alexametrics
30.5 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Setahun ada 1.000 Pengajuan Dispensasi Nikah di Jember, Kok Bisa ?

“Dengan keberadaan suami saja, mereka belum tentu bahagia, apalagi kalau hanya seorang diri merawat keluarga.” SUPRIHANDOKO, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID- Tingkat perceraian di Kabupaten Jember tergolong tinggi dan mengakibatkan banyak pihak yang menjadi korban. Khususnya kelompok rentan seperti perempuan dan anak. Tak jarang, banyak perempuan yang terpaksa harus banting tulang untuk mencukupi kehidupan keluarga mereka masing-masing.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) mencoba mencari cara dengan meringankan beban para perempuan kepala keluarga tersebut. “Dengan keberadaan suami saja, mereka belum tentu bahagia, apalagi kalau hanya seorang diri merawat keluarga,” papar Kepala DP3AKB Kabupaten Jember Suprihandoko.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Pria yang akrab disapa Handoko tersebut menerangkan bahwa pihaknya telah bekerja sama dengan Pengadilan Agama (PA) Jember untuk mengetahui berapa jumlah data perempuan kepala keluarga di Jember. Untuk selanjutnya, mereka akan segera mendapatkan penanganan dengan sebuah pelatihan yang bisa digunakan untuk mengembangkan perekonomian mereka masing-masing.

- Advertisement -

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID- Tingkat perceraian di Kabupaten Jember tergolong tinggi dan mengakibatkan banyak pihak yang menjadi korban. Khususnya kelompok rentan seperti perempuan dan anak. Tak jarang, banyak perempuan yang terpaksa harus banting tulang untuk mencukupi kehidupan keluarga mereka masing-masing.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) mencoba mencari cara dengan meringankan beban para perempuan kepala keluarga tersebut. “Dengan keberadaan suami saja, mereka belum tentu bahagia, apalagi kalau hanya seorang diri merawat keluarga,” papar Kepala DP3AKB Kabupaten Jember Suprihandoko.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Pria yang akrab disapa Handoko tersebut menerangkan bahwa pihaknya telah bekerja sama dengan Pengadilan Agama (PA) Jember untuk mengetahui berapa jumlah data perempuan kepala keluarga di Jember. Untuk selanjutnya, mereka akan segera mendapatkan penanganan dengan sebuah pelatihan yang bisa digunakan untuk mengembangkan perekonomian mereka masing-masing.

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID- Tingkat perceraian di Kabupaten Jember tergolong tinggi dan mengakibatkan banyak pihak yang menjadi korban. Khususnya kelompok rentan seperti perempuan dan anak. Tak jarang, banyak perempuan yang terpaksa harus banting tulang untuk mencukupi kehidupan keluarga mereka masing-masing.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) mencoba mencari cara dengan meringankan beban para perempuan kepala keluarga tersebut. “Dengan keberadaan suami saja, mereka belum tentu bahagia, apalagi kalau hanya seorang diri merawat keluarga,” papar Kepala DP3AKB Kabupaten Jember Suprihandoko.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Pria yang akrab disapa Handoko tersebut menerangkan bahwa pihaknya telah bekerja sama dengan Pengadilan Agama (PA) Jember untuk mengetahui berapa jumlah data perempuan kepala keluarga di Jember. Untuk selanjutnya, mereka akan segera mendapatkan penanganan dengan sebuah pelatihan yang bisa digunakan untuk mengembangkan perekonomian mereka masing-masing.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/