alexametrics
19.8 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Jantung Kota Jember Bergetar

Bunyi Sound System, Tanda Mereka Bekerja

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dentuman suara musik terdengar begitu menggelegar. Bahkan sampai menggetarkan dinding dan kaca sejumlah bangunan di sekitarnya. Ya, jantung Kota Jember pun bergetar.

Bukan akibat ledakan atau semacamnya. Getaran yang sampai menimbulkan dentum di dada ini berasal dari ratusan massa yang tergabung dalam Jember Sound System Community (JSSC), yang menyampaikan aspirasi di depan pendapa bupati. Caranya cukup efektif, kemarin (11/8). Tanpa banyak orasi, bunyi sound system mewakili tuntutan massa agar mereka bisa bekerja seperti sebelum datangnya pandemi korona.

Selama anak-anak bersekolah di rumah, para pelaku bisnis entertain ini juga lebih banyak di rumah alias tidak bekerja. Alhasil, beberapa bulan terakhir sound system itu tidak berbunyi. Dengan suara yang mengetarkan, mereka menunjukkan kepada khalayak umum bahwa bunyi sound system adalah tanda mereka bekerja.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pembina JSSC, Edi Topan Santoso menyebut, ratusan warga yang turun jalan merupakan gabungan dari berbagai pelaku entertainment dan kesenian di Jember. Ada pengusaha sound system, tenda, dan makeup artist, serta komunitas kesenian seperti barong dan lainnya. Untuk itulah, aksi damai itu menuntut agar mereka bisa bekerja kembali. “Sejak ada korona, kami tidak bisa bekerja, kami ingin bisa bekerja lagi,” ucap Topan.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dentuman suara musik terdengar begitu menggelegar. Bahkan sampai menggetarkan dinding dan kaca sejumlah bangunan di sekitarnya. Ya, jantung Kota Jember pun bergetar.

Bukan akibat ledakan atau semacamnya. Getaran yang sampai menimbulkan dentum di dada ini berasal dari ratusan massa yang tergabung dalam Jember Sound System Community (JSSC), yang menyampaikan aspirasi di depan pendapa bupati. Caranya cukup efektif, kemarin (11/8). Tanpa banyak orasi, bunyi sound system mewakili tuntutan massa agar mereka bisa bekerja seperti sebelum datangnya pandemi korona.

Selama anak-anak bersekolah di rumah, para pelaku bisnis entertain ini juga lebih banyak di rumah alias tidak bekerja. Alhasil, beberapa bulan terakhir sound system itu tidak berbunyi. Dengan suara yang mengetarkan, mereka menunjukkan kepada khalayak umum bahwa bunyi sound system adalah tanda mereka bekerja.

Pembina JSSC, Edi Topan Santoso menyebut, ratusan warga yang turun jalan merupakan gabungan dari berbagai pelaku entertainment dan kesenian di Jember. Ada pengusaha sound system, tenda, dan makeup artist, serta komunitas kesenian seperti barong dan lainnya. Untuk itulah, aksi damai itu menuntut agar mereka bisa bekerja kembali. “Sejak ada korona, kami tidak bisa bekerja, kami ingin bisa bekerja lagi,” ucap Topan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dentuman suara musik terdengar begitu menggelegar. Bahkan sampai menggetarkan dinding dan kaca sejumlah bangunan di sekitarnya. Ya, jantung Kota Jember pun bergetar.

Bukan akibat ledakan atau semacamnya. Getaran yang sampai menimbulkan dentum di dada ini berasal dari ratusan massa yang tergabung dalam Jember Sound System Community (JSSC), yang menyampaikan aspirasi di depan pendapa bupati. Caranya cukup efektif, kemarin (11/8). Tanpa banyak orasi, bunyi sound system mewakili tuntutan massa agar mereka bisa bekerja seperti sebelum datangnya pandemi korona.

Selama anak-anak bersekolah di rumah, para pelaku bisnis entertain ini juga lebih banyak di rumah alias tidak bekerja. Alhasil, beberapa bulan terakhir sound system itu tidak berbunyi. Dengan suara yang mengetarkan, mereka menunjukkan kepada khalayak umum bahwa bunyi sound system adalah tanda mereka bekerja.

Pembina JSSC, Edi Topan Santoso menyebut, ratusan warga yang turun jalan merupakan gabungan dari berbagai pelaku entertainment dan kesenian di Jember. Ada pengusaha sound system, tenda, dan makeup artist, serta komunitas kesenian seperti barong dan lainnya. Untuk itulah, aksi damai itu menuntut agar mereka bisa bekerja kembali. “Sejak ada korona, kami tidak bisa bekerja, kami ingin bisa bekerja lagi,” ucap Topan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/