alexametrics
24.4 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Selama Pandemi, Posyandu Lansia Jember Malah Libur

Sulit Petakan Kondisi Kesehatan Lansia

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.IDPosyandu lansia memiliki peran penting untuk menjaga kualitas hidup lansia di masyarakat. Selain memberikan pelayanan kesehatan, unit pelayanan terkecil ini juga akan memfasilitasi berbagai kegiatan nonmedis agar lansia memiliki wadah untuk berkarya dan berkegiatan.

Keberadaan posyandu lansia di Jember ini mengikuti jumlah puskesmas yang ada. Di posyandu lansia, para lansia Jember dapat membagikan keluhan sakit yang dideritanya. Melalui posyandu lansia juga dapat dipetakan tren penyakit yang saat ini banyak di derita oleh para lansia di Jember.

Sayangnya, selama pandemi posyandu lansia di Jember diliburkan. Tidak ada aktivitas untuk memeriksa kesehatan lansia. Padahal, posyandu lansia itu dapat digunakan untuk ajang promosi ataupun ajakan untuk melakukan vaksinasi bagi lansia. “Selama pandemi, posyandu lansia tidak dilaksanakan,” kata Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember Rita Wahyuningsih.

Mobile_AP_Rectangle 2

Misi besar pendirian posyandu lansia, lanjut dia, sejatinya tak lepas dari semangat untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi lansia sebaik mungkin. Ini agar kelompok usia tersebut bisa mencapai kesejahteraan, baik secara fisik maupun psikis. Juga untuk meningkatkan jangkauan pelayanan kesehatan lansia di masyarakat, sehingga terbentuk layanan kesehatan yang dapat mengakomodasi kebutuhan lansia.

Umumnya, melalui posyandu lansia, beberapa penyakit yang kerap diderita oleh lansia akan terdata. Misalnya penyakit hipertensi dan kencing manis atau diabetes. Dua penyakit ini pula yang banyak diderita dan menghambat lansia untuk bisa vaksinasi karena tidak lolos screening.

Menurut Rita, para lansia yang tidak lolos screening saat akan melakukan vaksinasi termasuk dalam 30 persen jumlah masyarakat yang belum bisa divaksin. Sebab, target capaian vaksinasi lansia adalah 70 persen. Tetapi, hingga saat ini capaian vaksinasi lansia baru 48,11 persen. “Yang nggak bisa divaksin itu masuk ke 30 persen lansia. Target kita 70 persen,” ungkapnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.IDPosyandu lansia memiliki peran penting untuk menjaga kualitas hidup lansia di masyarakat. Selain memberikan pelayanan kesehatan, unit pelayanan terkecil ini juga akan memfasilitasi berbagai kegiatan nonmedis agar lansia memiliki wadah untuk berkarya dan berkegiatan.

Keberadaan posyandu lansia di Jember ini mengikuti jumlah puskesmas yang ada. Di posyandu lansia, para lansia Jember dapat membagikan keluhan sakit yang dideritanya. Melalui posyandu lansia juga dapat dipetakan tren penyakit yang saat ini banyak di derita oleh para lansia di Jember.

Sayangnya, selama pandemi posyandu lansia di Jember diliburkan. Tidak ada aktivitas untuk memeriksa kesehatan lansia. Padahal, posyandu lansia itu dapat digunakan untuk ajang promosi ataupun ajakan untuk melakukan vaksinasi bagi lansia. “Selama pandemi, posyandu lansia tidak dilaksanakan,” kata Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember Rita Wahyuningsih.

Misi besar pendirian posyandu lansia, lanjut dia, sejatinya tak lepas dari semangat untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi lansia sebaik mungkin. Ini agar kelompok usia tersebut bisa mencapai kesejahteraan, baik secara fisik maupun psikis. Juga untuk meningkatkan jangkauan pelayanan kesehatan lansia di masyarakat, sehingga terbentuk layanan kesehatan yang dapat mengakomodasi kebutuhan lansia.

Umumnya, melalui posyandu lansia, beberapa penyakit yang kerap diderita oleh lansia akan terdata. Misalnya penyakit hipertensi dan kencing manis atau diabetes. Dua penyakit ini pula yang banyak diderita dan menghambat lansia untuk bisa vaksinasi karena tidak lolos screening.

Menurut Rita, para lansia yang tidak lolos screening saat akan melakukan vaksinasi termasuk dalam 30 persen jumlah masyarakat yang belum bisa divaksin. Sebab, target capaian vaksinasi lansia adalah 70 persen. Tetapi, hingga saat ini capaian vaksinasi lansia baru 48,11 persen. “Yang nggak bisa divaksin itu masuk ke 30 persen lansia. Target kita 70 persen,” ungkapnya.

JEMBER, RADARJEMBER.IDPosyandu lansia memiliki peran penting untuk menjaga kualitas hidup lansia di masyarakat. Selain memberikan pelayanan kesehatan, unit pelayanan terkecil ini juga akan memfasilitasi berbagai kegiatan nonmedis agar lansia memiliki wadah untuk berkarya dan berkegiatan.

Keberadaan posyandu lansia di Jember ini mengikuti jumlah puskesmas yang ada. Di posyandu lansia, para lansia Jember dapat membagikan keluhan sakit yang dideritanya. Melalui posyandu lansia juga dapat dipetakan tren penyakit yang saat ini banyak di derita oleh para lansia di Jember.

Sayangnya, selama pandemi posyandu lansia di Jember diliburkan. Tidak ada aktivitas untuk memeriksa kesehatan lansia. Padahal, posyandu lansia itu dapat digunakan untuk ajang promosi ataupun ajakan untuk melakukan vaksinasi bagi lansia. “Selama pandemi, posyandu lansia tidak dilaksanakan,” kata Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember Rita Wahyuningsih.

Misi besar pendirian posyandu lansia, lanjut dia, sejatinya tak lepas dari semangat untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi lansia sebaik mungkin. Ini agar kelompok usia tersebut bisa mencapai kesejahteraan, baik secara fisik maupun psikis. Juga untuk meningkatkan jangkauan pelayanan kesehatan lansia di masyarakat, sehingga terbentuk layanan kesehatan yang dapat mengakomodasi kebutuhan lansia.

Umumnya, melalui posyandu lansia, beberapa penyakit yang kerap diderita oleh lansia akan terdata. Misalnya penyakit hipertensi dan kencing manis atau diabetes. Dua penyakit ini pula yang banyak diderita dan menghambat lansia untuk bisa vaksinasi karena tidak lolos screening.

Menurut Rita, para lansia yang tidak lolos screening saat akan melakukan vaksinasi termasuk dalam 30 persen jumlah masyarakat yang belum bisa divaksin. Sebab, target capaian vaksinasi lansia adalah 70 persen. Tetapi, hingga saat ini capaian vaksinasi lansia baru 48,11 persen. “Yang nggak bisa divaksin itu masuk ke 30 persen lansia. Target kita 70 persen,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/