alexametrics
23.7 C
Jember
Sunday, 3 July 2022

Klaster Pesantren Dinilai Lebih Terkendali

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Aktivitas pembelajaran di pondok pesantren tetap berjalan seperti biasanya hingga hari ini. Hal itu jelas berbeda dengan kondisi berbagai satuan pendidikan di lembaga formal, baik negeri maupun swasta, yang rata-rata masih nonaktif.

Perbedaan kondisi sekolah dan pesantren itu memunculkan indikasi bahwa pesantren dinilai lebih steril dari potensi terjadinya klaster baru penyebaran pandemi. “Sejak pertama santri dipulangkan sampai kembalinya di pondok, rata-rata mereka sudah rapid test. Jadi, saat di pondok, risiko itu kecil sekali,” beber Pengasuh Pesantren Shofa Marwa Pakusari KH Abdul Halim Soebahar kepada Jawa Pos Radar Jember.

Sebagaimana diketahui, rata-rata pesantren tak sekadar menjadi tempat mengaji kitab. Tetapi di dalamnya juga terdapat lembaga formal mulai dari MI, MTs, MA, hingga jenjang sederajat lainnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Aktivitas pembelajaran di pondok pesantren tetap berjalan seperti biasanya hingga hari ini. Hal itu jelas berbeda dengan kondisi berbagai satuan pendidikan di lembaga formal, baik negeri maupun swasta, yang rata-rata masih nonaktif.

Perbedaan kondisi sekolah dan pesantren itu memunculkan indikasi bahwa pesantren dinilai lebih steril dari potensi terjadinya klaster baru penyebaran pandemi. “Sejak pertama santri dipulangkan sampai kembalinya di pondok, rata-rata mereka sudah rapid test. Jadi, saat di pondok, risiko itu kecil sekali,” beber Pengasuh Pesantren Shofa Marwa Pakusari KH Abdul Halim Soebahar kepada Jawa Pos Radar Jember.

Sebagaimana diketahui, rata-rata pesantren tak sekadar menjadi tempat mengaji kitab. Tetapi di dalamnya juga terdapat lembaga formal mulai dari MI, MTs, MA, hingga jenjang sederajat lainnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Aktivitas pembelajaran di pondok pesantren tetap berjalan seperti biasanya hingga hari ini. Hal itu jelas berbeda dengan kondisi berbagai satuan pendidikan di lembaga formal, baik negeri maupun swasta, yang rata-rata masih nonaktif.

Perbedaan kondisi sekolah dan pesantren itu memunculkan indikasi bahwa pesantren dinilai lebih steril dari potensi terjadinya klaster baru penyebaran pandemi. “Sejak pertama santri dipulangkan sampai kembalinya di pondok, rata-rata mereka sudah rapid test. Jadi, saat di pondok, risiko itu kecil sekali,” beber Pengasuh Pesantren Shofa Marwa Pakusari KH Abdul Halim Soebahar kepada Jawa Pos Radar Jember.

Sebagaimana diketahui, rata-rata pesantren tak sekadar menjadi tempat mengaji kitab. Tetapi di dalamnya juga terdapat lembaga formal mulai dari MI, MTs, MA, hingga jenjang sederajat lainnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/