alexametrics
32.2 C
Jember
Monday, 16 May 2022

Diduga Lelang Sepihak, KPKNL Digeruduk Masa

Tuntutan Tak Digubris, Masa Ancam Lapor Kementerian BUMN

Mobile_AP_Rectangle 1

PATRANG, Radar Jember – Sekitar 20 orang rame-rame mendatangi Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL), di Jalan Slamet Riyadi Kecamatan Patrang, siang kemarin. Sambil membentangkan spanduk bertuliskan tuntutan, aksi mereka memprotes terkait dugaan lelang sepihak atas aset-aset salah satu perusahaan BUMN, yakni sebuah pabrik kertas di Leces Probolinggo.

Diketahui, aksi massa ini berasal dari Asosiasi Pengusaha Limbah Dan Logam Tua Indonesia (APELLTI) dan Organisasi Masyarakat Garuda Kencana Nusantara Indonesia (GKNI). Dalam aksinya pula, mereka menuntut KPKNL perwakilan di Jember agar melakukan peninjauan ulang terkait dengan lelang janggal tersebut. “Kami ingin lelang ditunda atau ditinjau ulang. Kita menduga lelang ini penuh rekayasa,” kata Korlap Aksi Didik Muadi, kemarin.

Menurut dia, dugaan itu muncul dari berbagai aduan dan keluhan dari sejumlah asosiasi logam dan besi tua terkait adanya rekayasa lelang. Indikasi itu juga dikuatkan saat proses lelang yang dikabarkan hanya melibatkan satu pelelang saja, dari sekitar 12 pelelang yang ada. Hal itu dinilainya juga melanggar ketentuan lelang.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pria yang juga Ketua DPD GKNI itu membeberkan, proses lelang yang dilakukan pada tanggal 06 Oktober 2021 lalu. Saat itu, pihaknya hadir di lokasi lelang, namun secara bersamaan justru pihak curator dan pihak panitia lelang, tidak hadir.

Ketidakhadiran para pihak yang berkompeten itu dinilai menimbulkan kejanggalan dan tanda tanya. “Lelang tersebut diduga sudah ditentukan pemenangnya. Adanya informasi lelang tunggal ini, jelas tidak fair,” tambah Ahmad, perwakilan dari asosiasi pelaksanaan proyek lelang Pabrik Kertas PT Kertas Leces.

Karenanya, mereka mendesak KPKNL Jember agar lelang yang dilaksakan saat itu, bisa ditunda ataupun dilaksanakan ulang. “Biar tidak ada dusta diantara kita, mari kita tegakkan rasa keadilan di era reformasi dan era demokrasi ini,” imbuh dia.

- Advertisement -

PATRANG, Radar Jember – Sekitar 20 orang rame-rame mendatangi Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL), di Jalan Slamet Riyadi Kecamatan Patrang, siang kemarin. Sambil membentangkan spanduk bertuliskan tuntutan, aksi mereka memprotes terkait dugaan lelang sepihak atas aset-aset salah satu perusahaan BUMN, yakni sebuah pabrik kertas di Leces Probolinggo.

Diketahui, aksi massa ini berasal dari Asosiasi Pengusaha Limbah Dan Logam Tua Indonesia (APELLTI) dan Organisasi Masyarakat Garuda Kencana Nusantara Indonesia (GKNI). Dalam aksinya pula, mereka menuntut KPKNL perwakilan di Jember agar melakukan peninjauan ulang terkait dengan lelang janggal tersebut. “Kami ingin lelang ditunda atau ditinjau ulang. Kita menduga lelang ini penuh rekayasa,” kata Korlap Aksi Didik Muadi, kemarin.

Menurut dia, dugaan itu muncul dari berbagai aduan dan keluhan dari sejumlah asosiasi logam dan besi tua terkait adanya rekayasa lelang. Indikasi itu juga dikuatkan saat proses lelang yang dikabarkan hanya melibatkan satu pelelang saja, dari sekitar 12 pelelang yang ada. Hal itu dinilainya juga melanggar ketentuan lelang.

Pria yang juga Ketua DPD GKNI itu membeberkan, proses lelang yang dilakukan pada tanggal 06 Oktober 2021 lalu. Saat itu, pihaknya hadir di lokasi lelang, namun secara bersamaan justru pihak curator dan pihak panitia lelang, tidak hadir.

Ketidakhadiran para pihak yang berkompeten itu dinilai menimbulkan kejanggalan dan tanda tanya. “Lelang tersebut diduga sudah ditentukan pemenangnya. Adanya informasi lelang tunggal ini, jelas tidak fair,” tambah Ahmad, perwakilan dari asosiasi pelaksanaan proyek lelang Pabrik Kertas PT Kertas Leces.

Karenanya, mereka mendesak KPKNL Jember agar lelang yang dilaksakan saat itu, bisa ditunda ataupun dilaksanakan ulang. “Biar tidak ada dusta diantara kita, mari kita tegakkan rasa keadilan di era reformasi dan era demokrasi ini,” imbuh dia.

PATRANG, Radar Jember – Sekitar 20 orang rame-rame mendatangi Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL), di Jalan Slamet Riyadi Kecamatan Patrang, siang kemarin. Sambil membentangkan spanduk bertuliskan tuntutan, aksi mereka memprotes terkait dugaan lelang sepihak atas aset-aset salah satu perusahaan BUMN, yakni sebuah pabrik kertas di Leces Probolinggo.

Diketahui, aksi massa ini berasal dari Asosiasi Pengusaha Limbah Dan Logam Tua Indonesia (APELLTI) dan Organisasi Masyarakat Garuda Kencana Nusantara Indonesia (GKNI). Dalam aksinya pula, mereka menuntut KPKNL perwakilan di Jember agar melakukan peninjauan ulang terkait dengan lelang janggal tersebut. “Kami ingin lelang ditunda atau ditinjau ulang. Kita menduga lelang ini penuh rekayasa,” kata Korlap Aksi Didik Muadi, kemarin.

Menurut dia, dugaan itu muncul dari berbagai aduan dan keluhan dari sejumlah asosiasi logam dan besi tua terkait adanya rekayasa lelang. Indikasi itu juga dikuatkan saat proses lelang yang dikabarkan hanya melibatkan satu pelelang saja, dari sekitar 12 pelelang yang ada. Hal itu dinilainya juga melanggar ketentuan lelang.

Pria yang juga Ketua DPD GKNI itu membeberkan, proses lelang yang dilakukan pada tanggal 06 Oktober 2021 lalu. Saat itu, pihaknya hadir di lokasi lelang, namun secara bersamaan justru pihak curator dan pihak panitia lelang, tidak hadir.

Ketidakhadiran para pihak yang berkompeten itu dinilai menimbulkan kejanggalan dan tanda tanya. “Lelang tersebut diduga sudah ditentukan pemenangnya. Adanya informasi lelang tunggal ini, jelas tidak fair,” tambah Ahmad, perwakilan dari asosiasi pelaksanaan proyek lelang Pabrik Kertas PT Kertas Leces.

Karenanya, mereka mendesak KPKNL Jember agar lelang yang dilaksakan saat itu, bisa ditunda ataupun dilaksanakan ulang. “Biar tidak ada dusta diantara kita, mari kita tegakkan rasa keadilan di era reformasi dan era demokrasi ini,” imbuh dia.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/