alexametrics
23.4 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Disperindag Lempar Masalah Utang ke Kontraktor

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kisruh proyek pembangunan Pasar Manggisan hingga sekarang belum ketemu ujung. Beragam persoalan terus mengiringinya. Mulai dari kasus rasuah yang menyeret pejabat hingga kontraktor, serta belum selesainya penggarapan pasar tradisional yang ada di Kecamatan Tanggul itu. Bahkan, pembayaran material untuk penyuplai proyek pasar juga belum tuntas hingga saat ini.

Terbaru, pihak supplier Pasar Manggisan berkirim surat ke Lapas Jember. Mereka ingin menemui Hadi Sakti, Kuasa Direktur PT Dita Putri Waranawa, yang telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi proyek revitalisasi pasar. Hadi Sakti ini yang disebut-sebut sebagai seseorang yang membiayai proyek pasar tersebut.

Siswanto, salah satu supplier asal Surabaya, menyebut, pihaknya bersama rekannya memang sempat wira-wiri mendatangi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jember untuk mengurus pelunasan yang diklaim mencapai ratusan juta. Namun, pihak Disperindag menyatakan bahwa pelunasan seharusnya di pihak ketiga atau kontraktor, bukan ke Disperindag.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Kami disarankan untuk menemui petinggi Dita Putri Waranawa yang sekarang ditahanan Lapas Jember. Katanya, tuntutan kami itu wilayahnya kontraktor, bukan Disperindag,” ujar Siswanto kepada Jawa Pos Radar Jember. Karenanya, lanjut dia, sepekan lalu ia bersama supplier yang lain sempat berkirim surat ke Lapas Jember, yang ditujukan untuk menemui Hadi Sakti.

Dikonfirmasi terpisah, pihak Lapas Jember mengaku belum menerima surat yang dimaksudkan itu. “Secara resmi Lapas Jember belum terima surat tersebut. Di bagian umum belum ada surat untuk yang bersangkutan,” beber Dadang Firmansyah, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik (Kasi Binadik) Lapas Jember.

Sementara itu, Eko Wahyu, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Pasar Manggisan, memaparkan, upaya yang dilakukan para supplier itu sudah dirasa pas. Sebab, selama ini, mereka kerap wadul mengenai sisa tanggungan utang material ke Disperindag. Sementara, kontrak Disperindag dengan pihak ketiga hannyalah ke PT Dita Putri Waranawa, bukan ke para supplier tersebut.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kisruh proyek pembangunan Pasar Manggisan hingga sekarang belum ketemu ujung. Beragam persoalan terus mengiringinya. Mulai dari kasus rasuah yang menyeret pejabat hingga kontraktor, serta belum selesainya penggarapan pasar tradisional yang ada di Kecamatan Tanggul itu. Bahkan, pembayaran material untuk penyuplai proyek pasar juga belum tuntas hingga saat ini.

Terbaru, pihak supplier Pasar Manggisan berkirim surat ke Lapas Jember. Mereka ingin menemui Hadi Sakti, Kuasa Direktur PT Dita Putri Waranawa, yang telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi proyek revitalisasi pasar. Hadi Sakti ini yang disebut-sebut sebagai seseorang yang membiayai proyek pasar tersebut.

Siswanto, salah satu supplier asal Surabaya, menyebut, pihaknya bersama rekannya memang sempat wira-wiri mendatangi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jember untuk mengurus pelunasan yang diklaim mencapai ratusan juta. Namun, pihak Disperindag menyatakan bahwa pelunasan seharusnya di pihak ketiga atau kontraktor, bukan ke Disperindag.

“Kami disarankan untuk menemui petinggi Dita Putri Waranawa yang sekarang ditahanan Lapas Jember. Katanya, tuntutan kami itu wilayahnya kontraktor, bukan Disperindag,” ujar Siswanto kepada Jawa Pos Radar Jember. Karenanya, lanjut dia, sepekan lalu ia bersama supplier yang lain sempat berkirim surat ke Lapas Jember, yang ditujukan untuk menemui Hadi Sakti.

Dikonfirmasi terpisah, pihak Lapas Jember mengaku belum menerima surat yang dimaksudkan itu. “Secara resmi Lapas Jember belum terima surat tersebut. Di bagian umum belum ada surat untuk yang bersangkutan,” beber Dadang Firmansyah, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik (Kasi Binadik) Lapas Jember.

Sementara itu, Eko Wahyu, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Pasar Manggisan, memaparkan, upaya yang dilakukan para supplier itu sudah dirasa pas. Sebab, selama ini, mereka kerap wadul mengenai sisa tanggungan utang material ke Disperindag. Sementara, kontrak Disperindag dengan pihak ketiga hannyalah ke PT Dita Putri Waranawa, bukan ke para supplier tersebut.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kisruh proyek pembangunan Pasar Manggisan hingga sekarang belum ketemu ujung. Beragam persoalan terus mengiringinya. Mulai dari kasus rasuah yang menyeret pejabat hingga kontraktor, serta belum selesainya penggarapan pasar tradisional yang ada di Kecamatan Tanggul itu. Bahkan, pembayaran material untuk penyuplai proyek pasar juga belum tuntas hingga saat ini.

Terbaru, pihak supplier Pasar Manggisan berkirim surat ke Lapas Jember. Mereka ingin menemui Hadi Sakti, Kuasa Direktur PT Dita Putri Waranawa, yang telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi proyek revitalisasi pasar. Hadi Sakti ini yang disebut-sebut sebagai seseorang yang membiayai proyek pasar tersebut.

Siswanto, salah satu supplier asal Surabaya, menyebut, pihaknya bersama rekannya memang sempat wira-wiri mendatangi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jember untuk mengurus pelunasan yang diklaim mencapai ratusan juta. Namun, pihak Disperindag menyatakan bahwa pelunasan seharusnya di pihak ketiga atau kontraktor, bukan ke Disperindag.

“Kami disarankan untuk menemui petinggi Dita Putri Waranawa yang sekarang ditahanan Lapas Jember. Katanya, tuntutan kami itu wilayahnya kontraktor, bukan Disperindag,” ujar Siswanto kepada Jawa Pos Radar Jember. Karenanya, lanjut dia, sepekan lalu ia bersama supplier yang lain sempat berkirim surat ke Lapas Jember, yang ditujukan untuk menemui Hadi Sakti.

Dikonfirmasi terpisah, pihak Lapas Jember mengaku belum menerima surat yang dimaksudkan itu. “Secara resmi Lapas Jember belum terima surat tersebut. Di bagian umum belum ada surat untuk yang bersangkutan,” beber Dadang Firmansyah, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik (Kasi Binadik) Lapas Jember.

Sementara itu, Eko Wahyu, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Pasar Manggisan, memaparkan, upaya yang dilakukan para supplier itu sudah dirasa pas. Sebab, selama ini, mereka kerap wadul mengenai sisa tanggungan utang material ke Disperindag. Sementara, kontrak Disperindag dengan pihak ketiga hannyalah ke PT Dita Putri Waranawa, bukan ke para supplier tersebut.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/