas,” ungkapnya.

Hanafi menjelaskan, DPT di Lapas Jember beberapa waktu lalu ditetapkan sebanyak 297 pemilih. Bagi warga lapas yang namanya tidak masuk DPT, nantinya akan tetap bisa mencoblos dengan masuk ke dalam DPT tambahan (DPTb). “Data di lapas itu selalu berubah. Untuk itu, akan terus kami update agar sesuai regulasi, tanpa menghilangkan hak pilih mereka. Jadi, data warga yang belum masuk DPT, nanti masuk DPTb,” terangnya.

Ditanya terkait jumlah penghuni Lapas Jember yang saat ini ada sebanyak 600 orang lebih, menurut Hanafi tidak menjadi persoalan. Menurutnya, dalam satu tempat pemungutan suara (TPS), jumlah maksimal adalah 500 orang. “Data di lapas terus berubah. Kami sudah melakukan pendataan. Jadi, walaupun sekarang 600 orang lebih, mereka banyak yang keluar sebelum 9 Desember. Data terakhir kami, itu ada sekitar 300 orang lebih,” paparnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kendati begitu, Hanafi menyebut, pembaruan data di lapas tetap dilakukan. Hal itu untuk mengetahui berapa jumlah warga yang akan menjadi pemilih pada saat pencoblosan calon bupati dan calon wakil bupati Jember, 9 Desember nanti. “Data pasti terus kami update. Sampai saat ini, lapas tetap pada rencana awal, yaitu satu TPS,” pungkasnya.

- Advertisement -

Terpisah, Komisioner KPU Jember Ahmad Hanafi membenarkan adanya undangan dari Lapas Jember terkait perekaman KTP yang dilakukan Dispendukcapil itu. Menurutnya, inisiatif Lapas Jember sangat membantu. “Dengan begitu, data warga di lapas akan menjadi jelas,” ungkapnya.

Hanafi menjelaskan, DPT di Lapas Jember beberapa waktu lalu ditetapkan sebanyak 297 pemilih. Bagi warga lapas yang namanya tidak masuk DPT, nantinya akan tetap bisa mencoblos dengan masuk ke dalam DPT tambahan (DPTb). “Data di lapas itu selalu berubah. Untuk itu, akan terus kami update agar sesuai regulasi, tanpa menghilangkan hak pilih mereka. Jadi, data warga yang belum masuk DPT, nanti masuk DPTb,” terangnya.

Ditanya terkait jumlah penghuni Lapas Jember yang saat ini ada sebanyak 600 orang lebih, menurut Hanafi tidak menjadi persoalan. Menurutnya, dalam satu tempat pemungutan suara (TPS), jumlah maksimal adalah 500 orang. “Data di lapas terus berubah. Kami sudah melakukan pendataan. Jadi, walaupun sekarang 600 orang lebih, mereka banyak yang keluar sebelum 9 Desember. Data terakhir kami, itu ada sekitar 300 orang lebih,” paparnya.

Kendati begitu, Hanafi menyebut, pembaruan data di lapas tetap dilakukan. Hal itu untuk mengetahui berapa jumlah warga yang akan menjadi pemilih pada saat pencoblosan calon bupati dan calon wakil bupati Jember, 9 Desember nanti. “Data pasti terus kami update. Sampai saat ini, lapas tetap pada rencana awal, yaitu satu TPS,” pungkasnya.

Terpisah, Komisioner KPU Jember Ahmad Hanafi membenarkan adanya undangan dari Lapas Jember terkait perekaman KTP yang dilakukan Dispendukcapil itu. Menurutnya, inisiatif Lapas Jember sangat membantu. “Dengan begitu, data warga di lapas akan menjadi jelas,” ungkapnya.

Hanafi menjelaskan, DPT di Lapas Jember beberapa waktu lalu ditetapkan sebanyak 297 pemilih. Bagi warga lapas yang namanya tidak masuk DPT, nantinya akan tetap bisa mencoblos dengan masuk ke dalam DPT tambahan (DPTb). “Data di lapas itu selalu berubah. Untuk itu, akan terus kami update agar sesuai regulasi, tanpa menghilangkan hak pilih mereka. Jadi, data warga yang belum masuk DPT, nanti masuk DPTb,” terangnya.

Ditanya terkait jumlah penghuni Lapas Jember yang saat ini ada sebanyak 600 orang lebih, menurut Hanafi tidak menjadi persoalan. Menurutnya, dalam satu tempat pemungutan suara (TPS), jumlah maksimal adalah 500 orang. “Data di lapas terus berubah. Kami sudah melakukan pendataan. Jadi, walaupun sekarang 600 orang lebih, mereka banyak yang keluar sebelum 9 Desember. Data terakhir kami, itu ada sekitar 300 orang lebih,” paparnya.

Kendati begitu, Hanafi menyebut, pembaruan data di lapas tetap dilakukan. Hal itu untuk mengetahui berapa jumlah warga yang akan menjadi pemilih pada saat pencoblosan calon bupati dan calon wakil bupati Jember, 9 Desember nanti. “Data pasti terus kami update. Sampai saat ini, lapas tetap pada rencana awal, yaitu satu TPS,” pungkasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/