alexametrics
21.8 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

SK Bantuan Pupuk Bersubsidi Terlambat

Petani Ancam Lakukan Aksi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Amir, salah seorang petani asal Puger, tak bisa bertani dengan optimal pada musim tanam kali ini. Sebab, jika di masa-masa sekarang biasanya dia sudah mulai tebar pupuk pada sawahnya, kali ini harus tertunda. Sebab, dirinya kesulitan untuk memenuhi kebutuhan akan pupuk tersebut.

Dia sempat intens berkomunikasi dengan kerabat dan sanak saudaranya hingga ke kecamatan lain untuk mengetahui kios yang masih memiliki stok pupuk. Amir bahkan rela membeli dengan harga mahal, asal kebutuhan pupuk bisa terpenuhi.

Bukan hal baru bagi Amir membeli pupuk di luar daerah domisilinya. Termasuk di situasi seperti ini. “Pokoknya cukup untuk kebutuhan pertanian saya. Saya nggak memperjualbelikan pupuk itu lagi,” tandas Amir.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ya, di awal 2021 ini petani disambut dengan keterlambatan subsidi pupuk dari pemerintah. Apalagi saat ini, pupuk sangat dibutuhkan oleh petani. Sebab, tanaman sudah berada dalam usia pemupukan. Namun, kondisi di lapangan, sebagian besar kios pupuk di 31 kecamatan masih belum bisa menyediakan pupuk subsidi untuk petani.

Ketua Himpunan Kelompok Tani Indonesia (HKTI) Jember Jumantoro mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan sampling untuk 12 kecamatan di Jember. Hasilnya, seluruh kios di 12 kecamatan tersebut tidak ada yang menyetok atau menyediakan pupuk bersubsidi. Alasannya cukup beragam. Yang paling banyak adalah tidak adanya surat keputusan (SK) dari pemerintah daerah. Sehingga produsen tak berani menyalurkan pupuk. “Di kabupaten lain, hal ini diinisiasi dengan memberikan surat rekomendasi dari dinas,” ungkap Jumantoro.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Amir, salah seorang petani asal Puger, tak bisa bertani dengan optimal pada musim tanam kali ini. Sebab, jika di masa-masa sekarang biasanya dia sudah mulai tebar pupuk pada sawahnya, kali ini harus tertunda. Sebab, dirinya kesulitan untuk memenuhi kebutuhan akan pupuk tersebut.

Dia sempat intens berkomunikasi dengan kerabat dan sanak saudaranya hingga ke kecamatan lain untuk mengetahui kios yang masih memiliki stok pupuk. Amir bahkan rela membeli dengan harga mahal, asal kebutuhan pupuk bisa terpenuhi.

Bukan hal baru bagi Amir membeli pupuk di luar daerah domisilinya. Termasuk di situasi seperti ini. “Pokoknya cukup untuk kebutuhan pertanian saya. Saya nggak memperjualbelikan pupuk itu lagi,” tandas Amir.

Ya, di awal 2021 ini petani disambut dengan keterlambatan subsidi pupuk dari pemerintah. Apalagi saat ini, pupuk sangat dibutuhkan oleh petani. Sebab, tanaman sudah berada dalam usia pemupukan. Namun, kondisi di lapangan, sebagian besar kios pupuk di 31 kecamatan masih belum bisa menyediakan pupuk subsidi untuk petani.

Ketua Himpunan Kelompok Tani Indonesia (HKTI) Jember Jumantoro mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan sampling untuk 12 kecamatan di Jember. Hasilnya, seluruh kios di 12 kecamatan tersebut tidak ada yang menyetok atau menyediakan pupuk bersubsidi. Alasannya cukup beragam. Yang paling banyak adalah tidak adanya surat keputusan (SK) dari pemerintah daerah. Sehingga produsen tak berani menyalurkan pupuk. “Di kabupaten lain, hal ini diinisiasi dengan memberikan surat rekomendasi dari dinas,” ungkap Jumantoro.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Amir, salah seorang petani asal Puger, tak bisa bertani dengan optimal pada musim tanam kali ini. Sebab, jika di masa-masa sekarang biasanya dia sudah mulai tebar pupuk pada sawahnya, kali ini harus tertunda. Sebab, dirinya kesulitan untuk memenuhi kebutuhan akan pupuk tersebut.

Dia sempat intens berkomunikasi dengan kerabat dan sanak saudaranya hingga ke kecamatan lain untuk mengetahui kios yang masih memiliki stok pupuk. Amir bahkan rela membeli dengan harga mahal, asal kebutuhan pupuk bisa terpenuhi.

Bukan hal baru bagi Amir membeli pupuk di luar daerah domisilinya. Termasuk di situasi seperti ini. “Pokoknya cukup untuk kebutuhan pertanian saya. Saya nggak memperjualbelikan pupuk itu lagi,” tandas Amir.

Ya, di awal 2021 ini petani disambut dengan keterlambatan subsidi pupuk dari pemerintah. Apalagi saat ini, pupuk sangat dibutuhkan oleh petani. Sebab, tanaman sudah berada dalam usia pemupukan. Namun, kondisi di lapangan, sebagian besar kios pupuk di 31 kecamatan masih belum bisa menyediakan pupuk subsidi untuk petani.

Ketua Himpunan Kelompok Tani Indonesia (HKTI) Jember Jumantoro mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan sampling untuk 12 kecamatan di Jember. Hasilnya, seluruh kios di 12 kecamatan tersebut tidak ada yang menyetok atau menyediakan pupuk bersubsidi. Alasannya cukup beragam. Yang paling banyak adalah tidak adanya surat keputusan (SK) dari pemerintah daerah. Sehingga produsen tak berani menyalurkan pupuk. “Di kabupaten lain, hal ini diinisiasi dengan memberikan surat rekomendasi dari dinas,” ungkap Jumantoro.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/