alexametrics
27.8 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Lantunan Do’a dari Jembatan Jompo

HUT Berni untuk Kemajuan Bola Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tanpa diiringi bunyi drum band, yel-yel puluhan anggota Berni meriuhkan suasana malam di seputaran jembatan penyeberangan orang (JPO) Jompo, Minggu (10/1) malam. Bak sedang mendukung sebuah kesebelasan, flare pun dinyalakan untuk menambah semangat para suporter Persid Jember tersebut.

Saling memegang pundak, berlompat-lompat, penuh semangat dalam bernyanyi, serta melambaikan bendera, menjadi tontonan yang apik malam itu. Namun ini bukanlah aksi mendukung kesebelasan di lapangan hijau. Melainkan doa bersama demi kemajuan persepakbolaan di Jember. “Tanpa harus dijelaskan dengan detail, seperti inilah semangat kami saat mendukung kesebelasan Persid Jember kala bermain di lapangan,” tutur M Sholahuddin Amrulloh, koordinator lapangan doa bersama kepada Jawa Pos Radar Jember.

Doa bersama ini juga untuk mengobati rindu, karena sudah setahun lebih mereka belum bisa berdiri di atas tribune lapangan untuk menyaksikan serta mendukung sepak terjang Persid dalam memainkan si kulit bundar. “Saya lupa, pokok terakhir main antara Agustus hingga Oktober 2019,” terangnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Oleh karena itu, pihaknya menggelar doa bersama sekaligus merayakan HUT ke-10 Berni. “Karena masih dalam masa pandemi Covid-19, acara ini dilakukan secara sederhana dan seperti pada umumnya suporter (bakar flare, Red),” ungkap pria yang akrab disapa Om Jo itu.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tanpa diiringi bunyi drum band, yel-yel puluhan anggota Berni meriuhkan suasana malam di seputaran jembatan penyeberangan orang (JPO) Jompo, Minggu (10/1) malam. Bak sedang mendukung sebuah kesebelasan, flare pun dinyalakan untuk menambah semangat para suporter Persid Jember tersebut.

Saling memegang pundak, berlompat-lompat, penuh semangat dalam bernyanyi, serta melambaikan bendera, menjadi tontonan yang apik malam itu. Namun ini bukanlah aksi mendukung kesebelasan di lapangan hijau. Melainkan doa bersama demi kemajuan persepakbolaan di Jember. “Tanpa harus dijelaskan dengan detail, seperti inilah semangat kami saat mendukung kesebelasan Persid Jember kala bermain di lapangan,” tutur M Sholahuddin Amrulloh, koordinator lapangan doa bersama kepada Jawa Pos Radar Jember.

Doa bersama ini juga untuk mengobati rindu, karena sudah setahun lebih mereka belum bisa berdiri di atas tribune lapangan untuk menyaksikan serta mendukung sepak terjang Persid dalam memainkan si kulit bundar. “Saya lupa, pokok terakhir main antara Agustus hingga Oktober 2019,” terangnya.

Oleh karena itu, pihaknya menggelar doa bersama sekaligus merayakan HUT ke-10 Berni. “Karena masih dalam masa pandemi Covid-19, acara ini dilakukan secara sederhana dan seperti pada umumnya suporter (bakar flare, Red),” ungkap pria yang akrab disapa Om Jo itu.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tanpa diiringi bunyi drum band, yel-yel puluhan anggota Berni meriuhkan suasana malam di seputaran jembatan penyeberangan orang (JPO) Jompo, Minggu (10/1) malam. Bak sedang mendukung sebuah kesebelasan, flare pun dinyalakan untuk menambah semangat para suporter Persid Jember tersebut.

Saling memegang pundak, berlompat-lompat, penuh semangat dalam bernyanyi, serta melambaikan bendera, menjadi tontonan yang apik malam itu. Namun ini bukanlah aksi mendukung kesebelasan di lapangan hijau. Melainkan doa bersama demi kemajuan persepakbolaan di Jember. “Tanpa harus dijelaskan dengan detail, seperti inilah semangat kami saat mendukung kesebelasan Persid Jember kala bermain di lapangan,” tutur M Sholahuddin Amrulloh, koordinator lapangan doa bersama kepada Jawa Pos Radar Jember.

Doa bersama ini juga untuk mengobati rindu, karena sudah setahun lebih mereka belum bisa berdiri di atas tribune lapangan untuk menyaksikan serta mendukung sepak terjang Persid dalam memainkan si kulit bundar. “Saya lupa, pokok terakhir main antara Agustus hingga Oktober 2019,” terangnya.

Oleh karena itu, pihaknya menggelar doa bersama sekaligus merayakan HUT ke-10 Berni. “Karena masih dalam masa pandemi Covid-19, acara ini dilakukan secara sederhana dan seperti pada umumnya suporter (bakar flare, Red),” ungkap pria yang akrab disapa Om Jo itu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/