alexametrics
27.3 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Museum Balai Pelestarian Cagar Budaya Simpan Koleksi Artefak Tiga Zaman

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.IDJember dikenal memiliki peninggalan artefak yang cukup banyak. Salah satu tempat penyimpanan penemuan artefak itu adalah di Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) yang terletak di belakang Kantor Dinas Pendidikan Jember. Meski tempatnya di Jember, namun BPCB berada di bawah Pemprov Jawa Timur, bukan Pemkab Jember.

Banyak masyarakat yang menganggap tempat ini adalah museum. Sebab, menyimpan banyak peninggalan megalitikum. Padahal, hingga saat ini masih berstatus situs cagar budaya. Setidaknya terdapat lebih dari 100 artefak yang tersimpan. Terdiri atas artefak di zaman prasejarah, klasik, dan kolonial.

Koordinator Juru Pelihara BPCB dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur Djoko Suhardjito menjelaskan, seratus lebih artefak itu terdiri atas peninggalan pada tiga zaman. Yaitu prasejarah, zaman klasik, dan zaman kolonial. Beberapa peninggalan pada zaman prasejarah di antaranya sarkofagus, batu kenong yang berjumlah 30, batu lumpang, arca, batu gandik, kapak lonjong, gerabah, bekal kubur, dan fosil kerang.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sedangkan beberapa peninggalan di zaman klasik terdiri atas lingga yoni, guci, uang keping, keris yang terdiri atas lima jenis, arca megalitikum, dan relief untuk penyangga bangunan. Terakhir adalah peninggalan pada masa kolonial. Jumlahnya tidak sebanyak dua zaman sebelumnya. Peninggalannya banyak terdiri atas perabotan rumah tangga, misalnya botol untuk amer yang terbuat dari tanah, guci, setrika, dan lain-lain.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.IDJember dikenal memiliki peninggalan artefak yang cukup banyak. Salah satu tempat penyimpanan penemuan artefak itu adalah di Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) yang terletak di belakang Kantor Dinas Pendidikan Jember. Meski tempatnya di Jember, namun BPCB berada di bawah Pemprov Jawa Timur, bukan Pemkab Jember.

Banyak masyarakat yang menganggap tempat ini adalah museum. Sebab, menyimpan banyak peninggalan megalitikum. Padahal, hingga saat ini masih berstatus situs cagar budaya. Setidaknya terdapat lebih dari 100 artefak yang tersimpan. Terdiri atas artefak di zaman prasejarah, klasik, dan kolonial.

Koordinator Juru Pelihara BPCB dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur Djoko Suhardjito menjelaskan, seratus lebih artefak itu terdiri atas peninggalan pada tiga zaman. Yaitu prasejarah, zaman klasik, dan zaman kolonial. Beberapa peninggalan pada zaman prasejarah di antaranya sarkofagus, batu kenong yang berjumlah 30, batu lumpang, arca, batu gandik, kapak lonjong, gerabah, bekal kubur, dan fosil kerang.

Sedangkan beberapa peninggalan di zaman klasik terdiri atas lingga yoni, guci, uang keping, keris yang terdiri atas lima jenis, arca megalitikum, dan relief untuk penyangga bangunan. Terakhir adalah peninggalan pada masa kolonial. Jumlahnya tidak sebanyak dua zaman sebelumnya. Peninggalannya banyak terdiri atas perabotan rumah tangga, misalnya botol untuk amer yang terbuat dari tanah, guci, setrika, dan lain-lain.

JEMBER, RADARJEMBER.IDJember dikenal memiliki peninggalan artefak yang cukup banyak. Salah satu tempat penyimpanan penemuan artefak itu adalah di Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) yang terletak di belakang Kantor Dinas Pendidikan Jember. Meski tempatnya di Jember, namun BPCB berada di bawah Pemprov Jawa Timur, bukan Pemkab Jember.

Banyak masyarakat yang menganggap tempat ini adalah museum. Sebab, menyimpan banyak peninggalan megalitikum. Padahal, hingga saat ini masih berstatus situs cagar budaya. Setidaknya terdapat lebih dari 100 artefak yang tersimpan. Terdiri atas artefak di zaman prasejarah, klasik, dan kolonial.

Koordinator Juru Pelihara BPCB dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur Djoko Suhardjito menjelaskan, seratus lebih artefak itu terdiri atas peninggalan pada tiga zaman. Yaitu prasejarah, zaman klasik, dan zaman kolonial. Beberapa peninggalan pada zaman prasejarah di antaranya sarkofagus, batu kenong yang berjumlah 30, batu lumpang, arca, batu gandik, kapak lonjong, gerabah, bekal kubur, dan fosil kerang.

Sedangkan beberapa peninggalan di zaman klasik terdiri atas lingga yoni, guci, uang keping, keris yang terdiri atas lima jenis, arca megalitikum, dan relief untuk penyangga bangunan. Terakhir adalah peninggalan pada masa kolonial. Jumlahnya tidak sebanyak dua zaman sebelumnya. Peninggalannya banyak terdiri atas perabotan rumah tangga, misalnya botol untuk amer yang terbuat dari tanah, guci, setrika, dan lain-lain.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/