alexametrics
24.5 C
Jember
Monday, 16 May 2022

Skripsi Rampung, Malah Terendam Lumpur. Begini Nasib Mahasiswa UIN KHAS

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Banjir bandang yang melanda Kelurahan Mangli Jember, beberapa waktu lalu, juga membawa kesedihan tersendiri bagi penghuni rumah kontrakan di Blok AB. Saat itu, bangunan yang memiliki tiga kamar tidur tersebut tengah ditinggal pulang kampung.

Kabar tidak mengenakkan tersebut diterima oleh Ridwan Al Amien lewat sebuah pesan singkat dari teman dan pemilik rumah kontrakan. Mereka mengabarkan bahwa rumah kontrakan yang dihuni oleh empat mahasiswa Universitas Islam Negeri KH Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember tersebut terendam air.

SAKSI BISU: Ridwan menunjukkan bendelan skripsinya yang rusak karena terendam banjir.

Padahal mahasiswa semester 7 Fakultas Ekonomi Syariah ini baru saja merampungkan ujian skripsi tersebut, dua hari sebelum kejadian pulang ke Sidoarjo. Kemudian, sehari setelah peristiwa banjir bandang, dia kembali ke Jember. Betapa kagetnya ketika dirinya mendapati kontrakan tersebut penuh air dan lumpur. “Begitu menginjakkan kaki kembali di rumah kontrakan, semua terendam air. Tidak hanya alat elektronik, kasur dan selimut serta skripsi yang baru dijilid, termasuk ijazah SMA, tidak luput dari endapan lumpur,” ungkap Ridwan kepada Jawa Pos Radar Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Beruntung, laptop milik pria asal Desa Bligo, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, tersebut tak ikut terbawa banjir. Artinya, naskah skripsi bisa dicetak kembali. “Untung laptop tidak tersapu banjir, jadi bisa memperbarui skripsi. Tinggal print ulang, lalu meminta tanda tangan ulang kepada dosen pembimbing. Walau tidak mudah untuk menemui dosen dan terpaksa mengeluarkan uang lagi,” imbuh Ridwan.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Banjir bandang yang melanda Kelurahan Mangli Jember, beberapa waktu lalu, juga membawa kesedihan tersendiri bagi penghuni rumah kontrakan di Blok AB. Saat itu, bangunan yang memiliki tiga kamar tidur tersebut tengah ditinggal pulang kampung.

Kabar tidak mengenakkan tersebut diterima oleh Ridwan Al Amien lewat sebuah pesan singkat dari teman dan pemilik rumah kontrakan. Mereka mengabarkan bahwa rumah kontrakan yang dihuni oleh empat mahasiswa Universitas Islam Negeri KH Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember tersebut terendam air.

SAKSI BISU: Ridwan menunjukkan bendelan skripsinya yang rusak karena terendam banjir.

Padahal mahasiswa semester 7 Fakultas Ekonomi Syariah ini baru saja merampungkan ujian skripsi tersebut, dua hari sebelum kejadian pulang ke Sidoarjo. Kemudian, sehari setelah peristiwa banjir bandang, dia kembali ke Jember. Betapa kagetnya ketika dirinya mendapati kontrakan tersebut penuh air dan lumpur. “Begitu menginjakkan kaki kembali di rumah kontrakan, semua terendam air. Tidak hanya alat elektronik, kasur dan selimut serta skripsi yang baru dijilid, termasuk ijazah SMA, tidak luput dari endapan lumpur,” ungkap Ridwan kepada Jawa Pos Radar Jember.

Beruntung, laptop milik pria asal Desa Bligo, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, tersebut tak ikut terbawa banjir. Artinya, naskah skripsi bisa dicetak kembali. “Untung laptop tidak tersapu banjir, jadi bisa memperbarui skripsi. Tinggal print ulang, lalu meminta tanda tangan ulang kepada dosen pembimbing. Walau tidak mudah untuk menemui dosen dan terpaksa mengeluarkan uang lagi,” imbuh Ridwan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Banjir bandang yang melanda Kelurahan Mangli Jember, beberapa waktu lalu, juga membawa kesedihan tersendiri bagi penghuni rumah kontrakan di Blok AB. Saat itu, bangunan yang memiliki tiga kamar tidur tersebut tengah ditinggal pulang kampung.

Kabar tidak mengenakkan tersebut diterima oleh Ridwan Al Amien lewat sebuah pesan singkat dari teman dan pemilik rumah kontrakan. Mereka mengabarkan bahwa rumah kontrakan yang dihuni oleh empat mahasiswa Universitas Islam Negeri KH Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember tersebut terendam air.

SAKSI BISU: Ridwan menunjukkan bendelan skripsinya yang rusak karena terendam banjir.

Padahal mahasiswa semester 7 Fakultas Ekonomi Syariah ini baru saja merampungkan ujian skripsi tersebut, dua hari sebelum kejadian pulang ke Sidoarjo. Kemudian, sehari setelah peristiwa banjir bandang, dia kembali ke Jember. Betapa kagetnya ketika dirinya mendapati kontrakan tersebut penuh air dan lumpur. “Begitu menginjakkan kaki kembali di rumah kontrakan, semua terendam air. Tidak hanya alat elektronik, kasur dan selimut serta skripsi yang baru dijilid, termasuk ijazah SMA, tidak luput dari endapan lumpur,” ungkap Ridwan kepada Jawa Pos Radar Jember.

Beruntung, laptop milik pria asal Desa Bligo, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, tersebut tak ikut terbawa banjir. Artinya, naskah skripsi bisa dicetak kembali. “Untung laptop tidak tersapu banjir, jadi bisa memperbarui skripsi. Tinggal print ulang, lalu meminta tanda tangan ulang kepada dosen pembimbing. Walau tidak mudah untuk menemui dosen dan terpaksa mengeluarkan uang lagi,” imbuh Ridwan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/