alexametrics
28 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Minta Pasar Hewan Dibuka Kembali

Pedagang Wadul Dewan, Tuntut Ada Solusi

Mobile_AP_Rectangle 1

Salah seorang pedagang, Suyit, asal Sumberbaru, juga menyampaikan hal senada. Penutupan pasar seharusnya dilakukan setelah pemerintah memiliki solusinya. “Jangan ditutup seperti ini tanpa ada solusinya. Kami tidak gajian seperti pegawai. Kami dapat uang kalau sapi kami terjual,” jelasnya.

Nyoman Aribowo, salah satu anggota Komisi B DPRD Jember yang menerima aspirasi para pedagang, mengaku heran dengan kedatangan mereka. Menurutnya, pasar hewan lokasinya luas. Dengan adanya wabah Covid-19, menurutnya, pasar hewan bisa tetap buka. “Pasar hewan saya kira lokasinya luas. Tinggal bagaimana pemerintah mengedukasi warga agar bisa menerapkan physical distancing. Saya pikir sangat bisa dilakukan,” ucapnya.

Politisi PAN ini menambahkan, kebijakan pasar tradisional yang tetap buka dan mall-mall yang tetap buka selayaknya juga diberlakukan bagi pasar hewan. “Pasar hewan ini juga terkait dengan kepentingan ekonomi warga di perdesaan. Kalau pasar hewan ditutup, mall-mall di Jember seharusnya ditutup. Coba bandingkan, kerumunan mana yang lebih banyak antara pasar hewan dengan keramaian mall saat ini,” imbuhnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dengan demikian, Nyoman menyebut, perlu ada solusi atas kebijakan yang diambil. Misalnya, bisa dilakukan penerapan jam buka-tutup seperti pasar tradisional. “Dalam menghadapi wabah Covid-19 ini, kita harus berpikir solusinya, bukan sekadar keputusannya. Kalau di tempat lain bisa diterapkan standar penanganan Covid-19, pasar hewan juga bisa. Tinggal bagaimana edukasinya, apalagi tempatnya juga luas,” ungkapnya.

Berdasar keluhan para pedagang hewan tersebut, Nyoman menyebut, akan menyampaikan hal itu kepada pimpinan Komisi B agar bisa mengundang dinas terkait guna mencari solusi terbaik. “Kita harus memberi solusi agar sumber perekonomian warga tidak terputus. Namanya pedagang hewan, kerjanya di pasar hewan. Dalam waktu cepat dinas terkait akan kami undang,” pungkas Nyoman.

- Advertisement -

Salah seorang pedagang, Suyit, asal Sumberbaru, juga menyampaikan hal senada. Penutupan pasar seharusnya dilakukan setelah pemerintah memiliki solusinya. “Jangan ditutup seperti ini tanpa ada solusinya. Kami tidak gajian seperti pegawai. Kami dapat uang kalau sapi kami terjual,” jelasnya.

Nyoman Aribowo, salah satu anggota Komisi B DPRD Jember yang menerima aspirasi para pedagang, mengaku heran dengan kedatangan mereka. Menurutnya, pasar hewan lokasinya luas. Dengan adanya wabah Covid-19, menurutnya, pasar hewan bisa tetap buka. “Pasar hewan saya kira lokasinya luas. Tinggal bagaimana pemerintah mengedukasi warga agar bisa menerapkan physical distancing. Saya pikir sangat bisa dilakukan,” ucapnya.

Politisi PAN ini menambahkan, kebijakan pasar tradisional yang tetap buka dan mall-mall yang tetap buka selayaknya juga diberlakukan bagi pasar hewan. “Pasar hewan ini juga terkait dengan kepentingan ekonomi warga di perdesaan. Kalau pasar hewan ditutup, mall-mall di Jember seharusnya ditutup. Coba bandingkan, kerumunan mana yang lebih banyak antara pasar hewan dengan keramaian mall saat ini,” imbuhnya.

Dengan demikian, Nyoman menyebut, perlu ada solusi atas kebijakan yang diambil. Misalnya, bisa dilakukan penerapan jam buka-tutup seperti pasar tradisional. “Dalam menghadapi wabah Covid-19 ini, kita harus berpikir solusinya, bukan sekadar keputusannya. Kalau di tempat lain bisa diterapkan standar penanganan Covid-19, pasar hewan juga bisa. Tinggal bagaimana edukasinya, apalagi tempatnya juga luas,” ungkapnya.

Berdasar keluhan para pedagang hewan tersebut, Nyoman menyebut, akan menyampaikan hal itu kepada pimpinan Komisi B agar bisa mengundang dinas terkait guna mencari solusi terbaik. “Kita harus memberi solusi agar sumber perekonomian warga tidak terputus. Namanya pedagang hewan, kerjanya di pasar hewan. Dalam waktu cepat dinas terkait akan kami undang,” pungkas Nyoman.

Salah seorang pedagang, Suyit, asal Sumberbaru, juga menyampaikan hal senada. Penutupan pasar seharusnya dilakukan setelah pemerintah memiliki solusinya. “Jangan ditutup seperti ini tanpa ada solusinya. Kami tidak gajian seperti pegawai. Kami dapat uang kalau sapi kami terjual,” jelasnya.

Nyoman Aribowo, salah satu anggota Komisi B DPRD Jember yang menerima aspirasi para pedagang, mengaku heran dengan kedatangan mereka. Menurutnya, pasar hewan lokasinya luas. Dengan adanya wabah Covid-19, menurutnya, pasar hewan bisa tetap buka. “Pasar hewan saya kira lokasinya luas. Tinggal bagaimana pemerintah mengedukasi warga agar bisa menerapkan physical distancing. Saya pikir sangat bisa dilakukan,” ucapnya.

Politisi PAN ini menambahkan, kebijakan pasar tradisional yang tetap buka dan mall-mall yang tetap buka selayaknya juga diberlakukan bagi pasar hewan. “Pasar hewan ini juga terkait dengan kepentingan ekonomi warga di perdesaan. Kalau pasar hewan ditutup, mall-mall di Jember seharusnya ditutup. Coba bandingkan, kerumunan mana yang lebih banyak antara pasar hewan dengan keramaian mall saat ini,” imbuhnya.

Dengan demikian, Nyoman menyebut, perlu ada solusi atas kebijakan yang diambil. Misalnya, bisa dilakukan penerapan jam buka-tutup seperti pasar tradisional. “Dalam menghadapi wabah Covid-19 ini, kita harus berpikir solusinya, bukan sekadar keputusannya. Kalau di tempat lain bisa diterapkan standar penanganan Covid-19, pasar hewan juga bisa. Tinggal bagaimana edukasinya, apalagi tempatnya juga luas,” ungkapnya.

Berdasar keluhan para pedagang hewan tersebut, Nyoman menyebut, akan menyampaikan hal itu kepada pimpinan Komisi B agar bisa mengundang dinas terkait guna mencari solusi terbaik. “Kita harus memberi solusi agar sumber perekonomian warga tidak terputus. Namanya pedagang hewan, kerjanya di pasar hewan. Dalam waktu cepat dinas terkait akan kami undang,” pungkas Nyoman.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/