alexametrics
31.1 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Tanda Tangani Pakta Integritas, DPRD Jember Satu Frekuensi dengan Mahasiwa

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Setelah berjalan beberapa waktu, pimpinan DPRD Jember akhirnya menemui masa aksi dari Aliansi BEM se-Jember. Bahkan, Ketua DPRD Jember M Itqon Syauqi dan Wakil Ketua Ahmad Halim, duduk lesehan ketika menemui para demonstran yang tengah menyampaikan aspirasinya di depan gedung dewan.

Kordinator Lapangan (Korlap) Aksi M Yayan telah menyampaikan isi tuntutan dari mahasiswa. Ada empat tuntutan yang dibawa mahasiswa. Pertama, mendorong Ketua DPRD Jember, perwakilan parpol di komisi untuk menandatangani pakta integritas, serta mendesak Ketua DPR RI dan presiden agar tegas menolak penundaan pemilu 2024. Kedua, menuntut DPRD Jember mendesak DPR RI dan MPR agar tidak mengamandemen UUD 1945.

Berikutnya, meminta DPRD Jember agar mendesak presiden segera menyelesaikan persoalan tingginya harga minyak goreng dan meminta presiden mereshuffel menteri perdagangan. Dan terakhir, mendesak pemerintah mencabut ketetapan PPN sebesar 11 persen. “Kami minta sekarang juga DPRD Jember menandatangi pakta integritas,” ujar M Yayan.

Mobile_AP_Rectangle 2

BACA JUGA: Mahasiswa Jember Bergerak, Soroti Sengkarut Minyak Goreng hingga PPN

M Itqon Syauqi menyanggupi tuntutan para mahasiswa. Bahkan, dia meminjam punggung mahasiswa peserta aksi sebagai pengganti meja ketika membubuhkan tanda tangan. Langkah serupa juga diikuti oleh Ahmad Halim, serta beberapa anggota DPRD yang lain. Hanya saja, ada beberapa fraksi yang belum tanda tangan. Dua fraksi tersebut adalah PDIP dan PKS. “Kami beri waktu 15 menit. Semua fraksi harus tanda tangan pakta integritas ini,” ucap M Yayan.

Kepada para demonstran, Itqon menyampaikan alasan belum hadirnya dua fraksi tersebut. Satu di antaranya tengah mengantarkan istrinya berbelanja di Pasar Tanjung. “Masih perjalanan ke sini. Masih mengantar istrinya ke Pasar Tanjung,” tutur Itqon. Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya semua fraksi menandatangani pakta integritas yang disodorkan mahasiswa.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Setelah berjalan beberapa waktu, pimpinan DPRD Jember akhirnya menemui masa aksi dari Aliansi BEM se-Jember. Bahkan, Ketua DPRD Jember M Itqon Syauqi dan Wakil Ketua Ahmad Halim, duduk lesehan ketika menemui para demonstran yang tengah menyampaikan aspirasinya di depan gedung dewan.

Kordinator Lapangan (Korlap) Aksi M Yayan telah menyampaikan isi tuntutan dari mahasiswa. Ada empat tuntutan yang dibawa mahasiswa. Pertama, mendorong Ketua DPRD Jember, perwakilan parpol di komisi untuk menandatangani pakta integritas, serta mendesak Ketua DPR RI dan presiden agar tegas menolak penundaan pemilu 2024. Kedua, menuntut DPRD Jember mendesak DPR RI dan MPR agar tidak mengamandemen UUD 1945.

Berikutnya, meminta DPRD Jember agar mendesak presiden segera menyelesaikan persoalan tingginya harga minyak goreng dan meminta presiden mereshuffel menteri perdagangan. Dan terakhir, mendesak pemerintah mencabut ketetapan PPN sebesar 11 persen. “Kami minta sekarang juga DPRD Jember menandatangi pakta integritas,” ujar M Yayan.

BACA JUGA: Mahasiswa Jember Bergerak, Soroti Sengkarut Minyak Goreng hingga PPN

M Itqon Syauqi menyanggupi tuntutan para mahasiswa. Bahkan, dia meminjam punggung mahasiswa peserta aksi sebagai pengganti meja ketika membubuhkan tanda tangan. Langkah serupa juga diikuti oleh Ahmad Halim, serta beberapa anggota DPRD yang lain. Hanya saja, ada beberapa fraksi yang belum tanda tangan. Dua fraksi tersebut adalah PDIP dan PKS. “Kami beri waktu 15 menit. Semua fraksi harus tanda tangan pakta integritas ini,” ucap M Yayan.

Kepada para demonstran, Itqon menyampaikan alasan belum hadirnya dua fraksi tersebut. Satu di antaranya tengah mengantarkan istrinya berbelanja di Pasar Tanjung. “Masih perjalanan ke sini. Masih mengantar istrinya ke Pasar Tanjung,” tutur Itqon. Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya semua fraksi menandatangani pakta integritas yang disodorkan mahasiswa.

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Setelah berjalan beberapa waktu, pimpinan DPRD Jember akhirnya menemui masa aksi dari Aliansi BEM se-Jember. Bahkan, Ketua DPRD Jember M Itqon Syauqi dan Wakil Ketua Ahmad Halim, duduk lesehan ketika menemui para demonstran yang tengah menyampaikan aspirasinya di depan gedung dewan.

Kordinator Lapangan (Korlap) Aksi M Yayan telah menyampaikan isi tuntutan dari mahasiswa. Ada empat tuntutan yang dibawa mahasiswa. Pertama, mendorong Ketua DPRD Jember, perwakilan parpol di komisi untuk menandatangani pakta integritas, serta mendesak Ketua DPR RI dan presiden agar tegas menolak penundaan pemilu 2024. Kedua, menuntut DPRD Jember mendesak DPR RI dan MPR agar tidak mengamandemen UUD 1945.

Berikutnya, meminta DPRD Jember agar mendesak presiden segera menyelesaikan persoalan tingginya harga minyak goreng dan meminta presiden mereshuffel menteri perdagangan. Dan terakhir, mendesak pemerintah mencabut ketetapan PPN sebesar 11 persen. “Kami minta sekarang juga DPRD Jember menandatangi pakta integritas,” ujar M Yayan.

BACA JUGA: Mahasiswa Jember Bergerak, Soroti Sengkarut Minyak Goreng hingga PPN

M Itqon Syauqi menyanggupi tuntutan para mahasiswa. Bahkan, dia meminjam punggung mahasiswa peserta aksi sebagai pengganti meja ketika membubuhkan tanda tangan. Langkah serupa juga diikuti oleh Ahmad Halim, serta beberapa anggota DPRD yang lain. Hanya saja, ada beberapa fraksi yang belum tanda tangan. Dua fraksi tersebut adalah PDIP dan PKS. “Kami beri waktu 15 menit. Semua fraksi harus tanda tangan pakta integritas ini,” ucap M Yayan.

Kepada para demonstran, Itqon menyampaikan alasan belum hadirnya dua fraksi tersebut. Satu di antaranya tengah mengantarkan istrinya berbelanja di Pasar Tanjung. “Masih perjalanan ke sini. Masih mengantar istrinya ke Pasar Tanjung,” tutur Itqon. Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya semua fraksi menandatangani pakta integritas yang disodorkan mahasiswa.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/