alexametrics
22.8 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Antigen Mahal, Bisa Pakai GeNose

Pengganti Tes Korona Penumpang Kereta

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Keluhan kerap dilayangkan beberapa pengguna jasa kereta api terkait mahalnya biaya tes antigen selama ini. Bagaimana tidak, mereka harus mengeluarkan uang sebesar Rp 105 ribu untuk sekali tes dengan masa berlaku selama tiga hari. Imelda Nur Kumala, salah satunya. Akhir bulan lalu, dia berangkat ke Jogjakarta menggunakan kereta api Sri Tanjung.

“Saya berangkat ke Jogja bersama suami. Karena dua orang, jadi mengeluarkan biaya 420 ribu untuk tes antigen,” papar wanita yang berusia 26 tahun tersebut. Sebab, mereka berada di Jogja lebih dari empat hari, jadi harus tes antigen lagi. Menurut warga Desa/Kecamatan Ambulu itu, ongkos yang dia keluarkan terlalu memberatkan. Apalagi, harga tes antigen lebih mahal daripada biaya tiket kereta.

Kini, problem mahalnya tes antigen bagi penumpang kereta tersebut mulai menemukan solusi. Vice President Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daop) 9 Jember Agus Barkah Nugraha mengungkapkan, mulai 10 Maret kemarin, KAI Daop 9 Jember sudah menyediakan layanan pemeriksaan GeNose C19 bagi pelanggan kereta di Stasiun Jember dan Stasiun Ketapang, Banyuwangi. Harganya jauh lebih ekonomis ketimbang tes antigen. Hanya Rp 20 ribu.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurutnya, sesuai Surat Edaran (SE) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Nomor 20 Tahun 2021, pelanggan kereta api jarak jauh wajib menunjukkan surat keterangan negatif GeNose C19 atau rapid test antigen atau RT-PCR. Kata dia, sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3×24 jam sebelum jam keberangkatan. “Khusus untuk keberangkatan selama libur panjang atau libur keagamaan, sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1×24 jam sebelum jam keberangkatan,” paparnya.

Sementara itu, Pelaksana Harian Humas KAI Daop 9 Jember Radhitya Mardika menerangkan, syarat untuk dapat melakukan pemeriksaan GeNose C19 di stasiun adalah calon penumpang harus memiliki tiket atau kode booking kereta jarak jauh yang sudah lunas. “Tiga puluh menit sebelum melaksanakan pemeriksaan, calon penumpang dilarang merokok, makan, dan minum (kecuali air putih, Red) untuk meningkatkan akurasi hasil pemeriksaan GeNose C19,” terang warga kelahiran Sidoarjo tersebut.

Pada saat pelaksanaan, dia menjelaskan, calon penumpang diimbau untuk mengambil napas dan dibuang melalui mulut sebanyak tiga kali. Dua kali embusan napas diambil melalui hidung dan dibuang melalui mulut. Tarikan napas ketiga melalui hidung, langsung diembuskan ke kantong hingga penuh. “Setelah penuh, tekan kunci kantong agar udara dalam kantong tidak keluar,” jelasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Keluhan kerap dilayangkan beberapa pengguna jasa kereta api terkait mahalnya biaya tes antigen selama ini. Bagaimana tidak, mereka harus mengeluarkan uang sebesar Rp 105 ribu untuk sekali tes dengan masa berlaku selama tiga hari. Imelda Nur Kumala, salah satunya. Akhir bulan lalu, dia berangkat ke Jogjakarta menggunakan kereta api Sri Tanjung.

“Saya berangkat ke Jogja bersama suami. Karena dua orang, jadi mengeluarkan biaya 420 ribu untuk tes antigen,” papar wanita yang berusia 26 tahun tersebut. Sebab, mereka berada di Jogja lebih dari empat hari, jadi harus tes antigen lagi. Menurut warga Desa/Kecamatan Ambulu itu, ongkos yang dia keluarkan terlalu memberatkan. Apalagi, harga tes antigen lebih mahal daripada biaya tiket kereta.

Kini, problem mahalnya tes antigen bagi penumpang kereta tersebut mulai menemukan solusi. Vice President Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daop) 9 Jember Agus Barkah Nugraha mengungkapkan, mulai 10 Maret kemarin, KAI Daop 9 Jember sudah menyediakan layanan pemeriksaan GeNose C19 bagi pelanggan kereta di Stasiun Jember dan Stasiun Ketapang, Banyuwangi. Harganya jauh lebih ekonomis ketimbang tes antigen. Hanya Rp 20 ribu.

Menurutnya, sesuai Surat Edaran (SE) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Nomor 20 Tahun 2021, pelanggan kereta api jarak jauh wajib menunjukkan surat keterangan negatif GeNose C19 atau rapid test antigen atau RT-PCR. Kata dia, sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3×24 jam sebelum jam keberangkatan. “Khusus untuk keberangkatan selama libur panjang atau libur keagamaan, sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1×24 jam sebelum jam keberangkatan,” paparnya.

Sementara itu, Pelaksana Harian Humas KAI Daop 9 Jember Radhitya Mardika menerangkan, syarat untuk dapat melakukan pemeriksaan GeNose C19 di stasiun adalah calon penumpang harus memiliki tiket atau kode booking kereta jarak jauh yang sudah lunas. “Tiga puluh menit sebelum melaksanakan pemeriksaan, calon penumpang dilarang merokok, makan, dan minum (kecuali air putih, Red) untuk meningkatkan akurasi hasil pemeriksaan GeNose C19,” terang warga kelahiran Sidoarjo tersebut.

Pada saat pelaksanaan, dia menjelaskan, calon penumpang diimbau untuk mengambil napas dan dibuang melalui mulut sebanyak tiga kali. Dua kali embusan napas diambil melalui hidung dan dibuang melalui mulut. Tarikan napas ketiga melalui hidung, langsung diembuskan ke kantong hingga penuh. “Setelah penuh, tekan kunci kantong agar udara dalam kantong tidak keluar,” jelasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Keluhan kerap dilayangkan beberapa pengguna jasa kereta api terkait mahalnya biaya tes antigen selama ini. Bagaimana tidak, mereka harus mengeluarkan uang sebesar Rp 105 ribu untuk sekali tes dengan masa berlaku selama tiga hari. Imelda Nur Kumala, salah satunya. Akhir bulan lalu, dia berangkat ke Jogjakarta menggunakan kereta api Sri Tanjung.

“Saya berangkat ke Jogja bersama suami. Karena dua orang, jadi mengeluarkan biaya 420 ribu untuk tes antigen,” papar wanita yang berusia 26 tahun tersebut. Sebab, mereka berada di Jogja lebih dari empat hari, jadi harus tes antigen lagi. Menurut warga Desa/Kecamatan Ambulu itu, ongkos yang dia keluarkan terlalu memberatkan. Apalagi, harga tes antigen lebih mahal daripada biaya tiket kereta.

Kini, problem mahalnya tes antigen bagi penumpang kereta tersebut mulai menemukan solusi. Vice President Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daop) 9 Jember Agus Barkah Nugraha mengungkapkan, mulai 10 Maret kemarin, KAI Daop 9 Jember sudah menyediakan layanan pemeriksaan GeNose C19 bagi pelanggan kereta di Stasiun Jember dan Stasiun Ketapang, Banyuwangi. Harganya jauh lebih ekonomis ketimbang tes antigen. Hanya Rp 20 ribu.

Menurutnya, sesuai Surat Edaran (SE) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Nomor 20 Tahun 2021, pelanggan kereta api jarak jauh wajib menunjukkan surat keterangan negatif GeNose C19 atau rapid test antigen atau RT-PCR. Kata dia, sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3×24 jam sebelum jam keberangkatan. “Khusus untuk keberangkatan selama libur panjang atau libur keagamaan, sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1×24 jam sebelum jam keberangkatan,” paparnya.

Sementara itu, Pelaksana Harian Humas KAI Daop 9 Jember Radhitya Mardika menerangkan, syarat untuk dapat melakukan pemeriksaan GeNose C19 di stasiun adalah calon penumpang harus memiliki tiket atau kode booking kereta jarak jauh yang sudah lunas. “Tiga puluh menit sebelum melaksanakan pemeriksaan, calon penumpang dilarang merokok, makan, dan minum (kecuali air putih, Red) untuk meningkatkan akurasi hasil pemeriksaan GeNose C19,” terang warga kelahiran Sidoarjo tersebut.

Pada saat pelaksanaan, dia menjelaskan, calon penumpang diimbau untuk mengambil napas dan dibuang melalui mulut sebanyak tiga kali. Dua kali embusan napas diambil melalui hidung dan dibuang melalui mulut. Tarikan napas ketiga melalui hidung, langsung diembuskan ke kantong hingga penuh. “Setelah penuh, tekan kunci kantong agar udara dalam kantong tidak keluar,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/