alexametrics
24.6 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Polisi Mulai Tertibkan Odong-Odong

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ini peringatan kepada pemilik kendaraan yang memodifikasi menjadi odong-odong. Pasalnya, hal itu dilarang dan melanggar peraturan. Untuk itu, sebelum diamankan seperti yang satu ini, lebih baik mengurungkan niat untuk memodifikasi kendaraan Anda.

Modifikasi kendaraan roda tiga biasanya digunakan untuk mengangkut barang. Namun, saat ini di jalanan banyak dijumpai untuk mengangkut orang. Nah, kendaraan bermotor yang dirakit seperti naga dan seperti kereta itulah yang dilarang.

Pengamatan Jawa Pos Radar Jember, kendaraan pengangkut barang itu banyak dipakai untuk mengangkut sepuluh sampai 16 orang. Penumpang yang di belakang semakin tinggi sehingga bisa mengangkut orang banyak. Padahal kendaraan roda tiga jenis Viar tersebut untuk mengangkut barang, bukan untuk mengangkut orang.

Mobile_AP_Rectangle 2

Odong-odong ini bukan hanya dijumpai di wilayah pinggiran, tetapi sudah masuk ke perkotaan. Di Wilayah Tegal Besar hingga Sumbersari sering dijumpai kendaraan rakitan. Penumpang ditarik ongkos Rp 5000 hingga Rp 7.500.

Odong-odong dalam bentuk naga dilengkapi dengan musik (sound system) dan LCD ukuran besar. Sehingga penumpang bisa berkaraoke sambil keliling. Pemilik dengan bebasnya melintas di jalan yang padat kendaraan sambil membunyikan musiknya lantang. Tetapi, keberadaannya justru membahayakan.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ini peringatan kepada pemilik kendaraan yang memodifikasi menjadi odong-odong. Pasalnya, hal itu dilarang dan melanggar peraturan. Untuk itu, sebelum diamankan seperti yang satu ini, lebih baik mengurungkan niat untuk memodifikasi kendaraan Anda.

Modifikasi kendaraan roda tiga biasanya digunakan untuk mengangkut barang. Namun, saat ini di jalanan banyak dijumpai untuk mengangkut orang. Nah, kendaraan bermotor yang dirakit seperti naga dan seperti kereta itulah yang dilarang.

Pengamatan Jawa Pos Radar Jember, kendaraan pengangkut barang itu banyak dipakai untuk mengangkut sepuluh sampai 16 orang. Penumpang yang di belakang semakin tinggi sehingga bisa mengangkut orang banyak. Padahal kendaraan roda tiga jenis Viar tersebut untuk mengangkut barang, bukan untuk mengangkut orang.

Odong-odong ini bukan hanya dijumpai di wilayah pinggiran, tetapi sudah masuk ke perkotaan. Di Wilayah Tegal Besar hingga Sumbersari sering dijumpai kendaraan rakitan. Penumpang ditarik ongkos Rp 5000 hingga Rp 7.500.

Odong-odong dalam bentuk naga dilengkapi dengan musik (sound system) dan LCD ukuran besar. Sehingga penumpang bisa berkaraoke sambil keliling. Pemilik dengan bebasnya melintas di jalan yang padat kendaraan sambil membunyikan musiknya lantang. Tetapi, keberadaannya justru membahayakan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ini peringatan kepada pemilik kendaraan yang memodifikasi menjadi odong-odong. Pasalnya, hal itu dilarang dan melanggar peraturan. Untuk itu, sebelum diamankan seperti yang satu ini, lebih baik mengurungkan niat untuk memodifikasi kendaraan Anda.

Modifikasi kendaraan roda tiga biasanya digunakan untuk mengangkut barang. Namun, saat ini di jalanan banyak dijumpai untuk mengangkut orang. Nah, kendaraan bermotor yang dirakit seperti naga dan seperti kereta itulah yang dilarang.

Pengamatan Jawa Pos Radar Jember, kendaraan pengangkut barang itu banyak dipakai untuk mengangkut sepuluh sampai 16 orang. Penumpang yang di belakang semakin tinggi sehingga bisa mengangkut orang banyak. Padahal kendaraan roda tiga jenis Viar tersebut untuk mengangkut barang, bukan untuk mengangkut orang.

Odong-odong ini bukan hanya dijumpai di wilayah pinggiran, tetapi sudah masuk ke perkotaan. Di Wilayah Tegal Besar hingga Sumbersari sering dijumpai kendaraan rakitan. Penumpang ditarik ongkos Rp 5000 hingga Rp 7.500.

Odong-odong dalam bentuk naga dilengkapi dengan musik (sound system) dan LCD ukuran besar. Sehingga penumpang bisa berkaraoke sambil keliling. Pemilik dengan bebasnya melintas di jalan yang padat kendaraan sambil membunyikan musiknya lantang. Tetapi, keberadaannya justru membahayakan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/