alexametrics
24.9 C
Jember
Saturday, 2 July 2022

Empat Santri Nyaris Nyemplung Jurang

Semua Selamat karena Mobil Tersangkut Pohon Besar

Mobile_AP_Rectangle 1

Dia menduga, jika sopir beralasan di lokasi jalannya gelap, kemungkinan sang sopir mengantuk saat melintas di jalur tikungan itu. Sebab, di sepanjang jalur Gumitir, mulai dari makam Habib Ali hingga ke Stasiun TVRI, lampu jalan menyala cukup terang. “Yang jelas, sopir mengantuk saat mengemudi, sehingga menabrak pagar besi pengaman jalan,” duganya.

Sementara itu, Kapolsek Silo AKP Suhartanto bersama anggota polantas langsung mengamankan lokasi. Kapolsek menguatkan dugaan petugas derek bahwa sopir mengantuk ketika melintas di jalur maut tersebut. Indikasinya, tidak ada tanda-tanda sopir mengurangi kecepatan saat melewati jalan menikung itu. “Untuk proses evakuasi, kami menggunakan alat derek manual,” jelasnya.

Akibat pengangkatan mobil itu, jalur Jember-Banyuwangi sempat macet beberapa saat. Sebab, proses evakuasi menggunakan derek manual milik warga Silo, sehingga butuh tenaga ekstra untuk mengevakuasinya. Untung saja, para pengendara motor yang tengah melintas dan warga setempat turut membantu petugas. Sehingga prosesnya berlangsung cukup singkat. “Akhirnya, kendaraan dari dua arah kembali normal,” tutur mantan Kapolsek Tempurejo ini.

Mobile_AP_Rectangle 2

Lebih lanjut, pihaknya mengimbau kepada pengguna jalan, khususnya kendaraan roda empat, agar beristirahat bila terasa mengantuk. Dia menyarankan, lebih baik mencari tempat aman dan jangan memaksakan diri mengemudikan kendaraan. Jika sudah merasa segar kembali, baru boleh melanjutkan perjalanan. “Untuk mobil yang mengalami kecelakaan, rusak parah di bagian depan karena menabrak pohon,” terangnya.

 

 

Jurnalis : Jumai
Fotografer : Grafis reza
Redaktur : Mahrus Sholih

- Advertisement -

Dia menduga, jika sopir beralasan di lokasi jalannya gelap, kemungkinan sang sopir mengantuk saat melintas di jalur tikungan itu. Sebab, di sepanjang jalur Gumitir, mulai dari makam Habib Ali hingga ke Stasiun TVRI, lampu jalan menyala cukup terang. “Yang jelas, sopir mengantuk saat mengemudi, sehingga menabrak pagar besi pengaman jalan,” duganya.

Sementara itu, Kapolsek Silo AKP Suhartanto bersama anggota polantas langsung mengamankan lokasi. Kapolsek menguatkan dugaan petugas derek bahwa sopir mengantuk ketika melintas di jalur maut tersebut. Indikasinya, tidak ada tanda-tanda sopir mengurangi kecepatan saat melewati jalan menikung itu. “Untuk proses evakuasi, kami menggunakan alat derek manual,” jelasnya.

Akibat pengangkatan mobil itu, jalur Jember-Banyuwangi sempat macet beberapa saat. Sebab, proses evakuasi menggunakan derek manual milik warga Silo, sehingga butuh tenaga ekstra untuk mengevakuasinya. Untung saja, para pengendara motor yang tengah melintas dan warga setempat turut membantu petugas. Sehingga prosesnya berlangsung cukup singkat. “Akhirnya, kendaraan dari dua arah kembali normal,” tutur mantan Kapolsek Tempurejo ini.

Lebih lanjut, pihaknya mengimbau kepada pengguna jalan, khususnya kendaraan roda empat, agar beristirahat bila terasa mengantuk. Dia menyarankan, lebih baik mencari tempat aman dan jangan memaksakan diri mengemudikan kendaraan. Jika sudah merasa segar kembali, baru boleh melanjutkan perjalanan. “Untuk mobil yang mengalami kecelakaan, rusak parah di bagian depan karena menabrak pohon,” terangnya.

 

 

Jurnalis : Jumai
Fotografer : Grafis reza
Redaktur : Mahrus Sholih

Dia menduga, jika sopir beralasan di lokasi jalannya gelap, kemungkinan sang sopir mengantuk saat melintas di jalur tikungan itu. Sebab, di sepanjang jalur Gumitir, mulai dari makam Habib Ali hingga ke Stasiun TVRI, lampu jalan menyala cukup terang. “Yang jelas, sopir mengantuk saat mengemudi, sehingga menabrak pagar besi pengaman jalan,” duganya.

Sementara itu, Kapolsek Silo AKP Suhartanto bersama anggota polantas langsung mengamankan lokasi. Kapolsek menguatkan dugaan petugas derek bahwa sopir mengantuk ketika melintas di jalur maut tersebut. Indikasinya, tidak ada tanda-tanda sopir mengurangi kecepatan saat melewati jalan menikung itu. “Untuk proses evakuasi, kami menggunakan alat derek manual,” jelasnya.

Akibat pengangkatan mobil itu, jalur Jember-Banyuwangi sempat macet beberapa saat. Sebab, proses evakuasi menggunakan derek manual milik warga Silo, sehingga butuh tenaga ekstra untuk mengevakuasinya. Untung saja, para pengendara motor yang tengah melintas dan warga setempat turut membantu petugas. Sehingga prosesnya berlangsung cukup singkat. “Akhirnya, kendaraan dari dua arah kembali normal,” tutur mantan Kapolsek Tempurejo ini.

Lebih lanjut, pihaknya mengimbau kepada pengguna jalan, khususnya kendaraan roda empat, agar beristirahat bila terasa mengantuk. Dia menyarankan, lebih baik mencari tempat aman dan jangan memaksakan diri mengemudikan kendaraan. Jika sudah merasa segar kembali, baru boleh melanjutkan perjalanan. “Untuk mobil yang mengalami kecelakaan, rusak parah di bagian depan karena menabrak pohon,” terangnya.

 

 

Jurnalis : Jumai
Fotografer : Grafis reza
Redaktur : Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/