alexametrics
25.2 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Wayahe Benahi Jember Bareng-Bareng

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Peralihan kekuasaan menjadi bagian penting yang menandai lahirnya harapan baru. Pelantikan bupati dan wakil bupati Jember terpilih Hendy Siswanto dan Muhammad Balya Firjaun Barlaman pada 17 Februari nanti sudah tentu menyimpan banyak harapan dari masyarakat agar Jember semakin baik dan sejahtera.

Gaya kepemimpinan setiap tokoh pastinya berbeda. Nah, bagaimana dengan pria yang akrab disapa Haji Hendy tersebut? Bagaimana pula kiprah Gus Firjaun yang menjadi pendampingnya? Kedua sosok ini diyakini banyak pihak akan membawa angin segar terhadap pembangunan serta pemberdayaan masyarakat di Jember.

Hendy yang lebih dikenal sebagai pengusaha, tidak banyak diketahui jika dirinya merupakan mantan birokrat di Kementerian Perhubungan. Berdasar pengalaman ini, sepak terjang Hendy dalam dunia pemerintahan tentunya tak perlu diragukan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Melihat kondisi Jember saat ini, kata Hendy, banyak hal yang perlu dibenahi. Mulai dari internal Pemkab Jember, hubungan eksekutif-legislatif yang selama ini buruk, urusan pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan masih banyak lagi.

Bahkan, untuk menyelesaikan semua permasalahan, Jember pun dihadapkan pada situasi yang sulit. Yaitu tidak memiliki dana untuk pembangunan serta pemberdayaan masyarakat. Hal ini terjadi akibat Peraturan Daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (Perda APBD) tahun 2021 tiada berkabar.

Menyikapi banyaknya permasalahan yang ada di Jember tersebut, Hendy yang akan dilantik pekan depan mengatakan, kondisi Jember sesuai dengan jargon Wes Wayahe Mbenahi Jember. “Tahun 2017, saya sudah menyampaikan kepada keluarga bahwa Jember bisa terpuruk. Ini karena kunci pembangunan tidak berjalan dengan baik. Pemerintahan ini, eksekutif dan legislatifnya harus berjalan sinergis,” kata Hendy.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Peralihan kekuasaan menjadi bagian penting yang menandai lahirnya harapan baru. Pelantikan bupati dan wakil bupati Jember terpilih Hendy Siswanto dan Muhammad Balya Firjaun Barlaman pada 17 Februari nanti sudah tentu menyimpan banyak harapan dari masyarakat agar Jember semakin baik dan sejahtera.

Gaya kepemimpinan setiap tokoh pastinya berbeda. Nah, bagaimana dengan pria yang akrab disapa Haji Hendy tersebut? Bagaimana pula kiprah Gus Firjaun yang menjadi pendampingnya? Kedua sosok ini diyakini banyak pihak akan membawa angin segar terhadap pembangunan serta pemberdayaan masyarakat di Jember.

Hendy yang lebih dikenal sebagai pengusaha, tidak banyak diketahui jika dirinya merupakan mantan birokrat di Kementerian Perhubungan. Berdasar pengalaman ini, sepak terjang Hendy dalam dunia pemerintahan tentunya tak perlu diragukan.

Melihat kondisi Jember saat ini, kata Hendy, banyak hal yang perlu dibenahi. Mulai dari internal Pemkab Jember, hubungan eksekutif-legislatif yang selama ini buruk, urusan pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan masih banyak lagi.

Bahkan, untuk menyelesaikan semua permasalahan, Jember pun dihadapkan pada situasi yang sulit. Yaitu tidak memiliki dana untuk pembangunan serta pemberdayaan masyarakat. Hal ini terjadi akibat Peraturan Daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (Perda APBD) tahun 2021 tiada berkabar.

Menyikapi banyaknya permasalahan yang ada di Jember tersebut, Hendy yang akan dilantik pekan depan mengatakan, kondisi Jember sesuai dengan jargon Wes Wayahe Mbenahi Jember. “Tahun 2017, saya sudah menyampaikan kepada keluarga bahwa Jember bisa terpuruk. Ini karena kunci pembangunan tidak berjalan dengan baik. Pemerintahan ini, eksekutif dan legislatifnya harus berjalan sinergis,” kata Hendy.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Peralihan kekuasaan menjadi bagian penting yang menandai lahirnya harapan baru. Pelantikan bupati dan wakil bupati Jember terpilih Hendy Siswanto dan Muhammad Balya Firjaun Barlaman pada 17 Februari nanti sudah tentu menyimpan banyak harapan dari masyarakat agar Jember semakin baik dan sejahtera.

Gaya kepemimpinan setiap tokoh pastinya berbeda. Nah, bagaimana dengan pria yang akrab disapa Haji Hendy tersebut? Bagaimana pula kiprah Gus Firjaun yang menjadi pendampingnya? Kedua sosok ini diyakini banyak pihak akan membawa angin segar terhadap pembangunan serta pemberdayaan masyarakat di Jember.

Hendy yang lebih dikenal sebagai pengusaha, tidak banyak diketahui jika dirinya merupakan mantan birokrat di Kementerian Perhubungan. Berdasar pengalaman ini, sepak terjang Hendy dalam dunia pemerintahan tentunya tak perlu diragukan.

Melihat kondisi Jember saat ini, kata Hendy, banyak hal yang perlu dibenahi. Mulai dari internal Pemkab Jember, hubungan eksekutif-legislatif yang selama ini buruk, urusan pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan masih banyak lagi.

Bahkan, untuk menyelesaikan semua permasalahan, Jember pun dihadapkan pada situasi yang sulit. Yaitu tidak memiliki dana untuk pembangunan serta pemberdayaan masyarakat. Hal ini terjadi akibat Peraturan Daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (Perda APBD) tahun 2021 tiada berkabar.

Menyikapi banyaknya permasalahan yang ada di Jember tersebut, Hendy yang akan dilantik pekan depan mengatakan, kondisi Jember sesuai dengan jargon Wes Wayahe Mbenahi Jember. “Tahun 2017, saya sudah menyampaikan kepada keluarga bahwa Jember bisa terpuruk. Ini karena kunci pembangunan tidak berjalan dengan baik. Pemerintahan ini, eksekutif dan legislatifnya harus berjalan sinergis,” kata Hendy.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/