alexametrics
27.5 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Polisi Mulai Tertibkan Odong-Odong

Mobile_AP_Rectangle 1

Polisi Lalu Lintas Polres Jember pun mulai melakukan penertiban. Seperti odong-odong milik Tamsil, 45, warga Jalan PB Sudirman RT 002/RW 002, Desa Serut, Kecamatan Panti, yang ditertibkan. Odong-odong miliknya diamankan petugas saat melintas di simpang empat Jalan Manyar, Kelurahan Slawu, Kecamatan Patrang.

Tamsil mengaku, ia membuat kendaraan rakitan itu karena sudah tidak punya pekerjaan lagi selama pandemi Covid -19. Motor roda tiga miliknya itu dibuat di salah satu bengkel las di Dusun Curahsuko, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji. “Saya kebetulan mau mencari penumpang di wilayah kelurahan Jumerto dan Bintoro, Kecamatan Patrang. Saya sudah tahu kalau motor rakitan itu dilarang untuk mengangkut orang,” kata Tamsil.

Dikatakan, dirinya membuat odong-odong yang dirakit mirip naga itu sejak bulan April 2021. Awalnya dia berjualan es buah, sejak pandemi Covid-19, usahanya berubah haluan dan membeli kendaraan roda tiga untuk dimodifikasi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ipda Kukun Waluwi, Kanit Lakalantas Polres Jember, membenarkan telah mengamankan satu unit kendaraan roda tiga yang dirakit menjadi odong-odong. Kendaraan roda tiga itu dirakit dan digunakan untuk mengangkut orang dan berkeliling melewati jalan yang padat kendaraan. “Selain mengganggu pengendara lain, juga membahayakan terhadap penumpangnya tersebut,” kata Kukun.

Polisi akan terus melakukan penertiban terhadap kendaraan yang dimodifikasi untuk mengangkut orang. Sebab, selain membahayakan penumpangnya sendiri, juga mengganggu pengguna jalan lain. “Odong-odong tersebut seharusnya untuk mengangkut barang, karena dimodifikasi, digunakan untuk mengangkut orang, kita tindak tegas,” pungkas Ipda Kukun. (jum/c2/nur).

- Advertisement -

Polisi Lalu Lintas Polres Jember pun mulai melakukan penertiban. Seperti odong-odong milik Tamsil, 45, warga Jalan PB Sudirman RT 002/RW 002, Desa Serut, Kecamatan Panti, yang ditertibkan. Odong-odong miliknya diamankan petugas saat melintas di simpang empat Jalan Manyar, Kelurahan Slawu, Kecamatan Patrang.

Tamsil mengaku, ia membuat kendaraan rakitan itu karena sudah tidak punya pekerjaan lagi selama pandemi Covid -19. Motor roda tiga miliknya itu dibuat di salah satu bengkel las di Dusun Curahsuko, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji. “Saya kebetulan mau mencari penumpang di wilayah kelurahan Jumerto dan Bintoro, Kecamatan Patrang. Saya sudah tahu kalau motor rakitan itu dilarang untuk mengangkut orang,” kata Tamsil.

Dikatakan, dirinya membuat odong-odong yang dirakit mirip naga itu sejak bulan April 2021. Awalnya dia berjualan es buah, sejak pandemi Covid-19, usahanya berubah haluan dan membeli kendaraan roda tiga untuk dimodifikasi.

Ipda Kukun Waluwi, Kanit Lakalantas Polres Jember, membenarkan telah mengamankan satu unit kendaraan roda tiga yang dirakit menjadi odong-odong. Kendaraan roda tiga itu dirakit dan digunakan untuk mengangkut orang dan berkeliling melewati jalan yang padat kendaraan. “Selain mengganggu pengendara lain, juga membahayakan terhadap penumpangnya tersebut,” kata Kukun.

Polisi akan terus melakukan penertiban terhadap kendaraan yang dimodifikasi untuk mengangkut orang. Sebab, selain membahayakan penumpangnya sendiri, juga mengganggu pengguna jalan lain. “Odong-odong tersebut seharusnya untuk mengangkut barang, karena dimodifikasi, digunakan untuk mengangkut orang, kita tindak tegas,” pungkas Ipda Kukun. (jum/c2/nur).

Polisi Lalu Lintas Polres Jember pun mulai melakukan penertiban. Seperti odong-odong milik Tamsil, 45, warga Jalan PB Sudirman RT 002/RW 002, Desa Serut, Kecamatan Panti, yang ditertibkan. Odong-odong miliknya diamankan petugas saat melintas di simpang empat Jalan Manyar, Kelurahan Slawu, Kecamatan Patrang.

Tamsil mengaku, ia membuat kendaraan rakitan itu karena sudah tidak punya pekerjaan lagi selama pandemi Covid -19. Motor roda tiga miliknya itu dibuat di salah satu bengkel las di Dusun Curahsuko, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji. “Saya kebetulan mau mencari penumpang di wilayah kelurahan Jumerto dan Bintoro, Kecamatan Patrang. Saya sudah tahu kalau motor rakitan itu dilarang untuk mengangkut orang,” kata Tamsil.

Dikatakan, dirinya membuat odong-odong yang dirakit mirip naga itu sejak bulan April 2021. Awalnya dia berjualan es buah, sejak pandemi Covid-19, usahanya berubah haluan dan membeli kendaraan roda tiga untuk dimodifikasi.

Ipda Kukun Waluwi, Kanit Lakalantas Polres Jember, membenarkan telah mengamankan satu unit kendaraan roda tiga yang dirakit menjadi odong-odong. Kendaraan roda tiga itu dirakit dan digunakan untuk mengangkut orang dan berkeliling melewati jalan yang padat kendaraan. “Selain mengganggu pengendara lain, juga membahayakan terhadap penumpangnya tersebut,” kata Kukun.

Polisi akan terus melakukan penertiban terhadap kendaraan yang dimodifikasi untuk mengangkut orang. Sebab, selain membahayakan penumpangnya sendiri, juga mengganggu pengguna jalan lain. “Odong-odong tersebut seharusnya untuk mengangkut barang, karena dimodifikasi, digunakan untuk mengangkut orang, kita tindak tegas,” pungkas Ipda Kukun. (jum/c2/nur).

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/