alexametrics
26.8 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Produksi Tinggi, namun Harga Lesu

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kabupaten pertanian dan lumbung pangan menjadi ikon bagi Kabupaten Jember. Produksi pangan di Kota Suwar Suwir ini memang masih tinggi. Terlebih lagi untuk produksi gabah dan padi. Sayangnya, harga gabah di Jember tidak menjadi lima tertinggi di Jawa Timur.

Catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, produksi gabah kering giling (GKG) Jatim pada 2018 mencapai 10,5 juta ton. Produksi GKG terbesar adalah Kabupaten Lamongan sebesar 924 ribu ton dengan luas panen 151 ribu hektare, Bojonegoro 757 ribu ton dengan luas panen 141 ribu hektare, Ngawi 753 ribu ton dengan luas panen 124 ribu hektare, dan posisi keempat Kabupaten Jember yang mencapai produksi GKG 745 ribu ton dengan luas panen 133 ribu hektare.

Peningkatan pun terjadi pada produksi beras di Kabupaten Jember. Total produksi padi mencapai 997.838 ton dan luas 157.344 hektare. Artinya, ada peningkatan luas panen dari sebelumnya, yaitu 133 ribu hektare menjadi 157 ribu hektare.

Mobile_AP_Rectangle 2

Produksi beras Jember yang tinggi juga diakui oleh Bulog. Kepala Bulog Subdivre Jember Budi Sultika mengatakan, stok gudang beras di Jember setiap tahun selalu aman, bahkan surplus. Dalam urusan pengadaan beras, Bulog Jawa Timur secara nasional menjadi urutan kedua setelah Sulawesi Selatan. Sedangkan untuk pengadaan beras dari Bulog, Jember setidaknya masuk tiga besar. “Urutan kedua, setelah Bojonegoro,” jelasnya.

Dia mengakui, potensi Jember ini melimpah, termasuk urusan beras. Budi pun menegaskan pengadaan beras Bulog Jember itu dari petani Jember, tidak diambil dari daerah lain. “Stok kami sekarang ada 46 ribu ton. Itu sangat cukup hingga akhir tahun, termasuk dalam penyaluran bansos beras dari Kemensos,” tuturnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kabupaten pertanian dan lumbung pangan menjadi ikon bagi Kabupaten Jember. Produksi pangan di Kota Suwar Suwir ini memang masih tinggi. Terlebih lagi untuk produksi gabah dan padi. Sayangnya, harga gabah di Jember tidak menjadi lima tertinggi di Jawa Timur.

Catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, produksi gabah kering giling (GKG) Jatim pada 2018 mencapai 10,5 juta ton. Produksi GKG terbesar adalah Kabupaten Lamongan sebesar 924 ribu ton dengan luas panen 151 ribu hektare, Bojonegoro 757 ribu ton dengan luas panen 141 ribu hektare, Ngawi 753 ribu ton dengan luas panen 124 ribu hektare, dan posisi keempat Kabupaten Jember yang mencapai produksi GKG 745 ribu ton dengan luas panen 133 ribu hektare.

Peningkatan pun terjadi pada produksi beras di Kabupaten Jember. Total produksi padi mencapai 997.838 ton dan luas 157.344 hektare. Artinya, ada peningkatan luas panen dari sebelumnya, yaitu 133 ribu hektare menjadi 157 ribu hektare.

Produksi beras Jember yang tinggi juga diakui oleh Bulog. Kepala Bulog Subdivre Jember Budi Sultika mengatakan, stok gudang beras di Jember setiap tahun selalu aman, bahkan surplus. Dalam urusan pengadaan beras, Bulog Jawa Timur secara nasional menjadi urutan kedua setelah Sulawesi Selatan. Sedangkan untuk pengadaan beras dari Bulog, Jember setidaknya masuk tiga besar. “Urutan kedua, setelah Bojonegoro,” jelasnya.

Dia mengakui, potensi Jember ini melimpah, termasuk urusan beras. Budi pun menegaskan pengadaan beras Bulog Jember itu dari petani Jember, tidak diambil dari daerah lain. “Stok kami sekarang ada 46 ribu ton. Itu sangat cukup hingga akhir tahun, termasuk dalam penyaluran bansos beras dari Kemensos,” tuturnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kabupaten pertanian dan lumbung pangan menjadi ikon bagi Kabupaten Jember. Produksi pangan di Kota Suwar Suwir ini memang masih tinggi. Terlebih lagi untuk produksi gabah dan padi. Sayangnya, harga gabah di Jember tidak menjadi lima tertinggi di Jawa Timur.

Catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, produksi gabah kering giling (GKG) Jatim pada 2018 mencapai 10,5 juta ton. Produksi GKG terbesar adalah Kabupaten Lamongan sebesar 924 ribu ton dengan luas panen 151 ribu hektare, Bojonegoro 757 ribu ton dengan luas panen 141 ribu hektare, Ngawi 753 ribu ton dengan luas panen 124 ribu hektare, dan posisi keempat Kabupaten Jember yang mencapai produksi GKG 745 ribu ton dengan luas panen 133 ribu hektare.

Peningkatan pun terjadi pada produksi beras di Kabupaten Jember. Total produksi padi mencapai 997.838 ton dan luas 157.344 hektare. Artinya, ada peningkatan luas panen dari sebelumnya, yaitu 133 ribu hektare menjadi 157 ribu hektare.

Produksi beras Jember yang tinggi juga diakui oleh Bulog. Kepala Bulog Subdivre Jember Budi Sultika mengatakan, stok gudang beras di Jember setiap tahun selalu aman, bahkan surplus. Dalam urusan pengadaan beras, Bulog Jawa Timur secara nasional menjadi urutan kedua setelah Sulawesi Selatan. Sedangkan untuk pengadaan beras dari Bulog, Jember setidaknya masuk tiga besar. “Urutan kedua, setelah Bojonegoro,” jelasnya.

Dia mengakui, potensi Jember ini melimpah, termasuk urusan beras. Budi pun menegaskan pengadaan beras Bulog Jember itu dari petani Jember, tidak diambil dari daerah lain. “Stok kami sekarang ada 46 ribu ton. Itu sangat cukup hingga akhir tahun, termasuk dalam penyaluran bansos beras dari Kemensos,” tuturnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/