alexametrics
31.6 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Empat Santri Nyaris Nyemplung Jurang

Semua Selamat karena Mobil Tersangkut Pohon Besar

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Empat santri yang mengalami kecelakaan di tikungan tajam Jalan Raya Dusun Curahdamar, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, nyaris saja terperosok ke jurang sedalam 50 meter. Beruntung, kendaraan jenis minibus yang mereka kendarai itu menghantam dan tersangkut pohon besar yang berjarak sekitar 5 meter dari bibir jalan.

Kecelakaan tunggal yang terjadi Jumat (11/6) sekitar pukul 03.00 dini hari itu tak sampai memakan korban jiwa. Ditengarai, sopir mengantuk saat mengemudikan kendaraan dan gagal menikung hingga menabrak pagar besi pengaman jalan. Di lokasi yang sama, memang sering terjadi kecelakaan serupa.

Informasinya, kecelakaan tunggal ini dialami mobil Toyota Avanza P 1878 WU. Kendaraan warna silver itu hampir saja terjun bebas ke jurang di tikungan maut akibat sopir mengantuk. Kendaraan tersebut melaju dari arah Jember dengan tujuan Banyuwangi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Empat santri di dalam mobil nahas tersebut masing-masing adalah Muqtadi, 23, warga asal Dusun Dejeh, Desa Kecer, Kecamatan Dasuk, Sumenep. Dia merupakan pengemudi kendaraan itu. Sedangkan Muhammad Nuryasir, 22, warga Dusun Trisakti, Desa Kejarakan, Kabupaten Buleleng, Bali; Rofiul Ulum, 19, warga Desa Alasrejo, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi; dan Makdinul In’am, 19, warga Dusun Ajung Oloh, Desa/Kecamatan Kalisat, Jember, merupakan penumpang.

Sumber Jawa Pos Radar Jember menyebutkan, sebelum terjadi kecelakaan, mobil yang ditumpangi santri tersebut berangkat dari Kalisat sekitar pukul 02.00 dini hari. Mereka bakal menuju ke sebuah pondok pesantren (ponpes) di Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi. Namun, sesampainya di lokasi, sopir mengaku jalan terlihat begitu gelap. Sehingga sang pengemudi tak mampu menguasai laju kendaraan itu. “Setelah di jalan yang menikung tajam dan menanjak itu, tiba-tiba jalan gelap. Mobil langsung menabrak pagar besi pengaman jalan,” kata Muqtadi, sang sopir.

Dia mengaku baru sadar mobil itu masuk jurang setelah terjadi benturan. Kendaraan tersebut meluncur bebas dari jalan hingga menabrak pagar besi dan baru berhenti setelah menghantam pohon besar. Tersangkutnya kendaraan di pohon inilah yang menyelamatkan keempat santri tersebut. “Setelah itu, saya bersama tiga teman langsung keluar dari pintu sebelah kiri. Karena posisi mobil miring ke kanan. Sedangkan di bawah, jurang terlihat cukup dalam. Saya berusaha keluar pelan-pelan karena takut mobil bergerak,” ujar sopir yang mengalami luka gores di bagian lehernya itu.

Sesaat setelah polisi datang dan meminta keterangan ihwal insiden itu, sopir dan tiga santri lainnya masih terlihat trauma. Apalagi, ketika mereka melihat kembali posisi mobil yang ditumpangi mereka tampak miring nyaris masuk jurang.

Tikungan tajam itu memang sering menjadi lokasi kecelakaan. Bahkan, mobil yang dari arah Jember tujuan Banyuwangi kerap terjun bebas ke jurang di lokasi yang sama. “Kalau kecelakaan di tikungan tajam itu cukup sering. Biasanya langsung terjun ke jurang yang dalamnya sekitar 50 meteran,” kata Hari, petugas derek.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Empat santri yang mengalami kecelakaan di tikungan tajam Jalan Raya Dusun Curahdamar, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, nyaris saja terperosok ke jurang sedalam 50 meter. Beruntung, kendaraan jenis minibus yang mereka kendarai itu menghantam dan tersangkut pohon besar yang berjarak sekitar 5 meter dari bibir jalan.

Kecelakaan tunggal yang terjadi Jumat (11/6) sekitar pukul 03.00 dini hari itu tak sampai memakan korban jiwa. Ditengarai, sopir mengantuk saat mengemudikan kendaraan dan gagal menikung hingga menabrak pagar besi pengaman jalan. Di lokasi yang sama, memang sering terjadi kecelakaan serupa.

Informasinya, kecelakaan tunggal ini dialami mobil Toyota Avanza P 1878 WU. Kendaraan warna silver itu hampir saja terjun bebas ke jurang di tikungan maut akibat sopir mengantuk. Kendaraan tersebut melaju dari arah Jember dengan tujuan Banyuwangi.

Empat santri di dalam mobil nahas tersebut masing-masing adalah Muqtadi, 23, warga asal Dusun Dejeh, Desa Kecer, Kecamatan Dasuk, Sumenep. Dia merupakan pengemudi kendaraan itu. Sedangkan Muhammad Nuryasir, 22, warga Dusun Trisakti, Desa Kejarakan, Kabupaten Buleleng, Bali; Rofiul Ulum, 19, warga Desa Alasrejo, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi; dan Makdinul In’am, 19, warga Dusun Ajung Oloh, Desa/Kecamatan Kalisat, Jember, merupakan penumpang.

Sumber Jawa Pos Radar Jember menyebutkan, sebelum terjadi kecelakaan, mobil yang ditumpangi santri tersebut berangkat dari Kalisat sekitar pukul 02.00 dini hari. Mereka bakal menuju ke sebuah pondok pesantren (ponpes) di Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi. Namun, sesampainya di lokasi, sopir mengaku jalan terlihat begitu gelap. Sehingga sang pengemudi tak mampu menguasai laju kendaraan itu. “Setelah di jalan yang menikung tajam dan menanjak itu, tiba-tiba jalan gelap. Mobil langsung menabrak pagar besi pengaman jalan,” kata Muqtadi, sang sopir.

Dia mengaku baru sadar mobil itu masuk jurang setelah terjadi benturan. Kendaraan tersebut meluncur bebas dari jalan hingga menabrak pagar besi dan baru berhenti setelah menghantam pohon besar. Tersangkutnya kendaraan di pohon inilah yang menyelamatkan keempat santri tersebut. “Setelah itu, saya bersama tiga teman langsung keluar dari pintu sebelah kiri. Karena posisi mobil miring ke kanan. Sedangkan di bawah, jurang terlihat cukup dalam. Saya berusaha keluar pelan-pelan karena takut mobil bergerak,” ujar sopir yang mengalami luka gores di bagian lehernya itu.

Sesaat setelah polisi datang dan meminta keterangan ihwal insiden itu, sopir dan tiga santri lainnya masih terlihat trauma. Apalagi, ketika mereka melihat kembali posisi mobil yang ditumpangi mereka tampak miring nyaris masuk jurang.

Tikungan tajam itu memang sering menjadi lokasi kecelakaan. Bahkan, mobil yang dari arah Jember tujuan Banyuwangi kerap terjun bebas ke jurang di lokasi yang sama. “Kalau kecelakaan di tikungan tajam itu cukup sering. Biasanya langsung terjun ke jurang yang dalamnya sekitar 50 meteran,” kata Hari, petugas derek.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Empat santri yang mengalami kecelakaan di tikungan tajam Jalan Raya Dusun Curahdamar, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, nyaris saja terperosok ke jurang sedalam 50 meter. Beruntung, kendaraan jenis minibus yang mereka kendarai itu menghantam dan tersangkut pohon besar yang berjarak sekitar 5 meter dari bibir jalan.

Kecelakaan tunggal yang terjadi Jumat (11/6) sekitar pukul 03.00 dini hari itu tak sampai memakan korban jiwa. Ditengarai, sopir mengantuk saat mengemudikan kendaraan dan gagal menikung hingga menabrak pagar besi pengaman jalan. Di lokasi yang sama, memang sering terjadi kecelakaan serupa.

Informasinya, kecelakaan tunggal ini dialami mobil Toyota Avanza P 1878 WU. Kendaraan warna silver itu hampir saja terjun bebas ke jurang di tikungan maut akibat sopir mengantuk. Kendaraan tersebut melaju dari arah Jember dengan tujuan Banyuwangi.

Empat santri di dalam mobil nahas tersebut masing-masing adalah Muqtadi, 23, warga asal Dusun Dejeh, Desa Kecer, Kecamatan Dasuk, Sumenep. Dia merupakan pengemudi kendaraan itu. Sedangkan Muhammad Nuryasir, 22, warga Dusun Trisakti, Desa Kejarakan, Kabupaten Buleleng, Bali; Rofiul Ulum, 19, warga Desa Alasrejo, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi; dan Makdinul In’am, 19, warga Dusun Ajung Oloh, Desa/Kecamatan Kalisat, Jember, merupakan penumpang.

Sumber Jawa Pos Radar Jember menyebutkan, sebelum terjadi kecelakaan, mobil yang ditumpangi santri tersebut berangkat dari Kalisat sekitar pukul 02.00 dini hari. Mereka bakal menuju ke sebuah pondok pesantren (ponpes) di Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi. Namun, sesampainya di lokasi, sopir mengaku jalan terlihat begitu gelap. Sehingga sang pengemudi tak mampu menguasai laju kendaraan itu. “Setelah di jalan yang menikung tajam dan menanjak itu, tiba-tiba jalan gelap. Mobil langsung menabrak pagar besi pengaman jalan,” kata Muqtadi, sang sopir.

Dia mengaku baru sadar mobil itu masuk jurang setelah terjadi benturan. Kendaraan tersebut meluncur bebas dari jalan hingga menabrak pagar besi dan baru berhenti setelah menghantam pohon besar. Tersangkutnya kendaraan di pohon inilah yang menyelamatkan keempat santri tersebut. “Setelah itu, saya bersama tiga teman langsung keluar dari pintu sebelah kiri. Karena posisi mobil miring ke kanan. Sedangkan di bawah, jurang terlihat cukup dalam. Saya berusaha keluar pelan-pelan karena takut mobil bergerak,” ujar sopir yang mengalami luka gores di bagian lehernya itu.

Sesaat setelah polisi datang dan meminta keterangan ihwal insiden itu, sopir dan tiga santri lainnya masih terlihat trauma. Apalagi, ketika mereka melihat kembali posisi mobil yang ditumpangi mereka tampak miring nyaris masuk jurang.

Tikungan tajam itu memang sering menjadi lokasi kecelakaan. Bahkan, mobil yang dari arah Jember tujuan Banyuwangi kerap terjun bebas ke jurang di lokasi yang sama. “Kalau kecelakaan di tikungan tajam itu cukup sering. Biasanya langsung terjun ke jurang yang dalamnya sekitar 50 meteran,” kata Hari, petugas derek.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/