alexametrics
25.2 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Kinerja Jadi Penentu Posisi ASN

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Aparatur sipil negara (ASN) di tubuh Pemkab Jember pernah mengalami pecah kongsi. Nah, di era kepemimpinan Bupati Hendy Siswanto dan Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman, semua bakal dinolkan. Ke depan, pastinya akan ada penempatan ASN. Apa yang dilakukan?

Bupati Hendy menyampaikan, dalam penempatan posisi atau jabatan ASN, Hendy-Firjaun ibaratnya masuk ke ruang gelap. Karena itu, semua ASN dalam posisi yang sama. Pembedanya hanya golongan dan pangkat yang saat ini diemban ASN. Terkait penempatannya ke depan, akan dilakukan setelah evaluasi kinerja ASN.

Penentuan posisi jabatan para pejabat, mulai dari kepala dinas hingga ASN golongan paling rendah, nantinya diukur dengan kinerja ASN itu sendiri. Hal ini dilakukan guna menormalkan birokrasi Jember yang sempat pecah kongsi. “Kami jamin tidak ada masalah birokrasi pada kami. Birokrasi di Jember bermacam-macam bentuk, penyelesaiannya sangat sederhana,” ucap Hendy, belum lama ini.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dikatakannya, keadaan di internal Pemkab Jember sebelum dirinya menjabat tidak bisa dijadikan sebuah contoh. Karena itu, semua ASN diberi kesempatan selama tiga bulan untuk menunjukkan kinerjanya. “Kalau kinerja mereka sesuai visi dan misi kami, akan kami lanjutkan. Kalau tidak sesuai dan tidak loyal terhadap pemerintah, akan kami ganti,” papar Hendy.

Dua hal itulah yang nantinya akan menjadi penentu posisi ASN, yang disesuaikan dengan golongan atau pangkatnya masing-masing. Dia juga menyebut, jika ada yang tidak sepakat, maka dapat bertarung lagi dalam pilkada mendatang.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Aparatur sipil negara (ASN) di tubuh Pemkab Jember pernah mengalami pecah kongsi. Nah, di era kepemimpinan Bupati Hendy Siswanto dan Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman, semua bakal dinolkan. Ke depan, pastinya akan ada penempatan ASN. Apa yang dilakukan?

Bupati Hendy menyampaikan, dalam penempatan posisi atau jabatan ASN, Hendy-Firjaun ibaratnya masuk ke ruang gelap. Karena itu, semua ASN dalam posisi yang sama. Pembedanya hanya golongan dan pangkat yang saat ini diemban ASN. Terkait penempatannya ke depan, akan dilakukan setelah evaluasi kinerja ASN.

Penentuan posisi jabatan para pejabat, mulai dari kepala dinas hingga ASN golongan paling rendah, nantinya diukur dengan kinerja ASN itu sendiri. Hal ini dilakukan guna menormalkan birokrasi Jember yang sempat pecah kongsi. “Kami jamin tidak ada masalah birokrasi pada kami. Birokrasi di Jember bermacam-macam bentuk, penyelesaiannya sangat sederhana,” ucap Hendy, belum lama ini.

Dikatakannya, keadaan di internal Pemkab Jember sebelum dirinya menjabat tidak bisa dijadikan sebuah contoh. Karena itu, semua ASN diberi kesempatan selama tiga bulan untuk menunjukkan kinerjanya. “Kalau kinerja mereka sesuai visi dan misi kami, akan kami lanjutkan. Kalau tidak sesuai dan tidak loyal terhadap pemerintah, akan kami ganti,” papar Hendy.

Dua hal itulah yang nantinya akan menjadi penentu posisi ASN, yang disesuaikan dengan golongan atau pangkatnya masing-masing. Dia juga menyebut, jika ada yang tidak sepakat, maka dapat bertarung lagi dalam pilkada mendatang.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Aparatur sipil negara (ASN) di tubuh Pemkab Jember pernah mengalami pecah kongsi. Nah, di era kepemimpinan Bupati Hendy Siswanto dan Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman, semua bakal dinolkan. Ke depan, pastinya akan ada penempatan ASN. Apa yang dilakukan?

Bupati Hendy menyampaikan, dalam penempatan posisi atau jabatan ASN, Hendy-Firjaun ibaratnya masuk ke ruang gelap. Karena itu, semua ASN dalam posisi yang sama. Pembedanya hanya golongan dan pangkat yang saat ini diemban ASN. Terkait penempatannya ke depan, akan dilakukan setelah evaluasi kinerja ASN.

Penentuan posisi jabatan para pejabat, mulai dari kepala dinas hingga ASN golongan paling rendah, nantinya diukur dengan kinerja ASN itu sendiri. Hal ini dilakukan guna menormalkan birokrasi Jember yang sempat pecah kongsi. “Kami jamin tidak ada masalah birokrasi pada kami. Birokrasi di Jember bermacam-macam bentuk, penyelesaiannya sangat sederhana,” ucap Hendy, belum lama ini.

Dikatakannya, keadaan di internal Pemkab Jember sebelum dirinya menjabat tidak bisa dijadikan sebuah contoh. Karena itu, semua ASN diberi kesempatan selama tiga bulan untuk menunjukkan kinerjanya. “Kalau kinerja mereka sesuai visi dan misi kami, akan kami lanjutkan. Kalau tidak sesuai dan tidak loyal terhadap pemerintah, akan kami ganti,” papar Hendy.

Dua hal itulah yang nantinya akan menjadi penentu posisi ASN, yang disesuaikan dengan golongan atau pangkatnya masing-masing. Dia juga menyebut, jika ada yang tidak sepakat, maka dapat bertarung lagi dalam pilkada mendatang.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/