alexametrics
24.7 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Mengenal Timbul, Tokoh Nelayan Puger

Memperjuangkan keselamatan warga, khususnya nelayan, tentunya tidak mudah. Timbul, warga asli Puger, mampu menggerakkan warga untuk membangun tangkis pemecah ombak.  

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Keberadaan bangunan tangkis pemecah ombak tentu tidak asing lagi bagi masyarakat, khususnya nelayan. Namun, keberadaan bangunan tersebut tak lantas ada dengan sulapan atau muncul secara singkat.

BACA JUGA : Pamit Mancing, Warga Ambulu Ditemukan Meninggal di Pantai Papuma

Seperti di Pantai Puger yang terkenal dengan ombak ganasnya. Keberadaan pemecah ombak memiliki peran yang sangat vital. Kendati demikian, dalam pembangunannya terdapat drama yang harus dilalui oleh masyarakat Puger.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ketua Kelompok Nelayan Puger, Timbul, menyebut, butuh perjuangan ekstra sebelum tangkis pemecah ombak dibangun. “Kami merasakan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah,” ujarnya.

Pada awalnya, masyarakat Puger tidak mengerti apa itu pemecah ombak. Warga hanya mengenal sebuah dermaga. Hal ini dijelaskan langsung oleh Timbul. Pembangunan pertama mulai muncul problematika. Banyak kecelakaan terjadi hingga banyak nelayan mengeluh dan merasa adanya bangunan tersebut malah semakin menyulitkan.

Melihat kejadian tersebut, Timbul beserta nelayan saling berkoordinasi, hingga muncul kelompok nelayan Puger. Sejak itu, kelompok nelayan yang diketuai Timbul tersebut mulai mengkaji ulang terkait permasalahan yang terjadi.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Keberadaan bangunan tangkis pemecah ombak tentu tidak asing lagi bagi masyarakat, khususnya nelayan. Namun, keberadaan bangunan tersebut tak lantas ada dengan sulapan atau muncul secara singkat.

BACA JUGA : Pamit Mancing, Warga Ambulu Ditemukan Meninggal di Pantai Papuma

Seperti di Pantai Puger yang terkenal dengan ombak ganasnya. Keberadaan pemecah ombak memiliki peran yang sangat vital. Kendati demikian, dalam pembangunannya terdapat drama yang harus dilalui oleh masyarakat Puger.

Ketua Kelompok Nelayan Puger, Timbul, menyebut, butuh perjuangan ekstra sebelum tangkis pemecah ombak dibangun. “Kami merasakan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah,” ujarnya.

Pada awalnya, masyarakat Puger tidak mengerti apa itu pemecah ombak. Warga hanya mengenal sebuah dermaga. Hal ini dijelaskan langsung oleh Timbul. Pembangunan pertama mulai muncul problematika. Banyak kecelakaan terjadi hingga banyak nelayan mengeluh dan merasa adanya bangunan tersebut malah semakin menyulitkan.

Melihat kejadian tersebut, Timbul beserta nelayan saling berkoordinasi, hingga muncul kelompok nelayan Puger. Sejak itu, kelompok nelayan yang diketuai Timbul tersebut mulai mengkaji ulang terkait permasalahan yang terjadi.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Keberadaan bangunan tangkis pemecah ombak tentu tidak asing lagi bagi masyarakat, khususnya nelayan. Namun, keberadaan bangunan tersebut tak lantas ada dengan sulapan atau muncul secara singkat.

BACA JUGA : Pamit Mancing, Warga Ambulu Ditemukan Meninggal di Pantai Papuma

Seperti di Pantai Puger yang terkenal dengan ombak ganasnya. Keberadaan pemecah ombak memiliki peran yang sangat vital. Kendati demikian, dalam pembangunannya terdapat drama yang harus dilalui oleh masyarakat Puger.

Ketua Kelompok Nelayan Puger, Timbul, menyebut, butuh perjuangan ekstra sebelum tangkis pemecah ombak dibangun. “Kami merasakan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah,” ujarnya.

Pada awalnya, masyarakat Puger tidak mengerti apa itu pemecah ombak. Warga hanya mengenal sebuah dermaga. Hal ini dijelaskan langsung oleh Timbul. Pembangunan pertama mulai muncul problematika. Banyak kecelakaan terjadi hingga banyak nelayan mengeluh dan merasa adanya bangunan tersebut malah semakin menyulitkan.

Melihat kejadian tersebut, Timbul beserta nelayan saling berkoordinasi, hingga muncul kelompok nelayan Puger. Sejak itu, kelompok nelayan yang diketuai Timbul tersebut mulai mengkaji ulang terkait permasalahan yang terjadi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/