alexametrics
23.1 C
Jember
Monday, 27 June 2022

Pilkada Sumbang Belasan Kasus Covid-19

Sehari Tembus 119 Pasien Positif

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pandemi Covid-19 di Jember kian mengkhawatirkan saja. Meski pemerintah berupaya menekan angka penularannya, tapi jumlah pasien positif baru terus terjadi peningkatan signifikan. Bahkan pada 9 Desember yang bertepatan dengan pelaksanaan pencoblosan, tercatat ada 119 pasien yang dinyatakan positif korona. Dari jumlah itu, 19 kasus di antaranya merupakan klaster pemilihan kepala daerah (pilkada).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jember Gatot Triyono mengatakan, angka pasien positif baru yang tercatat paling banyak itu tak hanya berasal dari klaster pilkada, tapi juga klaster pemerintahan. “Sebagian merupakan hasil swab massal yang dilaksanakan satgas di beberapa OPD (organisasi perangkat daerah, Red), juga anggota Bawaslu yang menjadi pengawas TPS,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (10/12).

Dia mengungkapkan, sebelumnya Satgas Penanganan Covid-19 Pemkab Jember melakukan tes swab terhadap 444 orang. Dari hasil pengecekan tersebut, sebanyak 75 orang dinyatakan positif Covid-19. Mereka berasal dari beberapa OPD. Di antaranya dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan; Satpol PP; Dinas Perhubungan; Dinas Kesehatan; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD); dan tenaga kesehatan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sedangkan untuk klaster pemilu merupakan hasil tindak lanjut dari rapid test yang dilakukan kepada pengawas TPS. Hasilnya, sebanyak 19 pengawas TPS dinyatakan positif setelah hasil swab-nya keluar. Sesuai SOP (standard operating procedure), semua pengawas TPS diwajibkan mengikuti rapid test sebelum bertugas. “Lalu, test swab menjadi langkah lanjutan setelah diketahui ada petugas yang reaktif,” papar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Pemkab Jember tersebut.

Sementara itu, sisanya atau 25 orang berasal dari masyarakat umum. Mereka adalah pasien hasil tracing yang dilakukan oleh satgas. Para pasien positif ini merupakan hasil pelacakan dari klaster pemerintahan. Penambahan kasus ini menambah akumulasi kasus positif di Jember. Yakni sebanyak 3.118 kasus per 9 Desember.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pandemi Covid-19 di Jember kian mengkhawatirkan saja. Meski pemerintah berupaya menekan angka penularannya, tapi jumlah pasien positif baru terus terjadi peningkatan signifikan. Bahkan pada 9 Desember yang bertepatan dengan pelaksanaan pencoblosan, tercatat ada 119 pasien yang dinyatakan positif korona. Dari jumlah itu, 19 kasus di antaranya merupakan klaster pemilihan kepala daerah (pilkada).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jember Gatot Triyono mengatakan, angka pasien positif baru yang tercatat paling banyak itu tak hanya berasal dari klaster pilkada, tapi juga klaster pemerintahan. “Sebagian merupakan hasil swab massal yang dilaksanakan satgas di beberapa OPD (organisasi perangkat daerah, Red), juga anggota Bawaslu yang menjadi pengawas TPS,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (10/12).

Dia mengungkapkan, sebelumnya Satgas Penanganan Covid-19 Pemkab Jember melakukan tes swab terhadap 444 orang. Dari hasil pengecekan tersebut, sebanyak 75 orang dinyatakan positif Covid-19. Mereka berasal dari beberapa OPD. Di antaranya dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan; Satpol PP; Dinas Perhubungan; Dinas Kesehatan; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD); dan tenaga kesehatan.

Sedangkan untuk klaster pemilu merupakan hasil tindak lanjut dari rapid test yang dilakukan kepada pengawas TPS. Hasilnya, sebanyak 19 pengawas TPS dinyatakan positif setelah hasil swab-nya keluar. Sesuai SOP (standard operating procedure), semua pengawas TPS diwajibkan mengikuti rapid test sebelum bertugas. “Lalu, test swab menjadi langkah lanjutan setelah diketahui ada petugas yang reaktif,” papar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Pemkab Jember tersebut.

Sementara itu, sisanya atau 25 orang berasal dari masyarakat umum. Mereka adalah pasien hasil tracing yang dilakukan oleh satgas. Para pasien positif ini merupakan hasil pelacakan dari klaster pemerintahan. Penambahan kasus ini menambah akumulasi kasus positif di Jember. Yakni sebanyak 3.118 kasus per 9 Desember.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pandemi Covid-19 di Jember kian mengkhawatirkan saja. Meski pemerintah berupaya menekan angka penularannya, tapi jumlah pasien positif baru terus terjadi peningkatan signifikan. Bahkan pada 9 Desember yang bertepatan dengan pelaksanaan pencoblosan, tercatat ada 119 pasien yang dinyatakan positif korona. Dari jumlah itu, 19 kasus di antaranya merupakan klaster pemilihan kepala daerah (pilkada).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jember Gatot Triyono mengatakan, angka pasien positif baru yang tercatat paling banyak itu tak hanya berasal dari klaster pilkada, tapi juga klaster pemerintahan. “Sebagian merupakan hasil swab massal yang dilaksanakan satgas di beberapa OPD (organisasi perangkat daerah, Red), juga anggota Bawaslu yang menjadi pengawas TPS,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (10/12).

Dia mengungkapkan, sebelumnya Satgas Penanganan Covid-19 Pemkab Jember melakukan tes swab terhadap 444 orang. Dari hasil pengecekan tersebut, sebanyak 75 orang dinyatakan positif Covid-19. Mereka berasal dari beberapa OPD. Di antaranya dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan; Satpol PP; Dinas Perhubungan; Dinas Kesehatan; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD); dan tenaga kesehatan.

Sedangkan untuk klaster pemilu merupakan hasil tindak lanjut dari rapid test yang dilakukan kepada pengawas TPS. Hasilnya, sebanyak 19 pengawas TPS dinyatakan positif setelah hasil swab-nya keluar. Sesuai SOP (standard operating procedure), semua pengawas TPS diwajibkan mengikuti rapid test sebelum bertugas. “Lalu, test swab menjadi langkah lanjutan setelah diketahui ada petugas yang reaktif,” papar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Pemkab Jember tersebut.

Sementara itu, sisanya atau 25 orang berasal dari masyarakat umum. Mereka adalah pasien hasil tracing yang dilakukan oleh satgas. Para pasien positif ini merupakan hasil pelacakan dari klaster pemerintahan. Penambahan kasus ini menambah akumulasi kasus positif di Jember. Yakni sebanyak 3.118 kasus per 9 Desember.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/