alexametrics
27.3 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Kuda-kudanya Harus Stabil

Cabang olahraga bela diri tentu saja mempertandingkan pertarungan. Namun, ada juga yang menampilkan nomor pertandingan seni. Seperti di karate, terdapat “kata”. Tapi tidak sekadar seni, bermain kata juga menampilkan apa itu kekuatan, kecepatan, dan keseimbangan.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tasya Dewi, Navia Vitri, dan Aghniyah siang itu mulai melakukan kuda-kuda. Karateka Jember ini pun mulai menarik napas dan tidak lama mulai melakukan gerakan. Gerakannya pun sama, bila yang satu menendang ke kanan, yang lain juga begitu.

Mereka adalah atlet karate yang konsentrasi di nomor kata, bukan nomor tarung, yaitu kumite. Ketiga karateka Jember yang disiapkan untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ini akan diturunkan di nomor kata beregu. Walau memakai gerakan sama, menurut Tasya, untuk bermain kata beregu memang perlu kekompakan. Namun, hal yang tak jauh lebih penting adalah memperkuat dasar-dasar karate. Salah satunya yaitu kuda-kuda.

Ketua Federasi Karate-Do Indonesia (Forki) Jember Deddy Nugroho mengatakan, sebagian orang yang menyaksikan pertandingan olahraga bela diri adalah bertarung. Tapi, bagi dirinya, lebih suka dengan nomor nontarung. “Ada hal yang asyik di nomor kata itu,” paparnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Baginya, nomor kata adalah mengaplikasikan hal dasar gerakan karateka. Terlebih lagi dalam pertandingan kata, ada sesi bunkai. Bahkan, Deddy kerap menunggu bunkai bila terdapat pertandingan kata.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tasya Dewi, Navia Vitri, dan Aghniyah siang itu mulai melakukan kuda-kuda. Karateka Jember ini pun mulai menarik napas dan tidak lama mulai melakukan gerakan. Gerakannya pun sama, bila yang satu menendang ke kanan, yang lain juga begitu.

Mereka adalah atlet karate yang konsentrasi di nomor kata, bukan nomor tarung, yaitu kumite. Ketiga karateka Jember yang disiapkan untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ini akan diturunkan di nomor kata beregu. Walau memakai gerakan sama, menurut Tasya, untuk bermain kata beregu memang perlu kekompakan. Namun, hal yang tak jauh lebih penting adalah memperkuat dasar-dasar karate. Salah satunya yaitu kuda-kuda.

Ketua Federasi Karate-Do Indonesia (Forki) Jember Deddy Nugroho mengatakan, sebagian orang yang menyaksikan pertandingan olahraga bela diri adalah bertarung. Tapi, bagi dirinya, lebih suka dengan nomor nontarung. “Ada hal yang asyik di nomor kata itu,” paparnya.

Baginya, nomor kata adalah mengaplikasikan hal dasar gerakan karateka. Terlebih lagi dalam pertandingan kata, ada sesi bunkai. Bahkan, Deddy kerap menunggu bunkai bila terdapat pertandingan kata.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tasya Dewi, Navia Vitri, dan Aghniyah siang itu mulai melakukan kuda-kuda. Karateka Jember ini pun mulai menarik napas dan tidak lama mulai melakukan gerakan. Gerakannya pun sama, bila yang satu menendang ke kanan, yang lain juga begitu.

Mereka adalah atlet karate yang konsentrasi di nomor kata, bukan nomor tarung, yaitu kumite. Ketiga karateka Jember yang disiapkan untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ini akan diturunkan di nomor kata beregu. Walau memakai gerakan sama, menurut Tasya, untuk bermain kata beregu memang perlu kekompakan. Namun, hal yang tak jauh lebih penting adalah memperkuat dasar-dasar karate. Salah satunya yaitu kuda-kuda.

Ketua Federasi Karate-Do Indonesia (Forki) Jember Deddy Nugroho mengatakan, sebagian orang yang menyaksikan pertandingan olahraga bela diri adalah bertarung. Tapi, bagi dirinya, lebih suka dengan nomor nontarung. “Ada hal yang asyik di nomor kata itu,” paparnya.

Baginya, nomor kata adalah mengaplikasikan hal dasar gerakan karateka. Terlebih lagi dalam pertandingan kata, ada sesi bunkai. Bahkan, Deddy kerap menunggu bunkai bila terdapat pertandingan kata.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/