alexametrics
23.6 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Jagongan Ala Bocah Sabrang Seperti ini Ternyata….

Forum Anak Desa (FAD) telah banyak terbentuk. Selama itu, anak-anak yang didominasi pelajar SMP–SMA sederajat ini perlahan banyak menimba pengalaman. Tujuannya sederhana, minimal mereka terlindungi dari isu-isu kenakalan remaja yang kini menjadi stigma, juga menghambat pertumbuhan dan perkembangan mereka.

Mobile_AP_Rectangle 1

SABRANG, RADAR JEMBER.ID- Masa sekolah merupakan masa emas bagi anak. Mereka bisa menemukan berbagai hal dan pengalaman. Bisa disebut, inilah masa dimana karakter anak terbentuk dan membekas hingga dewasa. Jika mereka terbiasa dengan berbagai kegiatan positif dan hidup di lingkungan yang mendukung, mereka bisa tumbuh dan berkembang sesuai usianya.

Hal itu kemudian mendasari anak-anak di berbagai desa di Jember bergabung dalam organisasi. Namanya Forum Anak Desa atau FAD. Salah satu FAD yang masih aktif adalah FAD Desa Sabrang, Kecamatan Ambulu.Di dalamnya ada sekitar 20-an anak dari jenjang SMP sederajat dan SMA sederajat. Bahkan ada anggotanya yang masih duduk di bangku SD. Mereka semuanya berasal dari Desa Sabrang.

Ketua FAD Sabrang Eva Ainur Khawaid mengatakan, FAD Sabrang awal kali dikukuhkan pada 21 Maret 2020 lalu. Terbentuknya saat itu berangkat dari kesepakatan anak-anak di Desa Sabrang, kemudian didukung oleh FAD dari desa lain dan Forum Anak Jember (FAJ). “Dulu kami dikukuhkan di Kantor Kecamatan Ambulu.Dihadiri FAJ juga dari DP3AKB Jember. Dan alhamdulillah, aktif sampai sekarang,” kata Eva.

Mobile_AP_Rectangle 2

Saat itu, remaja 16 tahun ini didapuk sebagai ketua membawahi 20-an anak sebagai anggota. Sejak dilantik hingga hari ini, tak banyak kegiatan yang bisa mereka lakukan karena terbentur pandemi. “Sebenarnya ada banyak kegiatan, bahkan ada yang sampai dibatalkan karena kondisi Covid-19 itu,” ucapnya.

Kendati tak banyak agenda atau program kerja, kata Eva, namun ada kegiatan lain yang justru tidak masuk program kerja namun berjalan rutin. Kongkow-kongkow misalnya. Anak desa biasa menyebutnya jagongan yang rutin diadakan setiap seminggu sekali di Kantor Dusun Jatirejo, yang sekaligus sebagai Sekretariat FAD Sabrang. “Kami sering kumpul di sekretariat. Sharing berbagi pengalaman dan permasalahan. Dari situlah kekompakan anak-anak terbangun,” tambah remaja berhijab ini.

Secara bersamaan, FAD Sabrang juga terlibat dalam kegiatan di FAD desa-desa lain dan FAJ.Baik secara tatap muka maupun virtual. Bentuk kegiatan biasanya sejenis pelatihan dan seminar tentang keremajaan dan kepemudaan. “Pernah dulu menghadiri agenda FAJ di Jember kota, kami difasilitasi sama mobilnya Pak Kades. Dari situ taman-teman akrab dengan pemerintah desa,” kenangnya.

Namun, yang tak kalah penting, menurut Eva, adanya FAD itu bisa menjadi wadah bagi anak-anak untuk belajar tentang keorganisasian, kekompakan, serta menciptakan rasa kekeluargaan. Dan lagi, di Ambulu yang dikenal banyak pelestari budaya, anak-anak juga bisa terarahkan ke sana. “Minimal, anak-anak bisa terarah kepada kegiatan-kegiatan positif.Mereka tidak ikut-ikutan bikin kegiatan di luar yang memunculkan anggapan miring (stigma, Red) masyarakat,” tambah Eva.

- Advertisement -

SABRANG, RADAR JEMBER.ID- Masa sekolah merupakan masa emas bagi anak. Mereka bisa menemukan berbagai hal dan pengalaman. Bisa disebut, inilah masa dimana karakter anak terbentuk dan membekas hingga dewasa. Jika mereka terbiasa dengan berbagai kegiatan positif dan hidup di lingkungan yang mendukung, mereka bisa tumbuh dan berkembang sesuai usianya.

Hal itu kemudian mendasari anak-anak di berbagai desa di Jember bergabung dalam organisasi. Namanya Forum Anak Desa atau FAD. Salah satu FAD yang masih aktif adalah FAD Desa Sabrang, Kecamatan Ambulu.Di dalamnya ada sekitar 20-an anak dari jenjang SMP sederajat dan SMA sederajat. Bahkan ada anggotanya yang masih duduk di bangku SD. Mereka semuanya berasal dari Desa Sabrang.

Ketua FAD Sabrang Eva Ainur Khawaid mengatakan, FAD Sabrang awal kali dikukuhkan pada 21 Maret 2020 lalu. Terbentuknya saat itu berangkat dari kesepakatan anak-anak di Desa Sabrang, kemudian didukung oleh FAD dari desa lain dan Forum Anak Jember (FAJ). “Dulu kami dikukuhkan di Kantor Kecamatan Ambulu.Dihadiri FAJ juga dari DP3AKB Jember. Dan alhamdulillah, aktif sampai sekarang,” kata Eva.

Saat itu, remaja 16 tahun ini didapuk sebagai ketua membawahi 20-an anak sebagai anggota. Sejak dilantik hingga hari ini, tak banyak kegiatan yang bisa mereka lakukan karena terbentur pandemi. “Sebenarnya ada banyak kegiatan, bahkan ada yang sampai dibatalkan karena kondisi Covid-19 itu,” ucapnya.

Kendati tak banyak agenda atau program kerja, kata Eva, namun ada kegiatan lain yang justru tidak masuk program kerja namun berjalan rutin. Kongkow-kongkow misalnya. Anak desa biasa menyebutnya jagongan yang rutin diadakan setiap seminggu sekali di Kantor Dusun Jatirejo, yang sekaligus sebagai Sekretariat FAD Sabrang. “Kami sering kumpul di sekretariat. Sharing berbagi pengalaman dan permasalahan. Dari situlah kekompakan anak-anak terbangun,” tambah remaja berhijab ini.

Secara bersamaan, FAD Sabrang juga terlibat dalam kegiatan di FAD desa-desa lain dan FAJ.Baik secara tatap muka maupun virtual. Bentuk kegiatan biasanya sejenis pelatihan dan seminar tentang keremajaan dan kepemudaan. “Pernah dulu menghadiri agenda FAJ di Jember kota, kami difasilitasi sama mobilnya Pak Kades. Dari situ taman-teman akrab dengan pemerintah desa,” kenangnya.

Namun, yang tak kalah penting, menurut Eva, adanya FAD itu bisa menjadi wadah bagi anak-anak untuk belajar tentang keorganisasian, kekompakan, serta menciptakan rasa kekeluargaan. Dan lagi, di Ambulu yang dikenal banyak pelestari budaya, anak-anak juga bisa terarahkan ke sana. “Minimal, anak-anak bisa terarah kepada kegiatan-kegiatan positif.Mereka tidak ikut-ikutan bikin kegiatan di luar yang memunculkan anggapan miring (stigma, Red) masyarakat,” tambah Eva.

SABRANG, RADAR JEMBER.ID- Masa sekolah merupakan masa emas bagi anak. Mereka bisa menemukan berbagai hal dan pengalaman. Bisa disebut, inilah masa dimana karakter anak terbentuk dan membekas hingga dewasa. Jika mereka terbiasa dengan berbagai kegiatan positif dan hidup di lingkungan yang mendukung, mereka bisa tumbuh dan berkembang sesuai usianya.

Hal itu kemudian mendasari anak-anak di berbagai desa di Jember bergabung dalam organisasi. Namanya Forum Anak Desa atau FAD. Salah satu FAD yang masih aktif adalah FAD Desa Sabrang, Kecamatan Ambulu.Di dalamnya ada sekitar 20-an anak dari jenjang SMP sederajat dan SMA sederajat. Bahkan ada anggotanya yang masih duduk di bangku SD. Mereka semuanya berasal dari Desa Sabrang.

Ketua FAD Sabrang Eva Ainur Khawaid mengatakan, FAD Sabrang awal kali dikukuhkan pada 21 Maret 2020 lalu. Terbentuknya saat itu berangkat dari kesepakatan anak-anak di Desa Sabrang, kemudian didukung oleh FAD dari desa lain dan Forum Anak Jember (FAJ). “Dulu kami dikukuhkan di Kantor Kecamatan Ambulu.Dihadiri FAJ juga dari DP3AKB Jember. Dan alhamdulillah, aktif sampai sekarang,” kata Eva.

Saat itu, remaja 16 tahun ini didapuk sebagai ketua membawahi 20-an anak sebagai anggota. Sejak dilantik hingga hari ini, tak banyak kegiatan yang bisa mereka lakukan karena terbentur pandemi. “Sebenarnya ada banyak kegiatan, bahkan ada yang sampai dibatalkan karena kondisi Covid-19 itu,” ucapnya.

Kendati tak banyak agenda atau program kerja, kata Eva, namun ada kegiatan lain yang justru tidak masuk program kerja namun berjalan rutin. Kongkow-kongkow misalnya. Anak desa biasa menyebutnya jagongan yang rutin diadakan setiap seminggu sekali di Kantor Dusun Jatirejo, yang sekaligus sebagai Sekretariat FAD Sabrang. “Kami sering kumpul di sekretariat. Sharing berbagi pengalaman dan permasalahan. Dari situlah kekompakan anak-anak terbangun,” tambah remaja berhijab ini.

Secara bersamaan, FAD Sabrang juga terlibat dalam kegiatan di FAD desa-desa lain dan FAJ.Baik secara tatap muka maupun virtual. Bentuk kegiatan biasanya sejenis pelatihan dan seminar tentang keremajaan dan kepemudaan. “Pernah dulu menghadiri agenda FAJ di Jember kota, kami difasilitasi sama mobilnya Pak Kades. Dari situ taman-teman akrab dengan pemerintah desa,” kenangnya.

Namun, yang tak kalah penting, menurut Eva, adanya FAD itu bisa menjadi wadah bagi anak-anak untuk belajar tentang keorganisasian, kekompakan, serta menciptakan rasa kekeluargaan. Dan lagi, di Ambulu yang dikenal banyak pelestari budaya, anak-anak juga bisa terarahkan ke sana. “Minimal, anak-anak bisa terarah kepada kegiatan-kegiatan positif.Mereka tidak ikut-ikutan bikin kegiatan di luar yang memunculkan anggapan miring (stigma, Red) masyarakat,” tambah Eva.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/