alexametrics
23.5 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Situbondo Belajar Pertembakauan di Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Selain Jember, petani di Kabupaten Situbondo juga banyak yang menanam tembakau. Bahkan setiap tahun produksi tembakau di Situbondo cukup tinggi. Kendati demikian, petani mengalami kesulitan untuk memasarkan karena di kabupaten yang berada di jalur pantai utara itu belum ada perusahaan rokok yang menampung hasil tembakau petani.

Saat berkunjung ke Lembaga Tembakau (LT) di Jember, kemarin (10/9), Sekretaris Daerah (Sekda) Situbondo Syaifulloh mengaku, kunjungan yang ia lakukan sekaligus untuk belajar pengelolaan tembakau. Sebab, Jember dinilainya telah memiliki pengalaman luas di bidang pertembakauan. Dan hasil dari studi banding itu bakal diterapkan di Situbondo.

Syaifulloh menyebut, Jember merupakan saudara tua Situbondo untuk urusan pertembakauan. Karena itu, pihaknya melawat ke sini agar Jember mau menularkan pengalaman kepada Situbondo terkait pengelolaan tembakau. “Untuk urusan pemasaran tembakau, Situbondo masih kebingungan. Karena belum ada perwakilan perusahaan rokok berskala nasional di sana,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Asisten 2 Pemkab Situbondo Sentot Sugiono membenarkan hal itu. Bahkan, menurut dia, petani di sana memilih jenis kasturi dan rajangan. Biasanya tanaman berjuluk daun emas itu ditanam di sawah atau tegalan. Dia menjelaskan, tembakau bisa tumbuh di Situbondo karena kabupaten ini memiliki curah hujan rendah. Tanaman ini bisa dijumpai di 14 kecamatan dari 17 kecamatan yang ada.

Sementara itu, dia menerangkan, total luas areal tanaman sekitar 8.200 hektare. Sedangkan jumlah petaninya tercatat 144.000 orang dengan jumlah buruh tembakau mencapai 9.425 orang. “Selama ini panenan tembakau dikirim ke Jember dan terjauh ke Bandung. Bila harga murah, dirajang sendiri untuk pasar lokal,” tutur Sentot.

- Advertisement -

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Selain Jember, petani di Kabupaten Situbondo juga banyak yang menanam tembakau. Bahkan setiap tahun produksi tembakau di Situbondo cukup tinggi. Kendati demikian, petani mengalami kesulitan untuk memasarkan karena di kabupaten yang berada di jalur pantai utara itu belum ada perusahaan rokok yang menampung hasil tembakau petani.

Saat berkunjung ke Lembaga Tembakau (LT) di Jember, kemarin (10/9), Sekretaris Daerah (Sekda) Situbondo Syaifulloh mengaku, kunjungan yang ia lakukan sekaligus untuk belajar pengelolaan tembakau. Sebab, Jember dinilainya telah memiliki pengalaman luas di bidang pertembakauan. Dan hasil dari studi banding itu bakal diterapkan di Situbondo.

Syaifulloh menyebut, Jember merupakan saudara tua Situbondo untuk urusan pertembakauan. Karena itu, pihaknya melawat ke sini agar Jember mau menularkan pengalaman kepada Situbondo terkait pengelolaan tembakau. “Untuk urusan pemasaran tembakau, Situbondo masih kebingungan. Karena belum ada perwakilan perusahaan rokok berskala nasional di sana,” ungkapnya.

Asisten 2 Pemkab Situbondo Sentot Sugiono membenarkan hal itu. Bahkan, menurut dia, petani di sana memilih jenis kasturi dan rajangan. Biasanya tanaman berjuluk daun emas itu ditanam di sawah atau tegalan. Dia menjelaskan, tembakau bisa tumbuh di Situbondo karena kabupaten ini memiliki curah hujan rendah. Tanaman ini bisa dijumpai di 14 kecamatan dari 17 kecamatan yang ada.

Sementara itu, dia menerangkan, total luas areal tanaman sekitar 8.200 hektare. Sedangkan jumlah petaninya tercatat 144.000 orang dengan jumlah buruh tembakau mencapai 9.425 orang. “Selama ini panenan tembakau dikirim ke Jember dan terjauh ke Bandung. Bila harga murah, dirajang sendiri untuk pasar lokal,” tutur Sentot.

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Selain Jember, petani di Kabupaten Situbondo juga banyak yang menanam tembakau. Bahkan setiap tahun produksi tembakau di Situbondo cukup tinggi. Kendati demikian, petani mengalami kesulitan untuk memasarkan karena di kabupaten yang berada di jalur pantai utara itu belum ada perusahaan rokok yang menampung hasil tembakau petani.

Saat berkunjung ke Lembaga Tembakau (LT) di Jember, kemarin (10/9), Sekretaris Daerah (Sekda) Situbondo Syaifulloh mengaku, kunjungan yang ia lakukan sekaligus untuk belajar pengelolaan tembakau. Sebab, Jember dinilainya telah memiliki pengalaman luas di bidang pertembakauan. Dan hasil dari studi banding itu bakal diterapkan di Situbondo.

Syaifulloh menyebut, Jember merupakan saudara tua Situbondo untuk urusan pertembakauan. Karena itu, pihaknya melawat ke sini agar Jember mau menularkan pengalaman kepada Situbondo terkait pengelolaan tembakau. “Untuk urusan pemasaran tembakau, Situbondo masih kebingungan. Karena belum ada perwakilan perusahaan rokok berskala nasional di sana,” ungkapnya.

Asisten 2 Pemkab Situbondo Sentot Sugiono membenarkan hal itu. Bahkan, menurut dia, petani di sana memilih jenis kasturi dan rajangan. Biasanya tanaman berjuluk daun emas itu ditanam di sawah atau tegalan. Dia menjelaskan, tembakau bisa tumbuh di Situbondo karena kabupaten ini memiliki curah hujan rendah. Tanaman ini bisa dijumpai di 14 kecamatan dari 17 kecamatan yang ada.

Sementara itu, dia menerangkan, total luas areal tanaman sekitar 8.200 hektare. Sedangkan jumlah petaninya tercatat 144.000 orang dengan jumlah buruh tembakau mencapai 9.425 orang. “Selama ini panenan tembakau dikirim ke Jember dan terjauh ke Bandung. Bila harga murah, dirajang sendiri untuk pasar lokal,” tutur Sentot.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/