alexametrics
23 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Sudah Sepekan, Gas LPG 3 Kg di Jember Selatan Langka

Mobile_AP_Rectangle 1

AMBULU.RADARJEMBER.ID – Warga Jember selatan, khususnya warga Dusun Watu Ulo dan Payangan, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, kesulitan mendapatkan gas LPG 3 Kg. Sudah sepekan terakhir gas melon itu langka. Kalaupun ada harganya naik melampaui harga semestinya.

Biasanya LPG 3 Kg hanya Rp 18 ribu per tabung, kini sudah tembus Rp 20 ribu hingga Rp 22 ribu. Itupun warga harus mencari ke tempat jauh. Karena sekarang tidak semua toko menjual LPG. “Sebelumnya toko-toko di Payangan banyak yang jual,” kata Bu Viki, perempuan yang buka warung d Pantai Payangan, Minggu (12/9).

Menurutnya, sekarang ini LPG 3 Kg bukan hanya dipakai untuk memasak. Tapi petani juga membutuhkan LPG sebagai bahan bakar mesin penyedot air di sawah. “Selain LPG langka, sekarang ini para nelayan juga sulit mendapatkan solar,” ungkapnya.

- Advertisement -

AMBULU.RADARJEMBER.ID – Warga Jember selatan, khususnya warga Dusun Watu Ulo dan Payangan, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, kesulitan mendapatkan gas LPG 3 Kg. Sudah sepekan terakhir gas melon itu langka. Kalaupun ada harganya naik melampaui harga semestinya.

Biasanya LPG 3 Kg hanya Rp 18 ribu per tabung, kini sudah tembus Rp 20 ribu hingga Rp 22 ribu. Itupun warga harus mencari ke tempat jauh. Karena sekarang tidak semua toko menjual LPG. “Sebelumnya toko-toko di Payangan banyak yang jual,” kata Bu Viki, perempuan yang buka warung d Pantai Payangan, Minggu (12/9).

Menurutnya, sekarang ini LPG 3 Kg bukan hanya dipakai untuk memasak. Tapi petani juga membutuhkan LPG sebagai bahan bakar mesin penyedot air di sawah. “Selain LPG langka, sekarang ini para nelayan juga sulit mendapatkan solar,” ungkapnya.

AMBULU.RADARJEMBER.ID – Warga Jember selatan, khususnya warga Dusun Watu Ulo dan Payangan, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, kesulitan mendapatkan gas LPG 3 Kg. Sudah sepekan terakhir gas melon itu langka. Kalaupun ada harganya naik melampaui harga semestinya.

Biasanya LPG 3 Kg hanya Rp 18 ribu per tabung, kini sudah tembus Rp 20 ribu hingga Rp 22 ribu. Itupun warga harus mencari ke tempat jauh. Karena sekarang tidak semua toko menjual LPG. “Sebelumnya toko-toko di Payangan banyak yang jual,” kata Bu Viki, perempuan yang buka warung d Pantai Payangan, Minggu (12/9).

Menurutnya, sekarang ini LPG 3 Kg bukan hanya dipakai untuk memasak. Tapi petani juga membutuhkan LPG sebagai bahan bakar mesin penyedot air di sawah. “Selain LPG langka, sekarang ini para nelayan juga sulit mendapatkan solar,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/