alexametrics
23.5 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Aplikasi PeduliLindungi Wajib Gak sih

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID- Pemerintah telah membikin aplikasi PeduliLindungi untuk pendataan vaksinasi. Aplikasi ini akan menjadi “paspor” bagi masyarakat yang beraktivitas. Sebab, seiring berjalannya waktu, semua tempat publik bakal mensyaratkan keterangan telah melakukan vaksinasi yang dibuktikan dengan aplikasi PeduliLindungi. Jika tidak, mereka bisa ditolak.

Namun, saat ini di Jember, penerapannya masih belum menyeluruh. Hanya sebagian saja. Yaitu beberapa pusat perbelanjaan dan kantor perbankan. Namun, masih banyak kendala yang dirasakan saat masyarakat menggunakan aplikasi tersebut. Seperti yang dialami Ali, warga Jember yang berusia 62 tahun.

Ali mengaku, bersama istrinya, dia sering melakukan perjalanan luar kota. Bahkan hampir setiap bulan ia pulang ke kampung halamannya di Kediri untuk bertemu dan bersilaturahmi dengan keluarga besarnya. Untuk menjamin kelancaran perjalanan, ia dan istri segera meng-install aplikasi PeduliLindungi. Dia khawatir nantinya akan ada pemeriksaan sebagai syarat untuk melakukan perjalanan. Namun ternyata, akun miliknya tak dapat diakses alias tak bisa login. “Nyoba buka PeduliLindungi melalui website bisa. Tapi, kalau aplikasi tidak bisa,” kata Fauziah, putri pertama Ali.

Mobile_AP_Rectangle 2

Fauziyah berinisiatif untuk mencetak keterangan vaksinasi melalui website PeduliLindungi. Namun, suaminya melarang. Khawatir nomor induk kependudukan (NIK) akan menyebar ketika hasil cetakan PeduliLindungi tak dipakai lagi.

Hingga akhirnya, Ali dan istrinya nekat melakukan perjalanan ke Kediri tanpa mengantongi surat vaksinasi lengkap, ataupun akses PeduliLindungi sesuai yang disyaratkan. Beruntung, selama perjalanan tidak ada hambatan yang terjadi karena tidak ada pemeriksaan PeduliLindungi.

- Advertisement -

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID- Pemerintah telah membikin aplikasi PeduliLindungi untuk pendataan vaksinasi. Aplikasi ini akan menjadi “paspor” bagi masyarakat yang beraktivitas. Sebab, seiring berjalannya waktu, semua tempat publik bakal mensyaratkan keterangan telah melakukan vaksinasi yang dibuktikan dengan aplikasi PeduliLindungi. Jika tidak, mereka bisa ditolak.

Namun, saat ini di Jember, penerapannya masih belum menyeluruh. Hanya sebagian saja. Yaitu beberapa pusat perbelanjaan dan kantor perbankan. Namun, masih banyak kendala yang dirasakan saat masyarakat menggunakan aplikasi tersebut. Seperti yang dialami Ali, warga Jember yang berusia 62 tahun.

Ali mengaku, bersama istrinya, dia sering melakukan perjalanan luar kota. Bahkan hampir setiap bulan ia pulang ke kampung halamannya di Kediri untuk bertemu dan bersilaturahmi dengan keluarga besarnya. Untuk menjamin kelancaran perjalanan, ia dan istri segera meng-install aplikasi PeduliLindungi. Dia khawatir nantinya akan ada pemeriksaan sebagai syarat untuk melakukan perjalanan. Namun ternyata, akun miliknya tak dapat diakses alias tak bisa login. “Nyoba buka PeduliLindungi melalui website bisa. Tapi, kalau aplikasi tidak bisa,” kata Fauziah, putri pertama Ali.

Fauziyah berinisiatif untuk mencetak keterangan vaksinasi melalui website PeduliLindungi. Namun, suaminya melarang. Khawatir nomor induk kependudukan (NIK) akan menyebar ketika hasil cetakan PeduliLindungi tak dipakai lagi.

Hingga akhirnya, Ali dan istrinya nekat melakukan perjalanan ke Kediri tanpa mengantongi surat vaksinasi lengkap, ataupun akses PeduliLindungi sesuai yang disyaratkan. Beruntung, selama perjalanan tidak ada hambatan yang terjadi karena tidak ada pemeriksaan PeduliLindungi.

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID- Pemerintah telah membikin aplikasi PeduliLindungi untuk pendataan vaksinasi. Aplikasi ini akan menjadi “paspor” bagi masyarakat yang beraktivitas. Sebab, seiring berjalannya waktu, semua tempat publik bakal mensyaratkan keterangan telah melakukan vaksinasi yang dibuktikan dengan aplikasi PeduliLindungi. Jika tidak, mereka bisa ditolak.

Namun, saat ini di Jember, penerapannya masih belum menyeluruh. Hanya sebagian saja. Yaitu beberapa pusat perbelanjaan dan kantor perbankan. Namun, masih banyak kendala yang dirasakan saat masyarakat menggunakan aplikasi tersebut. Seperti yang dialami Ali, warga Jember yang berusia 62 tahun.

Ali mengaku, bersama istrinya, dia sering melakukan perjalanan luar kota. Bahkan hampir setiap bulan ia pulang ke kampung halamannya di Kediri untuk bertemu dan bersilaturahmi dengan keluarga besarnya. Untuk menjamin kelancaran perjalanan, ia dan istri segera meng-install aplikasi PeduliLindungi. Dia khawatir nantinya akan ada pemeriksaan sebagai syarat untuk melakukan perjalanan. Namun ternyata, akun miliknya tak dapat diakses alias tak bisa login. “Nyoba buka PeduliLindungi melalui website bisa. Tapi, kalau aplikasi tidak bisa,” kata Fauziah, putri pertama Ali.

Fauziyah berinisiatif untuk mencetak keterangan vaksinasi melalui website PeduliLindungi. Namun, suaminya melarang. Khawatir nomor induk kependudukan (NIK) akan menyebar ketika hasil cetakan PeduliLindungi tak dipakai lagi.

Hingga akhirnya, Ali dan istrinya nekat melakukan perjalanan ke Kediri tanpa mengantongi surat vaksinasi lengkap, ataupun akses PeduliLindungi sesuai yang disyaratkan. Beruntung, selama perjalanan tidak ada hambatan yang terjadi karena tidak ada pemeriksaan PeduliLindungi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/