alexametrics
21.6 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

Malah Jadi Tempat Sampah

Wastafel di Pasar Tanjung Jarang Dimanfaatkan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejak pandemi virus korona, hampir di seluruh tempat umum terdapat fasilitas wastafel untuk mencuci tangan. Setiap orang yang berkunjung wajib mencuci tangan terlebih dahulu.

Berbeda dengan yang ada di Pasar Tanjung, keberadaan wastafel justru tidak dipakai sebagaimana mestinya. Masyarakat yang berada di tempat tersebut malah menggunakannya sebagai tempat berjualan. Bahkan juga ada yang membuang sampah disana.

Salah satu pedagang yang sempat menaruh barang dagangan di wastafel mengatakan, tempat untuk mencuci tangan tersebut telah lama tak digunakan karena tidak adanya sabun cuci tangan dari petugas pasar dan pemkab. “Ada enam wastafel, yang dipakai paling tiga. Itu pun sabunnya sudah mau habis semua,” ungkap lelaki yang enggan disebutkan namanya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejak pandemi virus korona, hampir di seluruh tempat umum terdapat fasilitas wastafel untuk mencuci tangan. Setiap orang yang berkunjung wajib mencuci tangan terlebih dahulu.

Berbeda dengan yang ada di Pasar Tanjung, keberadaan wastafel justru tidak dipakai sebagaimana mestinya. Masyarakat yang berada di tempat tersebut malah menggunakannya sebagai tempat berjualan. Bahkan juga ada yang membuang sampah disana.

Salah satu pedagang yang sempat menaruh barang dagangan di wastafel mengatakan, tempat untuk mencuci tangan tersebut telah lama tak digunakan karena tidak adanya sabun cuci tangan dari petugas pasar dan pemkab. “Ada enam wastafel, yang dipakai paling tiga. Itu pun sabunnya sudah mau habis semua,” ungkap lelaki yang enggan disebutkan namanya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejak pandemi virus korona, hampir di seluruh tempat umum terdapat fasilitas wastafel untuk mencuci tangan. Setiap orang yang berkunjung wajib mencuci tangan terlebih dahulu.

Berbeda dengan yang ada di Pasar Tanjung, keberadaan wastafel justru tidak dipakai sebagaimana mestinya. Masyarakat yang berada di tempat tersebut malah menggunakannya sebagai tempat berjualan. Bahkan juga ada yang membuang sampah disana.

Salah satu pedagang yang sempat menaruh barang dagangan di wastafel mengatakan, tempat untuk mencuci tangan tersebut telah lama tak digunakan karena tidak adanya sabun cuci tangan dari petugas pasar dan pemkab. “Ada enam wastafel, yang dipakai paling tiga. Itu pun sabunnya sudah mau habis semua,” ungkap lelaki yang enggan disebutkan namanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/