alexametrics
23.5 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

KTP Elektronik Digital Mulai Dikenalkan

Mobile_AP_Rectangle 1

Susanti menjelaskan, tepat pada tahun ini, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia menghendaki KTP digital itu. Namun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember sangat memahami berbagai kesulitan yang dialami masyarakat, yakni keterbatasan dalam mengakses teknologi digital. “Itu sebabnya, kami memberikan berbagai pelayanan yang bisa memudahkan masyarakat soal administrasi kependudukan,” ujarnya.

Sejauh ini, setidaknya terdapat 2,6 juta penduduk di Kabupaten Jember yang telah memiliki KTP. Sisanya, sebanyak 15 ribu warga belum memiliki KTP dan tidak termasuk anak-anak. Meski ingin beralih pada pelayanan digital, Dispendukcapil Jember tetap menyediakan pengurusan adminduk secara manual. Hal itu untuk memudahkan warga yang belum memahami pelayanan digital. “Kalau mau urus manual, masyarakat bisa datang ke kantor desa untuk mengurus adminduknya. Seperti kartu keluarga (KK), surat keterangan (suket), dan yang lainnya. Selain itu, bagi yang punya smartphone, mereka bisa mengurus adminduk secara online,” katanya.

Sebelumnya, beberapa waktu lalu, Dispendukcapil juga sudah meluncurkan aplikasi J-Lahbako di beberapa desa. Aplikasi tersebut dapat diakses melalui kantor desa. (mg1/c2/dwi)

- Advertisement -

Susanti menjelaskan, tepat pada tahun ini, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia menghendaki KTP digital itu. Namun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember sangat memahami berbagai kesulitan yang dialami masyarakat, yakni keterbatasan dalam mengakses teknologi digital. “Itu sebabnya, kami memberikan berbagai pelayanan yang bisa memudahkan masyarakat soal administrasi kependudukan,” ujarnya.

Sejauh ini, setidaknya terdapat 2,6 juta penduduk di Kabupaten Jember yang telah memiliki KTP. Sisanya, sebanyak 15 ribu warga belum memiliki KTP dan tidak termasuk anak-anak. Meski ingin beralih pada pelayanan digital, Dispendukcapil Jember tetap menyediakan pengurusan adminduk secara manual. Hal itu untuk memudahkan warga yang belum memahami pelayanan digital. “Kalau mau urus manual, masyarakat bisa datang ke kantor desa untuk mengurus adminduknya. Seperti kartu keluarga (KK), surat keterangan (suket), dan yang lainnya. Selain itu, bagi yang punya smartphone, mereka bisa mengurus adminduk secara online,” katanya.

Sebelumnya, beberapa waktu lalu, Dispendukcapil juga sudah meluncurkan aplikasi J-Lahbako di beberapa desa. Aplikasi tersebut dapat diakses melalui kantor desa. (mg1/c2/dwi)

Susanti menjelaskan, tepat pada tahun ini, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia menghendaki KTP digital itu. Namun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember sangat memahami berbagai kesulitan yang dialami masyarakat, yakni keterbatasan dalam mengakses teknologi digital. “Itu sebabnya, kami memberikan berbagai pelayanan yang bisa memudahkan masyarakat soal administrasi kependudukan,” ujarnya.

Sejauh ini, setidaknya terdapat 2,6 juta penduduk di Kabupaten Jember yang telah memiliki KTP. Sisanya, sebanyak 15 ribu warga belum memiliki KTP dan tidak termasuk anak-anak. Meski ingin beralih pada pelayanan digital, Dispendukcapil Jember tetap menyediakan pengurusan adminduk secara manual. Hal itu untuk memudahkan warga yang belum memahami pelayanan digital. “Kalau mau urus manual, masyarakat bisa datang ke kantor desa untuk mengurus adminduknya. Seperti kartu keluarga (KK), surat keterangan (suket), dan yang lainnya. Selain itu, bagi yang punya smartphone, mereka bisa mengurus adminduk secara online,” katanya.

Sebelumnya, beberapa waktu lalu, Dispendukcapil juga sudah meluncurkan aplikasi J-Lahbako di beberapa desa. Aplikasi tersebut dapat diakses melalui kantor desa. (mg1/c2/dwi)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/